Jumat, 05 Jun 2026 09:26 WIB

Prostitusi Online Marak, DPRD Surabaya Minta Satpol PP Bentuk Cyber Patrol

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 26 Nov 2025 13:45 WIB
Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Azhar Kahfi
Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Azhar Kahfi

selalu.id - Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Azhar Kahfi menilai pola penegakan ketertiban di Surabaya perlu mengikuti perkembangan teknologi. Ia menyebut praktik prostitusi berbasis aplikasi semakin marak dan tidak lagi dapat ditindak hanya melalui razia manual.

 

Baca Juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

“Surabaya ini sudah smart city, maka keamanannya juga harus mengimbangi dengan pendekatan yang lebih cerdas,” ujar Kahfi di DPRD Surabaya, Rabu (25/11/2025).

 

Ia mengatakan aktivitas prostitusi online melalui aplikasi seperti MiChat, Telegram dan platform lain kerap tidak terpantau secara fisik. Namun aktivitas tersebut dinilai aktif di ruang digital.

 

“Banyak aktivitas yang tidak terlihat di permukaan, tapi sangat aktif di dunia digital. Satpol PP perlu punya tim yang bisa membaca pola itu,” tegas legislator Gerindra tersebut.

 

Kahfi mendorong Satpol PP membentuk unit pemantauan siber untuk memetakan titik rawan dan mendukung penindakan pelanggaran Perda di lapangan. Ia memastikan langkah itu tidak menabrak kewenangan kepolisian.

 

“Tim ini tidak melakukan penyidikan, tapi mengumpulkan bukti awal dan mendukung operasi lapangan sehingga penindakan bisa lebih presisi,” jelasnya.

 

Ia turut menyoroti kos dan apartemen yang berubah fungsi menjadi tempat short time serta memfasilitasi transaksi dari aplikasi online.

 

Baca Juga: Polemik Pajak Rumah Kos di Surabaya Tuai Protes

“Kos-kosan berubah jadi hotel short time? Pemiliknya harus tanggung jawab. Terbukti membiarkan, cabut izin usahanya,” ucapnya.

 

Kahfi menekankan penegakan tidak boleh lagi hanya bergantung pada laporan warga atau kejadian viral. Pemanfaatan teknologi smart city disebutnya perlu dioptimalkan.

 

“Tidak lagi nunggu laporan atau nunggu viral. Kalau sudah terdata dan terlihat pola pelanggarannya ya langsung tindak,” katanya.

 

Surabaya dinilai memiliki modal teknologi seperti Command Center 112, CCTV analytic dan integrasi data perizinan yang bisa mendukung pengawasan.

Baca Juga: DPRD Surabaya Siap Perjuangkan Perda Disabilitas

 

“Kita sudah punya modal teknologi, tinggal bagaimana itu dioptimalkan untuk menjaga kota dari praktik seperti ini,” ujarnya.

 

Ia berharap pembentukan unit pemantauan siber menjadi bagian dari penguatan smart city Surabaya untuk menjaga ketertiban dan keamanan kota.

 

“Kalau pola pelanggarannya berkembang, maka penegakannya juga harus ikut berkembang. Ini soal menjaga kota tetap aman dan tertib,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.

Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Mahasiswa diharapkan mampu menjembatani pemahaman teoritis yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.