Rabu, 22 Jul 2026 02:21 WIB

Denda Rp50 Juta Dinilai Tak Bikin Jera, DPRD Dorong Libatkan Influencer

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 11 Nov 2025 12:00 WIB

selalu.id – Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Arif Fathoni, menilai penyebab genangan dan banjir di sejumlah titik kota bukan semata persoalan infrastruktur, tetapi juga rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.

Ia menyoroti masih banyak warga yang sengaja membuang sampah besar seperti kasur dan sofa ke sungai, meski sudah ada peraturan daerah yang mengatur larangan dan sanksinya.

Baca Juga: Di HUT Surabaya ke-733, DPRD Soroti Penumpukan Sampah hingga Layanan Adminduk

“Perdanya sudah ada, membuang sampah sembarangan itu dendanya Rp50 juta. Tapi kenapa tidak efektif? Karena kalau pemerintah yang ngomong, sering dianggap angin lalu,” ujar Fathoni kepada selalu.id, Selasa (11/11/2025).

Politikus Golkar itu mendorong Pemerintah Kota Surabaya untuk mengubah pendekatan edukasi publik dengan melibatkan influencer dan pegiat media sosial agar pesan menjaga kebersihan sungai lebih mudah diterima masyarakat.

“Sekarang ini eranya algoritma. Yang berpengaruh bukan pejabat, tapi pegiat media sosial. Jadi Pemkot harus menggandeng mereka untuk membangun kesadaran kolektif,” tegasnya.

Fathoni juga mendorong agar pemerintah melibatkan masyarakat dalam gerakan partisipatif menjaga kebersihan lingkungan, termasuk memberi apresiasi bagi warga yang turut mengawasi perilaku pembuangan sampah sembarangan.

“Kalau sudah ada kesadaran, rakyat bisa jadi pagar ayu bagi kebijakan Pemkot. Misalnya, warga yang merekam orang buang sampah ke sungai bisa diberi penghargaan,” katanya.

Selain perilaku warga, Fathoni menyebut program pengendalian genangan dan banjir di Surabaya belum rampung tahun ini dan akan dilanjutkan pada 2026.

Baca Juga: DPRD Surabaya: Promosi Alkohol oleh Influencer Berisiko Tinggi

Pemkot disebut terus membangun saluran baru, rumah pompa, serta sistem konektivitas antar saluran untuk mempercepat aliran air.

“Surabaya ini daerah kantong air. Aliran dari Malang, Brantas, sampai Bengawan Solo larinya ke sini. Karena itu, pembangunan pengendalian banjir memang bertahap,” jelasnya.

Fathoni mengatakan DPRD dan Pemkot telah menyiapkan skema pembiayaan alternatif agar proyek infrastruktur tidak terhenti akibat keterbatasan anggaran.

“Kita targetkan proyek tuntas 2027 supaya masyarakat bisa merasakan manfaatnya secara langsung,” ujarnya.

Baca Juga: Awas! Buang Kasur ke Sungai Surabaya Bisa Kena Denda Rp50 Juta dan Masuk Bui

Ia mencontohkan wilayah Ketintang yang dulunya kerap banjir kini mulai bebas genangan setelah perbaikan konektivitas saluran air.

“Dulu air dari Ketintang dibuang ke arah Rungkut, jadi lama surutnya. Sekarang sudah dibuang ke Sungai Karah, alirannya cepat dan tidak menggenang,” tuturnya.

Fathoni menegaskan pembangunan fisik harus diimbangi dengan perubahan perilaku masyarakat agar solusi banjir bisa berjalan efektif dan berkelanjutan.

“Percuma kita bangun rumah pompa kalau sungainya tetap penuh kasur dan sofa. Jadi kuncinya, kesadaran kolektif harus dibangun bersama,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.