Kamis, 04 Jun 2026 10:02 WIB

Insiden Dugaan Pelecehan Siswi SMP di Suroboyo Bus, DPRD Desak Evaluasi Total Transportasi Publik

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 11 Jan 2026 20:17 WIB
Salah satu armada Suroboyo Bus
Salah satu armada Suroboyo Bus

selalu.id - Insiden pelecehan seksual terhadap siswi SMP di dalam Suroboyo Bus menjadi tamparan bagi predikat Kota Layak Anak Surabaya. 

DPRD pun mendesak Pemerintah Kota segera mengevaluasi total keamanan transportasi publik.

Baca Juga: Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Kejadian ini berawal dari insiden yang terjadi pada Rabu (7/1/2026) sekitar pukul 15.30 WIB itu langsung menuai sorotan DPRD Kota Surabaya. Kasus tersebut menunjukkan masih adanya celah serius dalam sistem keamanan transportasi umum.

Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Achmad Nurdjayanto, menyatakan keprihatinan mendalam atas kejadian tersebut. Menurutnya, transportasi publik semestinya menjadi ruang aman, bukan justru memunculkan trauma, terutama bagi anak-anak dan perempuan.

“Ini alarm keras. Jangan sampai Surabaya menyandang predikat Kota Layak Anak, tapi ruang publiknya justru tidak aman,” kata Achmad, Minggu (11/1/2026).

Kasus ini terungkap saat korban turun bersama ibunya di Halte Jalan Urip Sumoharjo. Pelaku diduga memanfaatkan kondisi bus yang padat untuk melakukan aksi pelecehan. 

Menyadari anaknya menjadi korban, sang ibu berteriak hingga memicu perhatian warga sekitar.

Pelaku sempat melarikan diri ke permukiman warga, namun pelariannya terhenti di sebuah gang buntu. Warga yang geram mengepung pelaku sebelum akhirnya diamankan aparat kepolisian.

Menanggapi peristiwa tersebut, Achmad mendesak Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Perhubungan (Dishub) segera melakukan evaluasi total terhadap pengamanan armada Suroboyo Bus. Ia mengusulkan pemisahan area penumpang secara lebih tegas sebagai langkah pencegahan.

Baca Juga: Polemik Pajak Rumah Kos di Surabaya Tuai Protes

“Bisa dibuat skema perempuan di depan, laki-laki di belakang. Ini proteksi awal agar ruang gerak pelaku kejahatan seksual semakin sempit,” ujarnya.

Selain itu, ia menekankan optimalisasi peran helper di dalam bus. Menurutnya, helper tidak hanya bertugas membantu operasional, tetapi juga harus menjadi garda awal pengawasan keamanan penumpang.

“Helper harus aktif mengawasi, memberi peringatan, dan mensosialisasikan mekanisme pelaporan jika terjadi tindak kriminal,” tegasnya.

Achmad juga mendorong Dishub memastikan seluruh blind spot di dalam bus terjangkau kamera pengawas. Ia meminta pemasangan CCTV benar-benar efektif dan dilengkapi tanda larangan tindakan asusila yang mudah terlihat.

Baca Juga: DPRD Surabaya Siap Perjuangkan Perda Disabilitas

“Harus ada peringatan tegas bahwa bus diawasi CCTV dan pelaku bisa diproses hukum. Ini penting untuk efek jera,” tandas legislator Fraksi Golkar tersebut.

Terpisah, Dinas Perhubungan Kota Surabaya memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan transportasi publik pasca kejadian tersebut. Kepala UPTD Pengelolaan Transportasi Umum Dishub Surabaya, Eni Sugiharti Fajarsari, menyatakan pihaknya tidak akan mengabaikan insiden ini.

“Pengawasan di dalam bus selama ini dilakukan oleh helper. Namun kejadian ini menjadi bahan evaluasi kami untuk memperkuat keamanan penumpang,” ujarnya.

Eni menjelaskan, Suroboyo Bus sebenarnya telah menerapkan zonasi tempat duduk, dengan kursi pink bagi penumpang perempuan dan kursi oranye untuk penumpang umum. Meski demikian, Dishub menilai perlu penguatan pengawasan agar aturan tersebut berjalan efektif.

Editor : Yasin
Berita Terbaru

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

Tersangka merupakan spesialis pembobol rumah kosong. Tersangka juga tercatat sebagai residivis dalam kasus serupa.