Minggu, 06 Sep 2026 06:23 WIB

DPRD Jatim: WFH Bukan Cuma Fleksibilitas, Tapi Simulasi Efisiensi Energi dan Anggaran

Sekretaris DPRD Jatim, Ali Kuncoro saat memimpin rapat soal penerapan WFH. (Dok. DPRD Jatim).
Sekretaris DPRD Jatim, Ali Kuncoro saat memimpin rapat soal penerapan WFH. (Dok. DPRD Jatim).

selalu.id - DPRD Jawa Timur akan menerapkan kebijakan work from home (WFH) setiap hari Rabu mulai besok, 1 April 2026.

Kebijakan ini bukan hanya untuk meningkatkan fleksibilitas kerja, melainkan sebagai simulasi besar untuk menguji efisiensi energi dan penghematan anggaran di birokrasi daerah.

Baca Juga: Fraksi PDIP Semprit Pemprov Jatim Soal P-APBD 2026: Tambahan Belanja Rp2,64 Triliun Jangan Cuma jadi SiLPA!

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Nomor 800/1141/204/2026 tentang fleksibilitas tugas Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dikeluarkan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Sekretaris DPRD Jatim, Ali Kuncoro menegaskan bahwa penerapan WFH tidak dimaknai sebagai pelonggaran kinerja.

"Tidak ada layanan yang terganggu. Semua tetap berjalan sesuai mekanisme, hanya pola kerjanya yang disesuaikan," jelasnya saat dikonfirmasi, Selasa (31/3/2026).

Di balik kebijakan tersebut, DPRD Jatim menyusun strategi efisiensi yang lebih luas. Aktivitas kantor diatur ulang dengan rapat dipusatkan di luar hari Rabu.

Baca Juga: Peringati HUT ke-81 RI, Partai Demokrat Gresik Gelar Aksi Bersih-bersih Makam Pahlawan

Penggunaan listrik ditekan saat gedung tidak aktif, dan ASN didorong menggunakan transportasi umum. Bagi ASN dari luar kota, juga disiapkan ruang inap sederhana untuk menekan mobilitas harian.

Penerapan WFH dilakukan secara diferensiasi: ASN yang terlibat langsung dalam kegiatan dewan seperti pendampingan kunjungan kerja dan reses tetap bekerja seperti biasa dengan skema penyesuaian, sementara pegawai administratif wajib menjalankan WFH setiap Rabu.

Ali menekankan bahwa efisiensi yang ditargetkan tidak hanya menyasar listrik dan bahan bakar, melainkan juga seluruh belanja operasional.

Baca Juga: Kabar Baik, Masyarakat Kini Bisa 'Cas' Mobil Listrik di Gedung DPRD Jatim

"Efisiensi anggaran bisa kita dapatkan, penghematan energi berjalan, tapi produktivitas tidak boleh turun. Itu kuncinya," tegasnya.

Kebijakan ini juga menjadi uji coba apakah pola kerja hibrida di pemerintahan daerah mampu menjawab tantangan kinerja birokrasi dan tekanan efisiensi di tengah dinamika ekonomi.

Jika berhasil, model "WFH tematik" yang terkait dengan penghematan energi berpotensi menjadi standar baru tata kelola pemerintahan daerah.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.