Sabtu, 14 Feb 2026 16:43 WIB

Polres Jember Evakuasi Korban Banjir di Rambipuji, Pastikan Bantuan Merata

Penanganan bencana oleh tim gabungan yang terdiri dari Polres Jember Polda Jatim beserta jajarannya, TNI, Basarnas, BPBD, PMI, Tagana, Dinas Sosial, dan Kecamatan.
Penanganan bencana oleh tim gabungan yang terdiri dari Polres Jember Polda Jatim beserta jajarannya, TNI, Basarnas, BPBD, PMI, Tagana, Dinas Sosial, dan Kecamatan.

selalu.id – Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Jember, Jawa Timur, sejak Kamis hingga Jumat dini hari (12-13 Februari 2026) memicu banjir di sejumlah wilayah. Bencana ini menyebabkan ribuan warga harus dievakuasi dan mengungsi.
 
Upaya penanganan bencana dilakukan secara terpadu oleh tim gabungan yang terdiri dari Polres Jember Polda Jatim beserta jajarannya, TNI, Basarnas, BPBD, PMI, Tagana, Dinas Sosial, pemerintah kecamatan dan desa, serta para relawan. Selain mengevakuasi warga, petugas juga melakukan pembersihan sisa lumpur dan mendirikan dapur umum maupun dapur mandiri untuk memenuhi kebutuhan logistik para pengungsi.

Baca Juga: Damkar Beraksi Lagi, Kali Ini Evakuasi Kucing Terjepit di Antara Rumah Warga

Waka Polres Jember, Kompol Ferry Dharmawan yang turut memimpin evakuasi, mengatakan bahwa fokus utama penanganan saat ini berada di Kecamatan Rambipuji sebagai wilayah terdampak paling parah. Warga yang rumahnya terendam dipindahkan ke lokasi aman, salah satunya di Balai Desa Rambipuji.
 
“Kami hadir untuk memastikan warga terdampak mendapatkan pertolongan dengan cepat. Evakuasi kami lakukan ke tempat yang lebih aman, sekaligus menyalurkan bantuan logistik selama masa tanggap darurat,” ungkap Kompol Ferry, Sabtu (14/2/2026).
 
Ia menegaskan, Polres Jember Polda Jatim akan terus berkoordinasi intensif dengan BPBD dan instansi terkait guna mempercepat penanganan dampak banjir serta menjaga situasi tetap kondusif.
 
“Sinergi lintas instansi terus kami lakukan, baik dalam proses evakuasi, pengamanan wilayah, maupun distribusi bantuan. Keselamatan dan kebutuhan dasar warga menjadi prioritas utama kami,” tegasnya.
 
Hingga saat ini, ratusan warga masih bertahan di lokasi pengungsian, yang tersebar di Balai Desa Rambipuji, rumah kerabat, dan sejumlah tempat ibadah.
 
Data dari BPBD mencatat, total sebanyak 3.944 kepala keluarga (KK) di 8 kecamatan dan 17 desa/kelurahan terdampak banjir ini. Kecamatan Rambipuji menjadi wilayah paling parah dengan 3.210 KK terdampak.
 
Meningkatnya debit air di beberapa sungai strategis, seperti Sungai Dinoyo, Kaliputih, Kalijompo, Kaliklepuh, dan Sungai Bedadung, menyebabkan luapan air setinggi 30 sentimeter hingga 2 meter. Air tersebut merendam permukiman warga, merusak infrastruktur jembatan, serta mengganggu arus lalu lintas di sejumlah titik.

Baca Juga: Dampak Banjir Belum Pulih, Lima KA Jarak Jauh dari Surabaya Dibatalkan

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Adaptasi Teknologi Informasi, PMI Kota Mojokerto Perkuat Layanan Kemanusiaan

​Dalam forum tersebut, Ning Ita memaparkan laporan kinerja sepanjang tahun 2025 yang menunjukkan peningkatan efektivitas layanan.

Brigjen Dekananto Eko Purwono Dianugerahi Satyalancana Wira Karya, Ini Rekam Jejaknya

Salah satu prestasi menonjol yang diingat publik adalah keberhasilannya menyatukan elemen suporter sepak bola di Jawa Timur pada awal November 2023.

DPD Golkar Surabaya Buka Ruang Gagasan SOKSI, Siapkan Agenda Program Berbasis Pekerja

Akmar menyebut SOKSI memiliki posisi strategis dalam sejarah dan perkembangan Partai Golkar.

Reses di Tambak Osowilangun, Yona Bagus Kucurkan Bantuan dan Singgung Validitas DTSEN

Yona menegaskan bahwa data DTSN yang tidak valid berpotensi membuat bantuan tidak tepat sasasaran.

Pemkot Surabaya Perluas Beasiswa Pemuda Tangguh, Jangkauan Capai 24 Ribu Mahasiswa PTN Negeri-Swasta

Sebelumnya program tersebut hanya menjangkau sekitar tiga ribu mahasiswa, kini meningkat signifikan menjadi 24 ribu mahasiswa.

Kelola Rp180 Triliun Dana Haji, BPKH Mengaku Komitmen Transparansi

Menurut Zaky, saat ini terdapat sekitar 5,5 juta calon jemaah yang terdaftar dan sedang menunggu giliran berangkat haji.