Kamis, 03 Sep 2026 15:23 WIB

Insiden Dugaan Pelecehan Siswi SMP di Suroboyo Bus, DPRD Desak Evaluasi Total Transportasi Publik

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 11 Jan 2026 20:17 WIB
Salah satu armada Suroboyo Bus
Salah satu armada Suroboyo Bus

selalu.id - Insiden pelecehan seksual terhadap siswi SMP di dalam Suroboyo Bus menjadi tamparan bagi predikat Kota Layak Anak Surabaya. 

DPRD pun mendesak Pemerintah Kota segera mengevaluasi total keamanan transportasi publik.

Baca Juga: Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Kejadian ini berawal dari insiden yang terjadi pada Rabu (7/1/2026) sekitar pukul 15.30 WIB itu langsung menuai sorotan DPRD Kota Surabaya. Kasus tersebut menunjukkan masih adanya celah serius dalam sistem keamanan transportasi umum.

Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Achmad Nurdjayanto, menyatakan keprihatinan mendalam atas kejadian tersebut. Menurutnya, transportasi publik semestinya menjadi ruang aman, bukan justru memunculkan trauma, terutama bagi anak-anak dan perempuan.

“Ini alarm keras. Jangan sampai Surabaya menyandang predikat Kota Layak Anak, tapi ruang publiknya justru tidak aman,” kata Achmad, Minggu (11/1/2026).

Kasus ini terungkap saat korban turun bersama ibunya di Halte Jalan Urip Sumoharjo. Pelaku diduga memanfaatkan kondisi bus yang padat untuk melakukan aksi pelecehan. 

Menyadari anaknya menjadi korban, sang ibu berteriak hingga memicu perhatian warga sekitar.

Pelaku sempat melarikan diri ke permukiman warga, namun pelariannya terhenti di sebuah gang buntu. Warga yang geram mengepung pelaku sebelum akhirnya diamankan aparat kepolisian.

Menanggapi peristiwa tersebut, Achmad mendesak Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Perhubungan (Dishub) segera melakukan evaluasi total terhadap pengamanan armada Suroboyo Bus. Ia mengusulkan pemisahan area penumpang secara lebih tegas sebagai langkah pencegahan.

Baca Juga: Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

“Bisa dibuat skema perempuan di depan, laki-laki di belakang. Ini proteksi awal agar ruang gerak pelaku kejahatan seksual semakin sempit,” ujarnya.

Selain itu, ia menekankan optimalisasi peran helper di dalam bus. Menurutnya, helper tidak hanya bertugas membantu operasional, tetapi juga harus menjadi garda awal pengawasan keamanan penumpang.

“Helper harus aktif mengawasi, memberi peringatan, dan mensosialisasikan mekanisme pelaporan jika terjadi tindak kriminal,” tegasnya.

Achmad juga mendorong Dishub memastikan seluruh blind spot di dalam bus terjangkau kamera pengawas. Ia meminta pemasangan CCTV benar-benar efektif dan dilengkapi tanda larangan tindakan asusila yang mudah terlihat.

Baca Juga: Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

“Harus ada peringatan tegas bahwa bus diawasi CCTV dan pelaku bisa diproses hukum. Ini penting untuk efek jera,” tandas legislator Fraksi Golkar tersebut.

Terpisah, Dinas Perhubungan Kota Surabaya memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan transportasi publik pasca kejadian tersebut. Kepala UPTD Pengelolaan Transportasi Umum Dishub Surabaya, Eni Sugiharti Fajarsari, menyatakan pihaknya tidak akan mengabaikan insiden ini.

“Pengawasan di dalam bus selama ini dilakukan oleh helper. Namun kejadian ini menjadi bahan evaluasi kami untuk memperkuat keamanan penumpang,” ujarnya.

Eni menjelaskan, Suroboyo Bus sebenarnya telah menerapkan zonasi tempat duduk, dengan kursi pink bagi penumpang perempuan dan kursi oranye untuk penumpang umum. Meski demikian, Dishub menilai perlu penguatan pengawasan agar aturan tersebut berjalan efektif.

Editor : Yasin
Berita Terbaru

Bupati Subandi Wanti-wanti Petugas Puskesmas Sidoarjo: Birokrat Sifatnya Melayani, Gak Boleh Emosi!

Bukan sekadar urusan medis, sikap para petugas hingga kelayakan fasilitas di Puskesmas dinilai sangat menentukan kualitas pengalaman berobat warga.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.

Wakapolda Metro Jaya Dekananto Eko Purwono Resmi Sandang Pangkat Irjen Pol

Salah satu keberhasilan paling menonjol saat memimpin Dinas Intelkam Polda Jatim adalah penanganan konflik antar perguruan pencak silat. 

Langkah Sigap PDS Bantu Warga Terdampak Gempa Flores di Tiga Wilayah NTT

Sekretaris Perusahaan PDS, Bayu Widyafrasta menegaskan bahwa aksi cepat ini merupakan komitmen dan kepedulian nyata perusahaan terhadap warga terdampak bencana.