Sabtu, 06 Jun 2026 18:33 WIB

Denda Rp50 Juta Dinilai Tak Bikin Jera, DPRD Dorong Libatkan Influencer

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 11 Nov 2025 12:00 WIB

selalu.id – Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Arif Fathoni, menilai penyebab genangan dan banjir di sejumlah titik kota bukan semata persoalan infrastruktur, tetapi juga rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.

Ia menyoroti masih banyak warga yang sengaja membuang sampah besar seperti kasur dan sofa ke sungai, meski sudah ada peraturan daerah yang mengatur larangan dan sanksinya.

Baca Juga: Di HUT Surabaya ke-733, DPRD Soroti Penumpukan Sampah hingga Layanan Adminduk

“Perdanya sudah ada, membuang sampah sembarangan itu dendanya Rp50 juta. Tapi kenapa tidak efektif? Karena kalau pemerintah yang ngomong, sering dianggap angin lalu,” ujar Fathoni kepada selalu.id, Selasa (11/11/2025).

Politikus Golkar itu mendorong Pemerintah Kota Surabaya untuk mengubah pendekatan edukasi publik dengan melibatkan influencer dan pegiat media sosial agar pesan menjaga kebersihan sungai lebih mudah diterima masyarakat.

“Sekarang ini eranya algoritma. Yang berpengaruh bukan pejabat, tapi pegiat media sosial. Jadi Pemkot harus menggandeng mereka untuk membangun kesadaran kolektif,” tegasnya.

Fathoni juga mendorong agar pemerintah melibatkan masyarakat dalam gerakan partisipatif menjaga kebersihan lingkungan, termasuk memberi apresiasi bagi warga yang turut mengawasi perilaku pembuangan sampah sembarangan.

“Kalau sudah ada kesadaran, rakyat bisa jadi pagar ayu bagi kebijakan Pemkot. Misalnya, warga yang merekam orang buang sampah ke sungai bisa diberi penghargaan,” katanya.

Selain perilaku warga, Fathoni menyebut program pengendalian genangan dan banjir di Surabaya belum rampung tahun ini dan akan dilanjutkan pada 2026.

Baca Juga: DPRD Surabaya: Promosi Alkohol oleh Influencer Berisiko Tinggi

Pemkot disebut terus membangun saluran baru, rumah pompa, serta sistem konektivitas antar saluran untuk mempercepat aliran air.

“Surabaya ini daerah kantong air. Aliran dari Malang, Brantas, sampai Bengawan Solo larinya ke sini. Karena itu, pembangunan pengendalian banjir memang bertahap,” jelasnya.

Fathoni mengatakan DPRD dan Pemkot telah menyiapkan skema pembiayaan alternatif agar proyek infrastruktur tidak terhenti akibat keterbatasan anggaran.

“Kita targetkan proyek tuntas 2027 supaya masyarakat bisa merasakan manfaatnya secara langsung,” ujarnya.

Baca Juga: Awas! Buang Kasur ke Sungai Surabaya Bisa Kena Denda Rp50 Juta dan Masuk Bui

Ia mencontohkan wilayah Ketintang yang dulunya kerap banjir kini mulai bebas genangan setelah perbaikan konektivitas saluran air.

“Dulu air dari Ketintang dibuang ke arah Rungkut, jadi lama surutnya. Sekarang sudah dibuang ke Sungai Karah, alirannya cepat dan tidak menggenang,” tuturnya.

Fathoni menegaskan pembangunan fisik harus diimbangi dengan perubahan perilaku masyarakat agar solusi banjir bisa berjalan efektif dan berkelanjutan.

“Percuma kita bangun rumah pompa kalau sungainya tetap penuh kasur dan sofa. Jadi kuncinya, kesadaran kolektif harus dibangun bersama,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Sebulan Buron, Tersangka Penembakan di Tretes Akhirnya Dibekuk Polres Pasuruan

Peristiwa bermula saat korban, mendatangi tersangka untuk meminta uang ganti rugi sebesar Rp500 ribu, karena pelayanan yang menecewakan tamu korban.

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Jatim Gelar Bromo KOM XII

Sejak pertama kali digelar pada 2014, Mapolda Jatim tercatat sudah 10 kali menjadi titik start event yang selalu diikuti ribuan cyclist.

Krisis Kepala Sekolah di Sidoarjo Mulai Terurai, Namun Puluhan SD Masih Dipimpin Plt

Masih terdapat 61 SD negeri yang untuk sementara dipimpin oleh pelaksana tugas (Plt) sambil menunggu proses rekrutmen berikutnya.

Info Kepulangan Haji Terkini: 8 Wafat, 3 Masih Dirawat di Arab Saudi

Masih terdapat tiga jamaah yang belum bisa dikembalikan ke Tanah Air karena kondisi kesehatan yang memerlukan perawatan lanjutan di rumah sakit Arab Saudi.

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.