Rabu, 22 Jul 2026 09:40 WIB

Eri Cahyadi Prioritaskan Zakat untuk Kaum Miskin Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 03 Mar 2026 14:06 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Dok. Diskominfo Surabaya).
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Dok. Diskominfo Surabaya).

selalu.id - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan komitmennya memastikan penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), tepat sasaran dengan memprioritaskan warga miskin Kota Pahlawan.

Ia menyoroti masih adanya potensi zakat yang dihimpun dari warga Surabaya namun justru disalurkan ke luar daerah.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pernyataan itu disampaikan Eri saat membuka kegiatan Garage Day yang digelar serentak di 31 kecamatan, Senin (2/3/2026) kemarin.

Eri menegaskan, zakat yang dikumpulkan dari warga Surabaya seharusnya lebih dulu dimanfaatkan untuk membantu masyarakat sekitar yang membutuhkan.

“Kalau mengumpulkan uang di Surabaya, tapi mengeluarkan zakat kadang ke luar dari Kota Surabaya. Padahal tetangga sendiri itu masih ada yang tidak punya,” jelasnya.

Karena itu, ia memastikan akan menindak tegas Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang tidak transparan dalam pelaporan maupun tidak memprioritaskan warga lokal sebagai penerima manfaat. Bahkan, sanksi administratif hingga penutupan lembaga bisa diberlakukan sesuai aturan.

Eri mengaku telah berkoordinasi dengan Kementerian Agama untuk memperkuat pengawasan administrasi dan laporan penyaluran zakat.

Baca Juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Menurutnya, setiap LAZ wajib melaporkan secara rinci data penerima manfaat dari dana yang dihimpun.

“Saya tanya sama Kemenag, kalau misal dia tidak mau, bagaimana aturannya. Aturannya dia gak mau bisa ditutup, kalau dia tidak menjalankan,” tegasnya.

Ia berharap seluruh lembaga pengelola ZIS tetap memaksimalkan penghimpunan dana di Surabaya, namun mengutamakan penyaluran bagi warga Surabaya terlebih dahulu sebelum ke daerah lain.

Selain penertiban tata kelola zakat, Eri juga menyinggung pentingnya solidaritas sosial untuk menekan kesenjangan ekonomi.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Ia mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) dan warga mampu lebih peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar.

Menurut Eri, kegiatan Garage Day menjadi salah satu wujud nyata berbagi rezeki kepada masyarakat. Tahun ini, partisipasi ASN dalam kegiatan tersebut disebutnya meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Sebagian harta kita itu adalah milik orang-orang yang berhak, yang dititipkan oleh Tuhan kepada kita. Maka kita punya kewajiban untuk mengeluarkan,” pungkas dia.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Sinergi Nasional dari Jember, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kemudahan Usaha dan Pembiayaan Murah

Pemerintah Kabupaten Jember terus berkomitmen membantu UMKM agar mampu berkembang menjadi usaha yang lebih produktif dan berdaya saing.

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.