Senin, 02 Feb 2026 18:13 WIB

Terdakwa Penipuan Hermanto Oerip Tidak Ditahan dengan Jaminan Uang

selalu.id - Hermanto Oerip, terdakwa kasus dugaan penipuan, tidak ditahan setelah hakim dan jaksa sepakat menerima jaminan uang sebesar Rp250 juta dalam sidang perdana di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (24/12/2025).

Dalam persidangan tersebut, Hermanto yang pernah menjadi duta testimoni pelayanan masyarakat di Subdit Reknata Ditreskrimum Polda Jatim hadir dengan alasan sakit. Majelis hakim mempertimbangkan permohonan tidak dilakukan penahanan dengan jaminan uang, yang disetujui Jaksa Penuntut Umum.

Baca Juga: Tim Gabungan Kejaksaan Tangkap DPO Terpidana Kasus Kredit Fiktif di Bali

Jaksa Penuntut Umum Estik Dilla Rahmawati dari Kejaksaan Negeri Tanjung Perak dalam dakwaannya menyebut Hermanto melakukan penipuan bersama Venansius Niek Widodo yang telah lebih dulu berstatus terpidana. Korban dalam perkara ini adalah Soewondo Basoeki.

“Terdakwa dan saksi korban Soewondo Basoeki berkenalan saat tour Eropa pada 2016, kemudian dipertemukan dengan saksi Venansius Niek Widodo yang mengaku memiliki usaha tambang nikel di Kabupaten Kendari,” ujar Estik Dilla saat membacakan dakwaan.

Jaksa menjelaskan, pada 2017 korban bersama Rudy Effendy Oei diajak meninjau lokasi tambang di wilayah Kabaena, Kabupaten Kendari. Kunjungan tersebut membuat korban meyakini keberadaan dan keabsahan usaha pertambangan yang ditawarkan.

Pada Februari 2018, Hermanto dan Venansius mendirikan PT Mentari Mitra Manunggal berdasarkan Akta Pendirian Nomor 28 tanggal 14 Februari 2018 yang dibuat oleh Notaris Maria Tjandra, SH. Dalam struktur perusahaan tersebut, Soewondo ditempatkan sebagai Direktur Utama.

Baca Juga: KUHP Baru Diterapkan dalam Kasus Pesta Gay di Surabaya

Jaksa mengungkapkan, para pihak kemudian membentuk grup WhatsApp untuk berkomunikasi dan berbagi dokumen, termasuk Perjanjian Kerja Sama Nomor 005/TMS-MMM/II/2018 antara PT Tonia Mitra Sejahtera dan PT Mentari Mitra Manunggal, meski kedua perusahaan tersebut tidak memiliki hubungan kerja sama yang sah.

Hermanto selanjutnya menyampaikan kebutuhan modal operasional tambang sebesar Rp150 juta yang dibagi menjadi empat bagian masing-masing Rp37,5 juta. Ia membujuk korban agar menalangi bagian Rudy Effendy Oei dan Venansius Niek Widodo masing-masing Rp12,5 juta dengan iming-iming bunga 1 persen dan keuntungan besar.

Korban kemudian mentransfer total dana sebesar Rp75 juta ke rekening PT Rockstone Mining Indonesia.

Baca Juga: Kejati Jatim Sita Rp 47,28 Miliar dan USD 421 Ribu dari Kasus Korupsi PT DABN

“Terdakwa kemudian mengirimkan pesan di Group Whatsapp untuk meyakinkan saksi korban menyampaikan jika kebutuhan modal sebesar Rp150 miliar yang harus ditanggung bersama masing-masing Rp37,5 miliar antara saksi Rudy, Soewondo Basoeki dan Niek Widodo,” kata jaksa.

Dalam dakwaannya, jaksa menyebut dana investasi tersebut tidak digunakan untuk kepentingan usaha sebagaimana dijanjikan, melainkan untuk keperluan pribadi terdakwa. Selain itu, PT Mentari Mitra Manunggal diketahui tidak pernah terdaftar dan disahkan di Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum dan HAM.

Atas perbuatannya, Hermanto Oerip didakwa melanggar Pasal 372 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP, dengan nilai kerugian yang dialami korban sebesar Rp75 juta.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning. 

Wagub Jatim Emil Dardak dan Seskab Teddy Bertemu Empat Mata, Jabatan Wamenkeu?

Pengamat politik, Surokim menilai bahwa isu ini membuka peluang munculnya pasangan calon baru dalam kontestasi Pilgub Jawa Timur mendatang.

Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes dari Pokir DPRD Jatim, Gempar Desak Inspektorat Lakukan Audit

Gempar Jatim juga menyoroti pentingnya transparansi hasil pemeriksaan kepada publik serta tindak lanjut hukum apabila ditemukan pelanggaran.

Perkuat Keandalan Pasokan Gas Bumi di Jatim, BPH Migas Dorong Roadmap FSRU

Langkah ini dinilai penting seiring meningkatnya kebutuhan gas untuk sektor industri, kelistrikan, dan rumah tangga.