Minggu, 15 Feb 2026 12:35 WIB

Insiden Dugaan Pelecehan Siswi SMP di Suroboyo Bus, DPRD Desak Evaluasi Total Transportasi Publik

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 11 Jan 2026 20:17 WIB
Salah satu armada Suroboyo Bus
Salah satu armada Suroboyo Bus

selalu.id - Insiden pelecehan seksual terhadap siswi SMP di dalam Suroboyo Bus menjadi tamparan bagi predikat Kota Layak Anak Surabaya. 

DPRD pun mendesak Pemerintah Kota segera mengevaluasi total keamanan transportasi publik.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Buka Pendaftaran Paskibraka 2026, Ini Syaratnya bagi Pelajar Kelas X 

Kejadian ini berawal dari insiden yang terjadi pada Rabu (7/1/2026) sekitar pukul 15.30 WIB itu langsung menuai sorotan DPRD Kota Surabaya. Kasus tersebut menunjukkan masih adanya celah serius dalam sistem keamanan transportasi umum.

Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Achmad Nurdjayanto, menyatakan keprihatinan mendalam atas kejadian tersebut. Menurutnya, transportasi publik semestinya menjadi ruang aman, bukan justru memunculkan trauma, terutama bagi anak-anak dan perempuan.

“Ini alarm keras. Jangan sampai Surabaya menyandang predikat Kota Layak Anak, tapi ruang publiknya justru tidak aman,” kata Achmad, Minggu (11/1/2026).

Kasus ini terungkap saat korban turun bersama ibunya di Halte Jalan Urip Sumoharjo. Pelaku diduga memanfaatkan kondisi bus yang padat untuk melakukan aksi pelecehan. 

Menyadari anaknya menjadi korban, sang ibu berteriak hingga memicu perhatian warga sekitar.

Pelaku sempat melarikan diri ke permukiman warga, namun pelariannya terhenti di sebuah gang buntu. Warga yang geram mengepung pelaku sebelum akhirnya diamankan aparat kepolisian.

Menanggapi peristiwa tersebut, Achmad mendesak Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Perhubungan (Dishub) segera melakukan evaluasi total terhadap pengamanan armada Suroboyo Bus. Ia mengusulkan pemisahan area penumpang secara lebih tegas sebagai langkah pencegahan.

Baca Juga: Target Suara Golkar Naik 20 Persen, Arif Fathoni Gelar Ziarah Wali Lima di Dapil 3 Surabaya

“Bisa dibuat skema perempuan di depan, laki-laki di belakang. Ini proteksi awal agar ruang gerak pelaku kejahatan seksual semakin sempit,” ujarnya.

Selain itu, ia menekankan optimalisasi peran helper di dalam bus. Menurutnya, helper tidak hanya bertugas membantu operasional, tetapi juga harus menjadi garda awal pengawasan keamanan penumpang.

“Helper harus aktif mengawasi, memberi peringatan, dan mensosialisasikan mekanisme pelaporan jika terjadi tindak kriminal,” tegasnya.

Achmad juga mendorong Dishub memastikan seluruh blind spot di dalam bus terjangkau kamera pengawas. Ia meminta pemasangan CCTV benar-benar efektif dan dilengkapi tanda larangan tindakan asusila yang mudah terlihat.

Baca Juga: Dispendik Surabaya Buka Seleksi Dewan Pendidikan 2026–2030, Ini Jadwal dan Syaratnya

“Harus ada peringatan tegas bahwa bus diawasi CCTV dan pelaku bisa diproses hukum. Ini penting untuk efek jera,” tandas legislator Fraksi Golkar tersebut.

Terpisah, Dinas Perhubungan Kota Surabaya memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan transportasi publik pasca kejadian tersebut. Kepala UPTD Pengelolaan Transportasi Umum Dishub Surabaya, Eni Sugiharti Fajarsari, menyatakan pihaknya tidak akan mengabaikan insiden ini.

“Pengawasan di dalam bus selama ini dilakukan oleh helper. Namun kejadian ini menjadi bahan evaluasi kami untuk memperkuat keamanan penumpang,” ujarnya.

Eni menjelaskan, Suroboyo Bus sebenarnya telah menerapkan zonasi tempat duduk, dengan kursi pink bagi penumpang perempuan dan kursi oranye untuk penumpang umum. Meski demikian, Dishub menilai perlu penguatan pengawasan agar aturan tersebut berjalan efektif.

Editor : Yasin
Berita Terbaru

Pemulihan Dampak Banjir, Pemkab Jember Utamakan Kerja Lapangan 

Jembatan terdampak serta jalan provinsi yang melintasi wilayah Gumukmas, Kencong dan Jombang jadi perhatian.

Mengalirkan Kebaikan di HUT ke-52 SIER, Dirut Danareksa Turut Donorkan Darah

Peserta donor berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari karyawan aktif SIER, para pensiunan, tenant kawasan industri, hingga masyarakat umum.

Komitmen Green Party, PKB Jatim Kampanye Anti-Plastik Sekali Pakai

Gus Halim menuturkan, isu lingkungan memang menjadi perhatian serius PKB sejak awal.

PKB Jatim Peremajaan Struktur, Dominasi Anak Muda Hadapi Dinamika Politik

Gus Halim menilai, peta pemilih ke depan akan didominasi kalangan muda dengan karakter dan dinamika yang berbeda.

Siapkan Ruang Ekspresi Pemuda, Pemkab Jember Akan Bangun Sirkuit Balap Motor

Gus Fawait mengatakan, bahwa pembangunan sirkuit bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan bagian dari strategi pembinaan kepemudaan.

Adaptasi Teknologi Informasi, PMI Kota Mojokerto Perkuat Layanan Kemanusiaan

​Dalam forum tersebut, Ning Ita memaparkan laporan kinerja sepanjang tahun 2025 yang menunjukkan peningkatan efektivitas layanan.