Jumat, 21 Agu 2026 16:17 WIB

84 Biduan Dangdut di Jatim Korban Arisan Bodong Mengadu ke Armuji, Kerugian Rp1,8 Miliar

Perwakilan korban arisan bodong mendatangi rumah dinas Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji. (Dok. Istimewa).
Perwakilan korban arisan bodong mendatangi rumah dinas Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji. (Dok. Istimewa).

selalu.id - Sejumlah biduan dangdut dari berbagai grup orkestra mendatangi Rumah Dinas Wakil Wali Kota Surabaya Armuji di Jalan Walikota Mustajab untuk melaporkan dugaan arisan bodong dengan total kerugian mencapai Rp1,8 miliar, Selasa (12/5/2026).

Kedatangan para biduan tersebut bertujuan meminta pendampingan hukum serta pengawalan kasus yang diduga dilakukan oleh rekan sesama biduan berinisial NS yang dikenal dengan nama panggung Amanda.

Baca Juga: Soal Foto Armuji Tak Dipasang di Poster Soekarno Cup 2026, Begini Jawaban Halus Panitia

Sebanyak tujuh orang perwakilan dari total 84 korban hadir di rumah dinas Wakil Wali Kota Surabaya sejak pukul 08.00 WIB.

Mereka berasal dari grup dangdut orkestra di Surabaya, Sidoarjo, Lamongan, Gresik, hingga Mojokerto.

Mayoritas korban diketahui merupakan warga Surabaya dengan persentase mencapai sekitar 70 persen dari total peserta arisan.

Salah satu korban, Dhea Bonita mengaku mengalami kerugian hingga Rp40 juta setelah mengikuti arisan yang dikelola terduga pelaku. Menurut perempuan berusia 22 tahun tersebut, uang disetorkan secara bertahap mulai nominal Rp1 juta dengan janji keuntungan cepat dan berlipat.

“Kalau aku pribadi uangku Rp40 juta itu masuk, itu aku nitipnya pertama kali itu Rp1 juta secara bertahap. Itu dijanjikan dapat keuntungan berlipat mulai Rp1,150 juta sampai Rp1,200 juta,” ungkapnya.

Dhea menjelaskan arisan tersebut mulai berjalan sejak tahun 2025 dan pada awalnya berlangsung lancar sesuai kesepakatan. Namun kondisi berubah pada Februari 2026 ketika proses pencairan dana mulai macet dan terduga pelaku sulit dihubungi.

“Awalnya kami percaya, sebab selain karena NS ini adalah teman kenalan sesama biduan saat tampil manggung, dari panggung ke panggung. Ia juga sempat mencairkan arisan sesuai kesepakatan, di awal-awal kita join,” jelasnya.

Korban lainnya, Jihan Safita, juga mengaku mengalami kerugian hingga Rp15,8 juta dalam arisan tersebut.

Menurutnya, terduga pelaku menawarkan setoran dengan nominal mulai Rp1 juta hingga jumlah yang tidak terbatas.

“Kalau saya sudah setor uang itu Rp15,8 juta. Nah, yang paling banyak setor itu ada rekan saya juga, sampai mencapai Rp195 juta dan uang itu belum kembali,” katanya.

Baca Juga: 12 Warga Jatim jadi Korban Penipuan Kerja ke Hong Kong, Kerugian Ratusan Juta

Jihan mengaku awalnya sempat ragu untuk bergabung, namun akhirnya percaya setelah melihat gaya hidup mewah yang ditampilkan terduga pelaku di media sosial.

“Ya sempet ragu, terus kemudian terpaksa yakin. Karena ia sering mengunggah aset-aset kepemilikannya di medsos, flexing-flexing begitu lah,” paparnya.

Pendamping hukum korban, Yudhistira Eka Putra, mengatakan total kerugian seluruh korban mencapai Rp1,8 miliar.

Ia menjelaskan modus yang digunakan pelaku yakni menawarkan keuntungan instan sebesar 20 hingga 50 persen dalam waktu singkat.

“Cara kerjanya seperti apa ini. Yaitu dari pelaku menawarkan pembelian arisan dengan dijanjikan keuntungan 20 persen sampai 50 persen dengan rentan waktu yang cukup singkat,” jelas Yudhistira.

Hingga kini keberadaan NS belum diketahui meskipun pihak keluarga terduga pelaku disebut sempat berjanji akan mengganti kerugian korban paling lambat pada 17 Mei 2026.

Baca Juga: Ketika Foto Armuji Tak Dimasukkan dalam Poster Soekarno Cup 2026, Ada Apa dengan PDIP?

Menurut Yudhistira, para korban saat ini masih menunggu itikad baik dari pihak keluarga sebelum mengambil langkah hukum lanjutan.

“Kita masih menunggu sampai tanggal 17 ini tiba, jika pada tanggal 17 itu tidak ada jawaban maka kami akan ambil langkah lebih lanjut,” ujarnya.

Melalui pengaduan tersebut, pihak korban berharap Pemerintah Kota Surabaya memberikan perhatian khusus karena mayoritas korban merupakan warga Kota Pahlawan.

“Korban mengharapkan adanya atensi dari pemerintah kota karena 70 persen lebih korban merupakan warga Kota Surabaya. Tentunya harapannya dari para korban berharap adanya atensi dari Cak Armuji,” papar Yudhistira.

Menanggapi laporan tersebut, Wakil Wali Kota Surabaya Armuji menyatakan siap mengawal penyelesaian kasus dugaan arisan bodong tersebut.

"Secepatnya kita menemui pihak keluarga terduga pelaku guna mencari solusi terbaik bagi para korban," ujarnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Naikkan Standar Kompetisi, Soekarno Cup 2026 Gunakan Wasit Liga 1 dan Teknologi VAR

Soekarno Cup diinisiasi Prananda Prabowo dengan visi membangun ruang kompetisi yang mampu mempertemukan talenta muda.

Sekolah Merdeka Tanpa Narkoba, Langkah Pelindo dan BNNP Jatim Mewujudkan Generasi Muda Bersinar

Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini diproyeksikan bakal menjangkau total 200 siswa di berbagai sekolah kawasan Jawa Timur.

Wisata Gunung Bromo Kini Kembali Dibuka, Ini Aturan yang Harus Dipatuhi Wisatawan ‎

‎Pengunjung juga diminta bersama-sama menjaga kawasan agar kejadian kebakaran serupa tidak kembali terjadi.

Sukses Majukan Koperasi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita Sabet Penghargaan dari Menkop

Penghargaan ini menjadi apresiasi atas kiprah Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto dalam mendorong kemajuan dan penguatan koperasi di Kota Majapahit.

Harga Emas Antam Hari Ini: Masih Stabil Belum Berubah, Berikut Rincian Lengkapnya

Dengan demikian, harga emas Antam kembali menjauh dari level Rp3 juta per gram dan mengalami penurunan dibanding perdagangan sebelumnya.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Ada Peluang Bisnis Bagus, Siapkan Ide dan Rasakan Nikmatnya

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.