Kamis, 04 Jun 2026 13:10 WIB

Jadi Pilot Project Nasional, DPRD Surabaya Soroti 239.277 KK DTSEN Tak Ditemukan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 14 Jan 2026 18:39 WIB
Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko
Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko

selalu.id - Kota Surabaya yang ditunjuk sebagai pilot project nasional Program Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) justru masih menyisakan pekerjaan rumah besar. 

 

Baca Juga: Polemik Pajak Rumah Kos di Surabaya Tuai Protes

Sebanyak 239.277 kepala keluarga (KK) tercatat belum terverifikasi atau masuk kategori tidak ditemukan.

 

Persoalan ini menjadi sorotan serius DPRD Kota Surabaya dalam rapat kerja bersama jajaran Pemerintah Kota Surabaya di Gedung DPRD, Rabu (14/1/2025).

 

Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko atau akrab disapa Cak Yebe, mengapresiasi kinerja aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas sebagai surveyor DTSEN. 

 

Namun, ia menegaskan, capaian tersebut tidak boleh membuat Pemkot lengah terhadap ribuan data warga yang belum terverifikasi.

 

“DPRD mengapresiasi kerja keras ASN di lapangan. Pendataan DTSEN ini bukan pekerjaan mudah, butuh tenaga, ketelitian, dan kesabaran tinggi,” ujar Cak Yebe.

 

Meski demikian, Cak Yebe menegaskan bahwa angka 239.277 KK tidak ditemukan harus segera dituntaskan. Ia menjelaskan, kategori tidak ditemukan bukan semata karena kelalaian petugas, melainkan dipengaruhi dinamika masyarakat perkotaan.

 

“Warga sudah dikunjungi lebih dari dua kali, tapi tidak ditemui sesuai alamat. Ada yang pindah kecamatan, ada yang keluar kota, bahkan ada yang sudah tidak menetap,” jelasnya.

 

Baca Juga: DPRD Surabaya Siap Perjuangkan Perda Disabilitas

Cak Yebe mengingatkan, posisi Surabaya sebagai daerah percontohan nasional membuat persoalan data ini menjadi sorotan banyak pihak. 

 

Terlebih, Pemkot Surabaya telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Nasional, dan program DTSEN juga mendapat apresiasi dari Gubernur Jawa Timur.

 

“Bu Gubernur bahkan meminta pendataan DTSEN dilakukan serentak di 37 kabupaten/kota di Jawa Timur, dengan Surabaya sebagai starter atau contoh. Jangan sampai daerah lain justru lebih cepat selesai daripada Surabaya,” tegasnya.

 

Komisi A DPRD Surabaya juga menyoroti metode pendataan yang saat ini masih mengandalkan ASN sebagai surveyor lapangan. Menurut Cak Yebe, pendekatan tersebut perlu dievaluasi, terutama untuk kawasan perumahan menengah ke atas, cluster premium, hingga apartemen.

 

Baca Juga: DPRD Surabaya Bakal Panggil Lagi DPRKPP Soal Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari

“Karakter pemukiman ini berbeda. Akses terbatas, sistem keamanan ketat, tidak bisa disamakan dengan kampung padat penduduk,” katanya.

 

Untuk itu, ia mendorong Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) melibatkan asosiasi pengembang seperti APERSI dan REI Surabaya agar membantu memfasilitasi tim surveyor dalam mendata warga di kawasan perumahan dan apartemen.

 

Sebagai langkah percepatan, DPRD juga meminta Pemkot Surabaya melakukan jemput bola dengan melibatkan perangkat kewilayahan hingga tingkat paling bawah.

 

“RT dan RW itu ujung tombak. Mereka tahu persis kondisi warganya. Kalau dilibatkan aktif, saya yakin pendataan DTSEN bisa lebih cepat dan akurat,” pungkas Cak Yebe.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.