Rabu, 21 Okt 2026 03:46 WIB

Banyak PSU Perumahan Tak Diserahkan, Pemkot Surabaya Ancam Umumkan Nama Pengembang Nakal

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 27 Jan 2026 15:59 WIB
Foto: Pemkot Surabaya
Foto: Pemkot Surabaya

selalu.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai memperketat pengawasan terhadap pengembang perumahan yang belum menyerahkan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU).

 

Baca Juga: Bunda Jelita Surabaya Integrasikan Layanan Ibu dan Bayi Sejak Catin hingga Pascapersalinan

Langkah tegas ini ditempuh demi melindungi hak warga perumahan agar fasilitas lingkungan bisa dikelola secara resmi oleh pemerintah.

 

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Surabaya, Iman Kristian, menegaskan bahwa penyerahan PSU adalah kewajiban pengembang sebagaimana diatur dalam Peraturan Wali Kota Surabaya Nomor 11 Tahun 2024 tentang Tata Cara Penyerahan PSU.

 

Namun, hingga kini masih ada pengembang yang belum menunaikan kewajibannya. Bahkan, enam pengembang terancam diumumkan ke publik karena belum menyerahkan PSU sesuai ketentuan.

 

“Kami mengedepankan komunikasi dan pembinaan lebih dulu. Tapi kalau sampai peringatan ketiga belum ada tindak lanjut, kami bisa menunda proses perizinan mereka,” kata Iman, Selasa (27/1/2026).

 

Pemkot Surabaya menerapkan tahapan penegakan aturan secara bertahap, mulai dari surat penagihan hingga surat peringatan. Jika tetap tak diindahkan, pemerintah dapat menunda persetujuan dokumen dan perizinan proyek baru milik pengembang tersebut.

 

Langkah ini, menurut Iman, bukan untuk menghambat iklim investasi, melainkan memberi kepastian hukum sekaligus perlindungan bagi masyarakat sebagai konsumen perumahan.

 

Tak hanya itu, nama pengembang juga bisa diumumkan ke publik sebagai bentuk transparansi agar calon pembeli rumah mengetahui rekam jejak pengembang.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Perketat Penjualan Minol, Pembeli Wajib Tunjukkan Identitas

“Blacklist menjadi langkah terakhir kalau semua upaya pembinaan tidak dipatuhi,” tegasnya.

 

Keterlambatan penyerahan PSU umumnya disebabkan persoalan administratif. Di antaranya proses pemecahan sertifikat tanah di Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang belum rampung, hingga perbedaan antara kondisi fisik di lapangan dengan site plan yang sudah disahkan.

 

Karena itu, Pemkot mengimbau pengembang segera mengurus Berita Acara Serah Terima (BAST) administrasi setelah site plan disetujui. Penyerahan fisik PSU juga dapat dilakukan bertahap, mulai progres pembangunan 30 persen hingga 100 persen.

 

Dalam kasus tertentu, ada perumahan yang pengembangnya sudah tidak diketahui keberadaannya. Untuk kondisi ini, warga tak perlu pasrah.

 

Baca Juga: Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Perwakilan warga dapat mengajukan permohonan penyerahan PSU secara mandiri kepada Pemkot Surabaya agar fasilitas lingkungan tetap bisa dikelola dan mendapat pelayanan yang layak.

 

“Tujuan kami agar fasilitas lingkungan perumahan dikelola dengan baik dan warga tidak dirugikan,” ujar Iman.

 

Pemkot Surabaya mencatat, hingga saat ini 128 pengembang dari 270 perumahan telah menyerahkan PSU. Sementara 20 pengembang sudah masuk daftar hitam (blacklist) karena tidak memenuhi kewajiban.

 

Dengan pengawasan yang semakin ketat, Pemkot berharap tak ada lagi warga perumahan yang harus menanggung sendiri perawatan jalan, drainase, atau fasilitas umum lain yang semestinya menjadi tanggung jawab pengembang.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kisah Dua Saudara di Nganjuk Merawat Takdir Gamelan Legendaris di Panggung Dunia

Satu paket gamelan lengkap dibanderol mulai Rp90 juta untuk material besi puncu kuningan, sedangkan untuk material full kuningan mencapai Rp300 juta per paket.

Gegara Sampah, Garasi Rumah dan Mobil di Nganjuk Ludes Terbakar

Atas kejadian ini, pihak Damkar mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan, terutama saat kondisi cuaca berangin, apalagi musim kemarau.

Polda Jatim Minta Mahasiswa Kritis dan Objektif Sikapi Isu Daerah

Polda Jatim komitmen untuk terus memelihara komunikasi yang berkesinambungan dengan elemen mahasiswa demi terciptanya stabilitas kamtibmas yang aman dan damai.

Guru SMK Hamil 8 Bulan Tewas Usai Tabrak Minibus di Mojokerto, Ini Namanya

Peristiwa tragis itu terjadi ketika korban sedang perjalanan hendak menuju tempatnya mengabdi sebagai pendidik di Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.

Gelar Razia Simpatik, Petugas Bagi-bagi Helm SNI Buat Pengendara Taat Pajak di Sidoarjo

Ke depan, operasi simpatik dan penagihan dari rumah ke rumah akan terus digencarkan secara bergiliran di sejumlah lokasi strategis di Kabupaten Sidoarjo.

Pemuda Bawa Truk Tronton Tabrak Tiang PJU di Balongbendo Sidoarjo

Atas kejadian ini, korban mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit. Sementara truknya yang terguling dievakuasi petugas.