Kamis, 24 Sep 2026 05:53 WIB

Warga Graha Family Surabaya Polisikan The Nook Cafe, Ini Duduk Perkaranya

  • Penulis : Redaksi
  • | Sabtu, 14 Mar 2026 20:31 WIB

selalu.id - Di balik kemegahan pembangunan The Nook Cafe Surabaya, tersimpan kisah yang membuat warga Graha Family resah.

Bukan sekadar soal sebuah kafe, melainkan dugaan pengkhianatan terhadap hak warga atas ruang hidup yang dijanjikan sejak awal.  

Baca Juga: Mulai Bulan Depan ASN Surabaya Ngantor di Balai RW, Ini Perintah Tegas Wali Kota Eri

Lahan tempat berdirinya The Nook Cafe sejatinya adalah fasilitas umum (fasum) berupa area hijau yang diproyeksikan menjadi lapangan tenis. Hal itu juga dibuktikan dengan adanya gardu listrik di area pembangunan tersebut.

Warga juga khawatir, proses pembangunan ini dapat memicu kebakaran, jika dipaksakan diubah menjadi kawasan komersial.

Komitmen itu pernah diikrarkan oleh developer PT Sanggar Asri Sentosa (SAS) kepada para pembeli unit. Namun, sejak 2023, janji itu berubah arah fasum yang dialihkan menjadi kawasan komersial.  

"Ini bukan sekadar pelanggaran administratif. Ini penyalahgunaan hak. Fasum tidak bisa seenaknya dialihkan menjadi bisnis tanpa persetujuan warga,” tegas Sidabuke, kuasa hukum warga, yang kini telah melaporkan kasus ini ke Polda Jawa Timur.  

Warga menuding izin operasional kafe cacat hukum. Alasannya jelas, pembangunan berjalan lebih dahulu sebelum izin resmi keluar.

Lebih ironis lagi, klaim bahwa izin telah mengantongi persetujuan 2/3 warga dianggap manipulatif. Faktanya, 90 persen warga menolak.  

Perwali Surabaya Nomor 52 Tahun 2017 secara tegas mensyaratkan persetujuan minimal dua pertiga pemilik lahan untuk perubahan tata ruang. Namun, aturan itu seolah diabaikan.  

Baca Juga: Lomba Kampung Pancasila 2026 Surabaya Resmi Digelar, Berhadiah Puluhan Juta dan Bantuan Menarik

Alexander Maria Pribadi, perwakilan warga, mengungkap bagaimana suara penolakan mereka kerap dipatahkan.

"Kami pasang banner protes, izin ke polres, polsek, tapi sore sudah dipaksa turun. Aspirasi warga seolah dibungkam,” jelasnya.

Alexander menyebut adanya indikasi intimidasi halus. Beberapa warga yang mengurus surat HGB justru diwajibkan menandatangani perjanjian perubahan peruntukan.

"Ini bentuk tekanan. Seolah warga dipaksa menerima,” paparnya.

Baca Juga: Bansos di Surabaya Tak Lihat Desil, Eri Cahyadi: Ada yang Masih Belum Dapat Bantuan

Bagi warga Graha Family, kasus ini bukan sekadar soal izin kafe. Ini adalah pengkhianatan terhadap komitmen awal developer.

Fasum yang seharusnya menjadi ruang hijau dan fasilitas bersama, kini berubah menjadi bisnis yang menguntungkan segelintir pihak.  

Kini, mereka menuntut kepolisian mengusut tuntas dugaan penyalahgunaan hak atas fasum.

Sebab, di balik secangkir kopi yang disajikan The Nook Cafe, tersimpan cerita tentang hak warga yang dirampas, janji yang diingkari, dan aturan yang dilanggar.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Soiree Rooftop Bar Gelar Soiree Gigs Vol 2 Akhir Pekan Ini, Ada Silampukau hingga DJ Gatra

Agenda musik akhir pekan ini bakal berlangsung pada Sabtu, 26 September 2026, mulai pukul 18.00 WIB.

Ternyata, Soal Ini Kantor BPN Kota Mojokerto Digeledah KPK

Pantauan di lokasi, terdapat empat mobil Avanza berwarna hitam terparkir di halaman Kantor ATR/BPN Kota Mojokerto. Diduga mobil itu dikendarai oleh tim KPK.

Oknum ASN Jember Dilaporkan ke Itjen Kemenag Buntut Nikah Siri, Modusnya Bikin Ngelus Dada

Oknum ASN itu berinisial AFA, yang bertugas di salah satu Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) di Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember.

Pungli Rekrutmen Pemkot Surabaya: Jangan Cuma Tangkap Kroco, Seret Penikmat Aliran Dananya!

Jika dalam proses pemeriksaan ditemukan aliran uang atau keterlibatan pihak lain, termasuk pejabat di atasnya, kasus tersebut harus ditelusuri sesuai ketentuan.

Kekeringan di Jatim Makin Parah, Fraksi PKS Sentil Pemprov: Jangan Cuma Sibuk Bagi-bagi Air!

Saat ini, krisis kekeringan di Jawa Timur kian meluas, dengan 24 kabupaten/kota telah menetapkan status siaga maupun tanggap darurat. 

Ketika Sedekah Bumi dan Pengajian Satukan Warga Sidoarjo

Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan bahwa Sedekah Bumi merupakan bentuk rasa syukur sekaligus momentum untuk memperkuat silaturahmi antarwarga.