Kamis, 24 Sep 2026 20:36 WIB

Jadi Pilot Project Nasional, DPRD Surabaya Soroti 239.277 KK DTSEN Tak Ditemukan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 14 Jan 2026 18:39 WIB
Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko
Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko

selalu.id - Kota Surabaya yang ditunjuk sebagai pilot project nasional Program Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) justru masih menyisakan pekerjaan rumah besar. 

 

Baca Juga: Pungli Rekrutmen Pemkot Surabaya: Jangan Cuma Tangkap Kroco, Seret Penikmat Aliran Dananya!

Sebanyak 239.277 kepala keluarga (KK) tercatat belum terverifikasi atau masuk kategori tidak ditemukan.

 

Persoalan ini menjadi sorotan serius DPRD Kota Surabaya dalam rapat kerja bersama jajaran Pemerintah Kota Surabaya di Gedung DPRD, Rabu (14/1/2025).

 

Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko atau akrab disapa Cak Yebe, mengapresiasi kinerja aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas sebagai surveyor DTSEN. 

 

Namun, ia menegaskan, capaian tersebut tidak boleh membuat Pemkot lengah terhadap ribuan data warga yang belum terverifikasi.

 

“DPRD mengapresiasi kerja keras ASN di lapangan. Pendataan DTSEN ini bukan pekerjaan mudah, butuh tenaga, ketelitian, dan kesabaran tinggi,” ujar Cak Yebe.

 

Meski demikian, Cak Yebe menegaskan bahwa angka 239.277 KK tidak ditemukan harus segera dituntaskan. Ia menjelaskan, kategori tidak ditemukan bukan semata karena kelalaian petugas, melainkan dipengaruhi dinamika masyarakat perkotaan.

 

“Warga sudah dikunjungi lebih dari dua kali, tapi tidak ditemui sesuai alamat. Ada yang pindah kecamatan, ada yang keluar kota, bahkan ada yang sudah tidak menetap,” jelasnya.

 

Baca Juga: DPRD Surabaya Telusuri Riwayat Tanah di Karangpoh, BPN Mangkir RDP

Cak Yebe mengingatkan, posisi Surabaya sebagai daerah percontohan nasional membuat persoalan data ini menjadi sorotan banyak pihak. 

 

Terlebih, Pemkot Surabaya telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Nasional, dan program DTSEN juga mendapat apresiasi dari Gubernur Jawa Timur.

 

“Bu Gubernur bahkan meminta pendataan DTSEN dilakukan serentak di 37 kabupaten/kota di Jawa Timur, dengan Surabaya sebagai starter atau contoh. Jangan sampai daerah lain justru lebih cepat selesai daripada Surabaya,” tegasnya.

 

Komisi A DPRD Surabaya juga menyoroti metode pendataan yang saat ini masih mengandalkan ASN sebagai surveyor lapangan. Menurut Cak Yebe, pendekatan tersebut perlu dievaluasi, terutama untuk kawasan perumahan menengah ke atas, cluster premium, hingga apartemen.

 

Baca Juga: Kisah Tifa, Siswi SMKN 5 Surabaya Tak Mampu Beli Seragam Tapi Tercatat Kaya

“Karakter pemukiman ini berbeda. Akses terbatas, sistem keamanan ketat, tidak bisa disamakan dengan kampung padat penduduk,” katanya.

 

Untuk itu, ia mendorong Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) melibatkan asosiasi pengembang seperti APERSI dan REI Surabaya agar membantu memfasilitasi tim surveyor dalam mendata warga di kawasan perumahan dan apartemen.

 

Sebagai langkah percepatan, DPRD juga meminta Pemkot Surabaya melakukan jemput bola dengan melibatkan perangkat kewilayahan hingga tingkat paling bawah.

 

“RT dan RW itu ujung tombak. Mereka tahu persis kondisi warganya. Kalau dilibatkan aktif, saya yakin pendataan DTSEN bisa lebih cepat dan akurat,” pungkas Cak Yebe.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Jalan Karangbong Sidoarjo Dalam Ancaman Banjir dan Kerusakan, DPRD Bilang Begini

Selain infrastruktur fisik, ulah kendaraan bertonase besar yang melintas tidak sesuai jam operasional turut memicu kerusakan.

Momen Siswa SMP Labschool Unesa 3 Surabaya dan Mahasiswa Asing Belajar Bahasa hingga Kuliner Tradisional

Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen nyata SMP Labschool Unesa 3 dalam mencetak generasi muda yang berwawasan global tanpa melupakan akar budaya.

Kapasitas Pelabuhan Meningkat, Pakar UGM: Integrasi Logistik Darat jangan Diabaikan!

Prof. Kuncoro Harto Widodo, mengatakan pertumbuhan arus peti kemas perlu diimbangi dengan penguatan seluruh simpul dalam ekosistem logistik. 

6,1 Juta Batang Rokok dan Ribuan Liter Miras di Pasuruan Dimusnahkan

Gus Shobih menyebut tindakan ini juga bagian dari transparansi dan akuntabilitas pengelolaan Barang Menjadi Milik Negara (BMMN) hasil operasi penindakan.

Polda Jatim Bongkar Penipuan Kripto dan Saham Jaringan Internasional, Sita Uang Rp81,5 M

Atas ungkap ini, Kapolda Jatim Irjen Nanang Avianto pun mewanti-wanti masyarakat agar tidak gampang tergiur iming-iming investasi berimbal hasil tidak wajar.

7 Jam Geledah BPN Jatim, Ini Barang Bukti yang Disita KPK

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut perkara dugaan korupsi yang sebelumnya diungkap tim lembaga antirasuah di BPN Kota Mojokerto.