Selasa, 21 Jul 2026 13:10 WIB

DPRD Jatim: WFH Bukan Cuma Fleksibilitas, Tapi Simulasi Efisiensi Energi dan Anggaran

Sekretaris DPRD Jatim, Ali Kuncoro saat memimpin rapat soal penerapan WFH. (Dok. DPRD Jatim).
Sekretaris DPRD Jatim, Ali Kuncoro saat memimpin rapat soal penerapan WFH. (Dok. DPRD Jatim).

selalu.id - DPRD Jawa Timur akan menerapkan kebijakan work from home (WFH) setiap hari Rabu mulai besok, 1 April 2026.

Kebijakan ini bukan hanya untuk meningkatkan fleksibilitas kerja, melainkan sebagai simulasi besar untuk menguji efisiensi energi dan penghematan anggaran di birokrasi daerah.

Baca Juga: Jatim Masih jadi Target Jaringan Internasional, DPRD Soroti Lemahnya Pencegahan Narkoba

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Nomor 800/1141/204/2026 tentang fleksibilitas tugas Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dikeluarkan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Sekretaris DPRD Jatim, Ali Kuncoro menegaskan bahwa penerapan WFH tidak dimaknai sebagai pelonggaran kinerja.

"Tidak ada layanan yang terganggu. Semua tetap berjalan sesuai mekanisme, hanya pola kerjanya yang disesuaikan," jelasnya saat dikonfirmasi, Selasa (31/3/2026).

Di balik kebijakan tersebut, DPRD Jatim menyusun strategi efisiensi yang lebih luas. Aktivitas kantor diatur ulang dengan rapat dipusatkan di luar hari Rabu.

Baca Juga: Penebangan Hutan Ilegal Picu Risiko Karhutla, Anggota DPRD Jatim Minta Pengawasan Diperketat

Penggunaan listrik ditekan saat gedung tidak aktif, dan ASN didorong menggunakan transportasi umum. Bagi ASN dari luar kota, juga disiapkan ruang inap sederhana untuk menekan mobilitas harian.

Penerapan WFH dilakukan secara diferensiasi: ASN yang terlibat langsung dalam kegiatan dewan seperti pendampingan kunjungan kerja dan reses tetap bekerja seperti biasa dengan skema penyesuaian, sementara pegawai administratif wajib menjalankan WFH setiap Rabu.

Ali menekankan bahwa efisiensi yang ditargetkan tidak hanya menyasar listrik dan bahan bakar, melainkan juga seluruh belanja operasional.

Baca Juga: DPRD Jatim Desak Pemprov Susun Kajian Ilmiah Peta Potensi Pendapatan Daerah

"Efisiensi anggaran bisa kita dapatkan, penghematan energi berjalan, tapi produktivitas tidak boleh turun. Itu kuncinya," tegasnya.

Kebijakan ini juga menjadi uji coba apakah pola kerja hibrida di pemerintahan daerah mampu menjawab tantangan kinerja birokrasi dan tekanan efisiensi di tengah dinamika ekonomi.

Jika berhasil, model "WFH tematik" yang terkait dengan penghematan energi berpotensi menjadi standar baru tata kelola pemerintahan daerah.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.