Minggu, 19 Jul 2026 22:01 WIB

DPRD Surabaya Ingatkan ASN Harus Optimal Layani Publik saat Lebaran

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 11 Mar 2026 14:02 WIB
Anggata Komisi A DPRD Surabaya Azhar Kahfi. (Foto: Ade/selalu.id).
Anggata Komisi A DPRD Surabaya Azhar Kahfi. (Foto: Ade/selalu.id).

selalu.id - Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Azhar Kahfi mengingatkan agar fleksibilitas kerja Work From Anywhere (WFA) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) menjelang Lebaran 2026 tidak berdampak pada turunnya kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.

Azhar Kahfi menegaskan, meskipun WFA diberlakukan mulai 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret 2026, ASN tetap harus menjaga produktivitas serta memastikan layanan kepada warga tetap berjalan optimal.

Baca Juga: Demi Target 250 Emas Porprov Jatim 2027, KONI Kota Surabaya Gelar Tes Narkoba

“Momentum Lebaran memang penting bagi ASN untuk berkumpul dengan keluarga. Tapi masyarakat juga tetap membutuhkan layanan administrasi kependudukan, kesehatan, pendidikan, perizinan hingga bantuan sosial. Di titik itu, negara harus tetap hadir,” tegasnya, Rabu (11/3/2026).

Menurut Azhar, sejumlah perangkat daerah memiliki layanan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga dan tidak mengenal jeda pelayanan.

Di antaranya Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil), Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Sosial, Dinas Perhubungan, hingga Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman.

Politisi Partai Gerindra itu menekankan, perubahan pola kerja tidak boleh membuat masyarakat merasakan perlambatan layanan.

Baca Juga: Gara-gara ini, Rumah Makan AG Ny Suharti Harus Berurusan dengan Bapenda Surabaya

“Jangan sampai warga merasa pelayanan melambat hanya karena pola kerja berubah. Ukurannya sederhana, apakah masyarakat tetap terlayani dengan cepat, jelas, dan tanpa dipersulit,” jelasnya.

Azhar menjelaskan kebijakan WFA merupakan bagian dari transformasi birokrasi yang lebih adaptif. Namun menurutnya, sistem kerja fleksibel harus diimbangi dengan kesiapan layanan digital serta pengukuran kinerja berbasis hasil.

“Kalau sistemnya sudah matang, lokasi kerja bukan lagi persoalan. Yang diukur adalah hasil dan kecepatan layanan,” katanya.

Baca Juga: Polisi Gagalkan Tawuran Dua Kelompok Remaja di Surabaya, Amankan 7 Orang dan Sita Sajam

Ia juga mengingatkan pentingnya akuntabilitas serta koordinasi antarperangkat daerah selama kebijakan tersebut berlangsung. Setiap dinas diminta menyusun pembagian jadwal kerja yang proporsional serta sistem pemantauan kinerja berbasis output.

“WFA adalah bentuk fleksibilitas, bukan pengurangan tanggung jawab. ASN tetap memegang mandat pelayanan publik. Surabaya sudah dikenal sebagai kota dengan birokrasi yang responsif. Standar itu harus tetap dijaga,” tandas Azhar.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak

Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Kabupaten Jember, tetapi juga dari sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Pasuruan dan Probolinggo.

Bupati Fawait Minta Ribuan Mahasiswa KKN Fokus Dukung Desa dan Validasi Data Kemiskinan

"Mahasiswa jangan hanya menjadi pengamat atau pemberi kritik, tetapi juga ikut menghadirkan solusi," ujar Fawait.

Api Tinggi Tampak di Area TPA Benowo Surabaya, Begini Kesaksian Pengendara

Informan bernama Amar itu menyebut bahwa ia merekam kejadian tepat saat melintasi jalan menuju gerbang tol Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.

Demi Tambahan Penghasilan, Perempuan Penjual Roti di Surabaya Kasus Narkoba Lagi

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sembilan paket sabu dengan berat total 96,884 gram serta 10 butir ekstasi seberat 4,274 gram.