Rabu, 21 Okt 2026 15:57 WIB

DPRD Jatim: WFH Bukan Cuma Fleksibilitas, Tapi Simulasi Efisiensi Energi dan Anggaran

Sekretaris DPRD Jatim, Ali Kuncoro saat memimpin rapat soal penerapan WFH. (Dok. DPRD Jatim).
Sekretaris DPRD Jatim, Ali Kuncoro saat memimpin rapat soal penerapan WFH. (Dok. DPRD Jatim).

selalu.id - DPRD Jawa Timur akan menerapkan kebijakan work from home (WFH) setiap hari Rabu mulai besok, 1 April 2026.

Kebijakan ini bukan hanya untuk meningkatkan fleksibilitas kerja, melainkan sebagai simulasi besar untuk menguji efisiensi energi dan penghematan anggaran di birokrasi daerah.

Baca Juga: Ketua DPRD Jatim: Pembangunan Harus Merata, Berkelanjutan, dan Diawasi Ketat

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Nomor 800/1141/204/2026 tentang fleksibilitas tugas Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dikeluarkan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Sekretaris DPRD Jatim, Ali Kuncoro menegaskan bahwa penerapan WFH tidak dimaknai sebagai pelonggaran kinerja.

"Tidak ada layanan yang terganggu. Semua tetap berjalan sesuai mekanisme, hanya pola kerjanya yang disesuaikan," jelasnya saat dikonfirmasi, Selasa (31/3/2026).

Di balik kebijakan tersebut, DPRD Jatim menyusun strategi efisiensi yang lebih luas. Aktivitas kantor diatur ulang dengan rapat dipusatkan di luar hari Rabu.

Baca Juga: Sidang Korupsi Hibah Pokir Jatim, JPU KPK Bakal Panggil Sekda Jatim

Penggunaan listrik ditekan saat gedung tidak aktif, dan ASN didorong menggunakan transportasi umum. Bagi ASN dari luar kota, juga disiapkan ruang inap sederhana untuk menekan mobilitas harian.

Penerapan WFH dilakukan secara diferensiasi: ASN yang terlibat langsung dalam kegiatan dewan seperti pendampingan kunjungan kerja dan reses tetap bekerja seperti biasa dengan skema penyesuaian, sementara pegawai administratif wajib menjalankan WFH setiap Rabu.

Ali menekankan bahwa efisiensi yang ditargetkan tidak hanya menyasar listrik dan bahan bakar, melainkan juga seluruh belanja operasional.

Baca Juga: DPRD Jatim Apresiasi Penggerebekan Jalan Kunti, Minta Kapolda Baru Konsisten Berantas Narkoba

"Efisiensi anggaran bisa kita dapatkan, penghematan energi berjalan, tapi produktivitas tidak boleh turun. Itu kuncinya," tegasnya.

Kebijakan ini juga menjadi uji coba apakah pola kerja hibrida di pemerintahan daerah mampu menjawab tantangan kinerja birokrasi dan tekanan efisiensi di tengah dinamika ekonomi.

Jika berhasil, model "WFH tematik" yang terkait dengan penghematan energi berpotensi menjadi standar baru tata kelola pemerintahan daerah.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

45 Ribu Reklame di Surabaya, Ratusan Masih Bandel dan Nunggak Pajak

Kepala Bidang Pajak Daerah Bapenda Surabaya Ekkie Noorisma menyebut, dua biang keroknya klasik tidak berizin dan belum bayar pajak.

21 Anggota Geng Motor Pengeroyok Pengunjung Angkringan di Mojokerto Diringkus

Tiga orang dilaporkan menjadi korban dan mengalami luka-luka, salah satunya luka robek diduga akibat senjata tajam.

Doa Kebangsaan di Mojokerto, Ning Ita dan Kapolres Kompak Dukung Pemerintahan Prabowo-Gibran

Doa bersama menjadi ikhtiar menyatukan tekad sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, aparat, dan tokoh masyarakat dalam membangun bangsa.

Hilangkan Stigma Kampung Narkoba, Pemkot Surabaya Siapkan Langkah Bagi Warga Jalan Kunti 

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, penindakan saja tidak cukup.

Ayah Bacok Dua Anak Kandung di Surabaya Gegara Sengketa Harta

Pelaku datang ke lokasi yang juga berfungsi sebagai hunian keluarga, dan menuntut secara kasar kepada Renata agar menyerahkan surat atau sertifikat bangunan.

SIER Perkuat Kerja Sama dengan Investor Jepang, Konjen Dukung Rencana Pengembangan Kawasan Industri

Selain membahas kerja sama yang telah berjalan, Takonai menyambut baik rencana SIER untuk terus mengembangkan kawasan industri di daerah lain.