Kamis, 04 Jun 2026 17:40 WIB

DPRD Warning Penyaluran Zakat di Surabaya Harus Tepat Sasaran, Kaum Miskin dan Rentan Prioritas

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 09 Mar 2026 17:11 WIB
Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Ais Shafiyah Ashar. (Dok. Istimewa).
Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Ais Shafiyah Ashar. (Dok. Istimewa).

selalu.id - DPRD Surabaya menyoroti potensi besar zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun dari aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Legislator mengingatkan agar penyaluran dana umat tersebut benar-benar tepat sasaran dan diprioritaskan untuk warga Surabaya yang masuk kategori miskin dan rentan.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Ais Shafiyah Ashar menegaskan pengelolaan dana zakat harus selaras dengan upaya pemerintah kota dalam menekan angka kemiskinan.

“Pada prinsipnya kami di DPRD mendukung penuh komitmen Wali Kota agar penghimpunan dana umat ini benar-benar kembali memberi manfaat sebesar-besarnya untuk masyarakat Surabaya, khususnya mereka yang masuk kategori miskin dan rentan,” jelasnya, Senin (9/3/2026).

Politisi Fraksi PKB yang akrab disapa Ning Ais itu menilai potensi zakat dari ASN di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya cukup besar.

Dana yang dihimpun melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Surabaya diharapkan dapat menjadi instrumen untuk membantu mengatasi berbagai persoalan sosial di kota tersebut.

Menurutnya, jika dikelola secara optimal, dana zakat dapat dimanfaatkan untuk mendukung program penanganan kemiskinan, termasuk membantu keluarga rentan, penanganan stunting hingga mencegah anak putus sekolah.

Karena itu, DPRD menegaskan akan menjalankan fungsi pengawasan agar pengelolaan zakat berjalan transparan dan profesional.

Baca Juga: Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

“Saya akan terus memantau agar pengelolaan zakat melalui BAZNAS Surabaya dilakukan secara transparan dan profesional, serta selaras dengan program pemkot dalam menurunkan angka kemiskinan,” tegasnya.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian DPRD adalah akurasi data penerima bantuan. Selama ini, tumpang tindih penyaluran bantuan dinilai masih terjadi karena belum terintegrasinya data mustahik dengan data resmi pemerintah.

Untuk itu, Ais mendorong adanya sinkronisasi antara Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dengan data penerima zakat yang dimiliki lembaga amil zakat, baik milik Badan Amil Zakat Nasional maupun lembaga zakat swasta di Surabaya.

“Sinkronisasi data ini penting agar tidak terjadi tumpang tindih bantuan dan penerima manfaat bisa terpetakan secara lebih akurat,” papar Ais.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Ia menambahkan, integrasi data akan membuat program penyaluran zakat lebih efektif dan benar-benar menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sebelumnya juga menegaskan pentingnya memastikan dana ZIS yang dihimpun di Surabaya diprioritaskan untuk membantu warga kota sendiri.

Menurutnya, potensi besar zakat dari masyarakat dan ASN Surabaya harus mampu menjadi instrumen nyata untuk membantu warga miskin di dalam kota, bukan justru lebih banyak tersalurkan ke luar daerah.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Pecah Ban, Pikap Terguling di Tol SuMo 1 Tewas 2 Luka

pikap berwarna putih itu oleng lantaran sopir tidak bisa mengendalikan dan sempat menabrak guardrail atau pembatas jalan sisi kanan dan terguling.

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.