Rabu, 21 Okt 2026 00:37 WIB

Mengenal Fariona Ayurizta, Mahasiswi Untag Surabaya yang Sabet Juara 2 dalam Ajang ICIIC Malaysia

Feriona Ayurizta Ilyas, mahasiswi Untag Surabaya yang meraih juara kedua di ajang International Creative and Innovative Idea Competition (ICIIC) Malaysia 2026. (Dok. Untag Surabaya).
Feriona Ayurizta Ilyas, mahasiswi Untag Surabaya yang meraih juara kedua di ajang International Creative and Innovative Idea Competition (ICIIC) Malaysia 2026. (Dok. Untag Surabaya).

selalu.id - Feriona Ayurizta Ilyas, mahasiswi Akuntansi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya kelahiran 2003, meraih juara kedua dalam ajang International Creative and Innovative Idea Competition (ICIIC) Malaysia 2026.

Kemenangan diraih melalui konsep paket wisata interaktif berbasis aplikasi yang mengoptimalkan kekayaan budaya Indonesia untuk menarik wisatawan mancanegara dan meningkatkan devisa negara.

Baca Juga: Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

ICIIC 2026 merupakan kompetisi ide inovatif tingkat internasional yang diselenggarakan The Innovator Generation bekerja sama dengan MNNF Network Malaysia.

Ajang ini membuka kesempatan bagi tiga kategori peserta yakni siswa SMA, mahasiswa, serta profesional atau dosen untuk menghadirkan gagasan kreatif di sektor sains, teknik, kuliner, teknologi, pariwisata, dan olahraga.

Feriona mengungkapkan keikutsertaannya berawal dari temu tak terduga saat berselancar di Instagram pada libur Natal dan Tahun Baru 2025.

“Saya sering mencari informasi lomba secara iseng, lalu menemukan pamflet ICIIC 2026. Setelah melihat detailnya, saya tertarik dan mulai menyusun abstrak yang kemudian lolos seleksi menjadi finalis,” jelasnya, Rabu (4/3/2026).

Ide yang diajukan bertajuk “Multicultural Diversity and Cultural Heritage Festival for a Quality Economy Indonesia Golden Era 2045” mengusung kolaborasi masyarakat lokal, swasta, dan pemerintah dalam pengelolaan pariwisata berbasis budaya.

Konsep intinya adalah penyediaan aplikasi khusus di setiap destinasi wisata, yang memungkinkan wisatawan memilih dan mengakses paket pengalaman budaya secara mandiri.

Baca Juga: Mahasiswa UNTAG Surabaya Soroti Peran Civil Society Lawan Korupsi dan Krisis Demokrasi Indonesia

“Yang membedakan ide saya adalah pendekatan partisipatif, wisatawan tidak hanya mendengar penjelasan tour guide, tetapi bisa mencoba memasak masakan khas, membuat tenun atau batik dengan bimbingan mentor. Aplikasi akan memudahkan mereka memilih jenis paket yang sesuai dengan minat,” ungkap mahasiswi asal Surabaya tersebut.

Persiapan selama satu setengah bulan meliputi pengembangan konsep, penyusunan dokumen lengkap, pembuatan poster dan video presentasi berbahasa Inggris, serta riset data terkini untuk memperkuat argumen.

Presentasi dilakukan secara daring melalui Zoom Meeting di depan juri internasional. Tantangan utama dihadapi adalah keterbatasan waktu yang membuatnya tidak dapat mendapatkan bimbingan mentor dosen khusus, sehingga seluruh persiapan dilakukan secara mandiri.

Juri dan peserta lain menilai ide tersebut relevan dan memiliki potensi besar untuk diwujudkan, karena konsepnya dinilai lebih modern dan menarik bagi wisatawan masa kini.

Baca Juga: Penipuan Lewat HP Kini Kian Canggih, Ini Cara Mencegahnya Kata Pakar TI Untag

"Pengalaman pertama saya di ajang internasional memang penuh tantangan, tetapi sangat menyenangkan dan memberikan wawasan baru tentang inovasi global,” kata Feriona.

Dukungan datang dari berbagai pihak, termasuk keluarga yang memberikan semangat dan membantu latihan presentasi, Ketua Program Studi Akuntansi Maulidah Narastri yang menangani administrasi pengajuan dana, serta pihak universitas yang memberikan dukungan finansial meski pengajuan dilakukan mendekati tenggat waktu.

Tahapan kompetisi dimulai dengan registrasi dan pengiriman abstrak pada 30 Desember 2025, pengumuman finalis pada 2 Januari 2026, pengumpulan karya dan registrasi ulang pada 9 Januari, penilaian dari 10 hingga 20 Januari, serta pengumuman pemenang pada 26 Januari 2026.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Kisah Dua Saudara di Nganjuk Merawat Takdir Gamelan Legendaris di Panggung Dunia

Satu paket gamelan lengkap dibanderol mulai Rp90 juta untuk material besi puncu kuningan, sedangkan untuk material full kuningan mencapai Rp300 juta per paket.

Gegara Sampah, Garasi Rumah dan Mobil di Nganjuk Ludes Terbakar

Atas kejadian ini, pihak Damkar mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan, terutama saat kondisi cuaca berangin, apalagi musim kemarau.

Polda Jatim Minta Mahasiswa Kritis dan Objektif Sikapi Isu Daerah

Polda Jatim komitmen untuk terus memelihara komunikasi yang berkesinambungan dengan elemen mahasiswa demi terciptanya stabilitas kamtibmas yang aman dan damai.

Bunda Jelita Surabaya Integrasikan Layanan Ibu dan Bayi Sejak Catin hingga Pascapersalinan

Integrasi ini memudahkan masyarakat mengakses layanan administrasi kependudukan tanpa harus mendatangi sejumlah kantor pelayanan secara terpisah.

Guru SMK Hamil 8 Bulan Tewas Usai Tabrak Minibus di Mojokerto, Ini Namanya

Peristiwa tragis itu terjadi ketika korban sedang perjalanan hendak menuju tempatnya mengabdi sebagai pendidik di Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.

Gelar Razia Simpatik, Petugas Bagi-bagi Helm SNI Buat Pengendara Taat Pajak di Sidoarjo

Ke depan, operasi simpatik dan penagihan dari rumah ke rumah akan terus digencarkan secara bergiliran di sejumlah lokasi strategis di Kabupaten Sidoarjo.