Jumat, 05 Jun 2026 22:13 WIB

Diduga Pemalsuan Tanda Tangan, CEO RS Pura Raharja Surabaya Dilaporkan ke Polisi

selalu.id - Ketua Umum Perkumpulan Abdi Negara Jatim, Adhy Karyono (juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur), melalui kuasa hukumnya Syaiful Ma'arif, resmi melaporkan CEO RS Pura Raharja Surabaya, Ishaq Jayabrata, ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jatim pada Rabu (31/12/2025) petang.

 

Baca Juga: Pemprov Jatim Bakal Rombak Jajaran Direksi PT PWU dan PT JGU

Pelaporan ini dilakukan setelah Ishaq Jayabrata tidak mengindahkan peringatan terakhir yang diberikan untuk meninggalkan posisinya, dengan tenggat waktu 24 jam.

 

"Kami telah memberikan kesempatan selama satu hari penuh, namun pihak yang bersangkutan tidak menanggapi sehingga kami mengambil langkah untuk melaporkan Bapak Ishaq ke Polda Jatim," ujar Syaiful Ma'arif usai melaporkan.

 

Dasar pelaporan adalah dugaan pemalsuan tanda tangan pada surat perpanjangan jabatan Ishaq sebagai CEO. Rasiyo, yang menjabat Ketua Umum Perkumpulan Abdi Negara Jatim pada saat surat tersebut dikeluarkan dan kini menjadi Anggota Komisi E DPRD Jatim dari Fraksi Demokrat, telah memberikan surat pernyataan bahwa ia tidak pernah menandatangani Surat Keputusan Nomor 006/AN-JATIM/X/2021 tentang Penunjukan Pelimpahan Tugas dan Tanggung Jawab Pengelolaan Rumah Sakit.

 

Baca Juga: Rasiyo Diundang Untuk Klarifikasi Kasus RS Pura Raharja, Ishaq Laporkan Balik Ke Polda Jatim  

"Artinya, surat keputusan yang menjadi dasar perpanjangan jabatan Bapak Ishaq Jayabrata sebagai CEO periode 2021-2026 tidak sah dan tidak memiliki dasar hukum yang kuat secara hukum," jelas Syaiful.

 

Syaiful menambahkan bahwa Rasiyo telah memberikan dua surat pernyataan sebagai bukti. Surat pertama menyatakan bahwa tanda tangannya diduga dipalsukan oleh pihak tidak dikenal, sedangkan surat kedua menyatakan bahwa RS Pura Raharja merupakan aset milik KORPRI Jatim yang dikelola di bawah naungan Perkumpulan Abdi Negara Jatim. Dalam pelaporan ini, pihaknya juga membawa sebanyak 24 alat bukti mulai dari akta pendirian perkumpulan hingga surat-surat yang digunakan Ishaq sebagai dasar untuk tetap menjabat.

 

Baca Juga: Kasus RS Pura Raharja, Kuasa Hukum Ishaq Jayabrata Sebut Masalah Rumit dan Panjang  

Dikonfirmasi secara terpisah, Rasiyo mengakui adanya dugaan pemalsuan tanda tangannya. "Secara tampilan memang terlihat dipalsukan, dan saya sendiri tidak mengetahui siapa yang melakukan itu," ujarnya. Namun, ia berharap permasalahan ini dapat diselesaikan secara kondusif.

 

"Yang berwenang saat ini adalah Bapak Adhy Karyono sebagai Ketua Umum Perkumpulan Abdi Negara Jatim. Saya berharap beliau bisa bertemu dengan Bapak Imam Utomo sebagai penasihat perkumpulan. Selain itu, Bapak Ishaq Jayabrata jangan hanya asal dipecat karena beliau berjasa besar dalam mengembangkan RS Pura Raharja. Mungkin bisa diberikan posisi sebagai Wakil CEO atau Koordinator Pengawas RS," tambah Rasiyo.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.