Kamis, 17 Sep 2026 01:20 WIB

Pemkot Surabaya Bagikan 100 Kursi Roda untuk MBR Penyangdang Disabilitas

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 19 Feb 2022 17:10 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat memberikan bantuan kursi roda
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat memberikan bantuan kursi roda

selalu.id - Pemerintah Kota Surabaya melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) membagikan ratusan kursi roda kepada Masyarakat Berpenghasilan (MBR) penyandang disabilitas, Sabtu (19/2/2022).

Bantuan yang dibagikan tersebut, merupakan hasil zakat, infak dan sedekah (ZIS) yang dihimpun Baznas melalui Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Surabaya serta masyarakat.

Baca Juga: Dugaan Jual Beli Lapak di SWK Taman Prestasi Surabaya, Ini Pengakuan Pedagang Senior

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, sebanyak 100 kursi roda yang hari ini disalurkan kepada MBR penyandang disabilitas.

"Jadi saya ingin memberitahukan semuanya, bahwa hari ini adalah Hari Pencanangan bagi orang yang tidak bisa berjalan. Maka kita berikan kursi roda dan bantuan kaki palsu," kata Eri.

Eri berharap, di hari pencanganan ini, seluruh warga Surabaya yang memiliki kekurangan bisa menikmati. Bisa berjalan keluar rumah atau pun menjalin komunikasi dengan warga yang lain.

"Nanti akan saya canangkan lagi di titik tertentu pada bulan Maret, bebas stunting dan tidak ada lagi kemiskinan," ujarnya.

Bantuan kursi yang juga dihimpun Baznas Surabaya ini, Eri pun berharapa bisa membantu meringankan beban warga, terutama penyandang disabilitas yang memang membutuhkan bantuan alat untuk berjalan.

"Semoga dengan bantuan ini, warga jadi bisa berkomunikasi lagi, bisa menjalankan hablum minannas dengan sesama manusia, itu bisa dilakukan," harapnya.

Lebih lanjut Eri menegaskan, bahwa di masa kepemimpinannya dia tak ingin membangun sesuatu yang monumental. Ini dikarenakan masih adanya warga Surabaya yang miskin dan membutuhkan bantuan.

"Karena itu saya minta tolong Pak Camat, Lurah dan seluruh Kepala PD (Perangkat Daerah), lihat dan turun ke bawah, karena masih masyarakat banyak yang susah. Jangan sampai jadi pejabat tidak tahu warga saya ada yang menderita, masih ada yang susah," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Baznas Kota Surabaya, Moch Hamzah menerangkan, selain 100 unit kursi roda, di bulan Februari 2022 pihaknya juga menyalurkan beasiswa kepada 1500 pelajar SMP dari keluarga MBR dan 172 anak asuh.

Tak hanya itu, pihaknya juga melakukan bedah rumah warga di wilayah Kecamatan Genteng.

"Untuk yang (disalurkan) saat ini ada 100 kursi roda. Tapi setiap bulannya, kita alokasikan 50. Dan itu juga tergantung dari pengajuan, baik melalui Dinas Sosial (Dinsos) Surabaya maupun kecamatan," kata Moch Hamzah.

Baca Juga: Tuntut Lebar Sungai Dikembalikan, Warga Keputih Surabaya Protes Sejumlah Pengembang Besar

Dalam penyaluran ZIS tersebut, Hamzah memastikan, bahwa Baznas Surabaya selalu berkoordinasi dengan Dinsos maupun Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) yang sudah terbentuk di 31 kecamatan.

Ini dilakukan supaya ZIS yang disalurkan itu benar-benar tepat sasaran.

"100 kursi roda ini yang disalurkan di bulan Februari. Untuk bulan Maret kalau ada permintaan, maka akan kita validasi, kita cek berdasarkan RT/RW, Lurah dan OPZ," ujar dia.

Selain kursi roda, Hamzah juga mengungkapkan, bahwa di bulan Februari ada sejumlah permohonan bantuan yang diajukan oleh warga.

Mulai dari pengajuan untuk biaya pengobatan hingga kaki palsu bagi penyandang disabilitas. Sebelum ZIS itu disalurkan, dia juga memastikan tetap melakukan pengecekan dan verifikasi.

"Bapak Wali Kota Eri Cahyadi juga minta untuk stunting dan disabilitas. Kayak tadi ada warga butuh kaki palsu, karena kaki satunya mengecil, minta kaki yang besi itu," ungkap dia.

Baca Juga: Mahasiswa UINSA Demo Tolak Muzakki Kembali Pimpin Kampus, Angkat Persoalan Dana Hingga UKT

Siti Fatimah adalah satu di antara warga MBR penerima bantuan kursi roda. Warga Keputran Kejambon, Kelurahan Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng itu, sejak usia dini sudah tidak bisa berjalan karena polio.

Fatimah mengaku senang dan bersyukur menerima bantuan kursi roda dan sembako. Baginya, ini tentu sesuatu yang luar biasa, karena dirinya bisa diperhatikan dan bahkan rumahnya dikunjungi langsung oleh Wali Kota Eri Cahyadi.

"Alhamdulillah saya dapat bantuan kursi roda, kale sama sembako. Semoga keluarga Pak Wali Kota sehat sedoyo sehat semua dan rezekinya katah (banyak rezekinya). Leres-leres sae orangnya (benar-benar baik orangnya) Pak Eri Cahyadi, matur nuwun (terima kasih)," pungkasnya.

Diketahui, sejumlah penerima kursi roda itu di antaranya, Moch Sidik (58), warga Keputran Kejambon 2/73 Surabaya. Lalu, Busiti (70), warga Keputran Kejambon 2/106 Surabaya. Kemudian, Siti Fatimah, (42), warga Keputran Kejambon 2/106 Surabaya. Dan, Asmilydia (79), warga Keputran Panjunan 3/47 Surabaya. (Ade/SL1)

 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sisi Gelap Warkop Jalan Kunti Surabaya, Pesan Kopi Bisa Sambil Nyabu

Dari pengungkapan ini, polisi menyita barang bukti 10 poket sabu seberat total 65,51 gram. Saat ini, kasusnya terus dilakukan pengembangan.

Indonesia Diprediksi Hujan Lebat dan Angin Kencang Besok, Ini Wilayahnya

Meski sebagian besar wilayah Indonesia tengah dikepung kemarau terik, potensi hujan lebat hingga angin kencang masih mengintai. BMKG mengimbau selalu waspada.

Turun Langsung Dengarkan Masukan Tenant, SIER Dapat Pujian Soal Keamanan Kawasan

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, SIER juga menyampaikan sejumlah pengembangan fasilitas dan layanan yang dapat mendukung kebutuhan tenant.

Diberhentikan Lewat WA, Relawan SPPG Porong Sidoarjo Pertanyakan Prosedur Evaluasi dan Hak BPJS

Relawan yang diberhentikan itu adalah Egidius Nehe alias Egis. Ia mengaku terkejut lantaran menerima pemberitahuan pemutusan tugas hanya melalui pesan WA.

Penduduk Surabaya Tembus 3 Juta, Dapil dan Kursi DPRD Berpeluang Dirombak

Kondisi ini dimanfaatkan DPRD Kota Surabaya untuk mengawal peluang penambahan lima kursi legislatif pada Pemilihan Legislatif (Pileg) mendatang.

Bukan Sekadar Ambil Alih, Ini Rencana PDAM Surabaya Masuk Perumahan Air Mandiri

Langkah ini diambil guna memastikan kesetaraan akses air bersih di Kota Surabaya.