Kamis, 23 Jul 2026 02:45 WIB

Patroli Motor Wali Kota Eri Uji Strategi Pecah Massa Tahun Baru 2026

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 01 Jan 2026 09:52 WIB

selalu.id – Menjelang detik-detik pergantian tahun 2026, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah melakukan patroli keamanan di sejumlah titik keramaian Kota Surabaya, Rabu (31/12/2025) malam.

Patroli dilakukan dengan mengendarai sepeda motor untuk memastikan kondisi keamanan dan kelancaran arus lalu lintas di kawasan padat aktivitas warga.

Baca Juga: Patroli Obyek Vital, Polresta Sidoarjo Perketat Antisipasi 3C dan Premanisme

Rombongan menyisir kawasan Kota Lama, Jembatan Suroboyo di Kenjeran, Jalan Raya Darmo, hingga pusat keramaian Tunjungan Romansa. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan warga dapat merayakan malam tahun baru dengan aman dan nyaman.

Di Pos Pantau Darmo atau Taman Bungkul, Eri Cahyadi memantau kondisi lalu lintas melalui layar CCTV terintegrasi. Ia menilai arus lalu lintas pada malam pergantian tahun ini lebih tertib dibanding tahun sebelumnya.

Eri menyampaikan, pengamanan malam tahun baru tahun ini menerapkan strategi pemecahan massa dengan menghindari penumpukan warga di satu titik.

Pemerintah Kota Surabaya bersama TNI dan Polri menempatkan personel pengamanan di 28 titik strategis serta menggelar kegiatan hiburan berskala kecamatan.

“Konsep kita agar massa tidak menyatu di satu titik. Di Balai Kota ada kegiatan, di Kota Lama juga seperti itu. Dengan TNI-Polri meletakkan pasukan di 28 titik, Alhamdulillah kondisi aman dan lebih tertib,” ujar Eri.

Baca Juga: Polwan Jenggala Sisir Titik Keramaian di Sidoarjo, Warga Diajak Jaga Kamtibmas

Ia juga menjelaskan, Surabaya meniadakan pesta kembang api sebagai bentuk empati atas bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Sumatera dan Aceh.

“Kami sudah berkoordinasi dengan seluruh penyelenggara, dan sepakat tidak ada pesta kembang api. Warga lebih banyak berkumpul di wilayahnya masing-masing, sehingga jalanan lebih lengang,” katanya.

Pengamanan diperketat di pintu masuk Surabaya, seperti kawasan Cito di sisi selatan dan akses perbatasan Gresik di sisi barat. Petugas gabungan disiagakan, didukung pemantauan CCTV selama 24 jam.

Baca Juga: Forkopimda Jatim Pantau Tahun Baru, 12 Ribu Personel Dikerahkan

Meski kawasan Tunjungan Romansa mengalami kepadatan karena aktivitas kuliner, personel gabungan tetap berjaga hingga tengah malam untuk memastikan situasi tetap terkendali.

Menutup tinjauan, Eri Cahyadi menyampaikan pesan kepada warga Kota Surabaya menjelang pergantian tahun.

“Untuk seluruh warga Kota Surabaya, mari kita sambut tahun 2026 dengan optimisme dan kerukunan. Perubahan luar biasa akan terjadi ketika kita rukun,” tutupnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Diperiksa Bapenda Surabaya soal Kepatuhan Pajak PBJT, Manajemen RM Ayam Goreng Ny Suharti Bungkam

Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari penelusuran kepatuhan pelaporan PBJT sektor makanan dan minuman untuk masa pajak 1 tahun. 

75 Anak Surabaya Resmi Kantongi Penetapan Perwalian, Hak Pendidikan hingga Kesehatan Terjamin

Program ini bertujuan memberikan perlindungan hukum bagi anak yatim piatu, anak terlantar, hingga anak yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Kemenag Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit untuk Birokrasi Bebas KKN

Menag menegaskan digitalisasi menjadi instrumen penting dalam menyederhanakan birokrasi sekaligus memastikan pengelolaan talenta berjalan secara lebih adil.

Mantan Dirut KBS jadi Tersangka, Wali Kota Eri Janji Usut Tuntas Kasus Selisih Kas Rp10 M

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan Pemkot akan memperketat pengawasan dengan menerapkan audit independen secara rutin.

Tiberman Raih 2 Penghargaan MURI dalam Tiberman Expo 2026

Andy Gunawan mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan solusi sekaligus nilai tambah bagi pelanggan.

Mantan Dirut KBS Tersangka Korupsi, DPRD Surabaya: Tamparan Keras dan Alarm Pembenahan BUMD!

DPRD Surabaya menilai kasus tersebut tidak boleh kembali terulang karena berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah.