Rabu, 11 Feb 2026 17:09 WIB

DPRD Surabaya Nilai Banjir Akibat Anggaran Terpangkas dan Normalisasi Tak Maksimal

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 06 Nov 2025 17:03 WIB

selalu.id – Komisi C DPRD Surabaya menilai genangan dan banjir yang masih terjadi di sejumlah titik kota tidak semata disebabkan oleh bangunan warga di atas saluran air, seperti yang disorot Wali Kota Eri Cahyadi saat sidak di Jalan Tanjungsari, Rabu (5/11/2025).

 

Baca Juga: 45 Ribu Peserta PBI JKN Surabaya Dinonaktifkan, Berikut Penjelasan Dinkes

Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Arning Rahmati, mengatakan persoalan banjir justru berakar pada belum tuntasnya pembangunan infrastruktur serta lemahnya pelaksanaan normalisasi saluran.

 

“Selama ini anggaran pembangunan drainase hampir setiap tahun dirasionalisasi. Akibatnya banyak proyek yang seharusnya tuntas di 2025 justru bergeser ke 2026,” ujar Arning kepada selalu.id, Kamis (6/11/2025).

 

Ia mencontohkan proyek drainase di kawasan Gunung Sari dan Semampir yang tertunda karena penyesuaian anggaran. Di sisi lain, wilayah seperti Rungkut Menanggal yang telah menyelesaikan proyeknya sudah tidak mengalami genangan.

 

“Artinya konektivitas saluran belum nyambung. Kalau yang sudah selesai itu nggak banjir. Tapi yang belum selesai, apalagi yang rumah pompanya belum jadi, ya masih tergenang,” tegasnya.

 

Selain keterlambatan proyek, Arning juga menyoroti lemahnya program normalisasi saluran yang seharusnya dilakukan rutin oleh Pemkot Surabaya. Ia menilai pengerukan saat musim kemarau tidak berjalan optimal sehingga saat hujan deras, banyak saluran tersumbat sampah.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Seleksi Ketat Penerima Bantuan Rutilahu 2026, Berikut yang Jadi Prioritas

 

“Harusnya enam bulan pertama itu dikeruk terus tiap hari. Tapi faktanya, banyak titik yang dibiarkan penuh lumpur dan sampah. Pemerintah kota juga belum maksimal dalam menyediakan alat dan anggarannya,” ucapnya.

 

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menambahkan, penertiban bangunan liar di atas saluran memang perlu dilakukan, namun harus disertai solusi agar warga terdampak tidak dirugikan.

 

“Bangunan liar harus ditertibkan, tapi jangan cuma bongkar tanpa solusi. Pemerintah kota juga harus berkomunikasi dengan warga dan memberikan jalan keluar yang manusiawi,” katanya.

Baca Juga: 5.012 Anak Surabaya Lolos Administrasi Beasiswa Penghafal Kitab Suci, Berikut Jadwal Tes dan Lokasinya

 

Meski begitu, Arning menyebut Pemkot Surabaya telah menyiapkan anggaran besar untuk percepatan proyek pengendalian banjir pada 2026.

 

“Tahun depan sudah disiapkan Rp1,1 triliun. Biasanya sekitar Rp600 miliar, jadi tahun depan lebih besar. Harapannya 2026 bisa tuntas,” pungkasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Polda Jatim Gelar Peringatan HPN ke-80, Perkuat Sinergi dengan Pers

Kombes Pol Jules menyampaikan bahwa peringatan HPN ini menjadi momentum penting untuk mempererat sinergi antara Polri dan pers.

Xiaomi SU7 Ultra Siap Taklukkan Lintasan Virtual Gran Turismo 7

Kehadiran mobil ini sudah meluncur melalui "Update 1.67" pada 29 Januari 2026, menandai debut bersejarah Xiaomi dalam franchise Gran Turismo.

Gubernur Khofifah Diperiksa Besok di Sidang Korupsi Dana Hibah Jatim, Berani Datang?

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan bahwa penjadwalan ulang ini dilakukan karena Gubernur Khofifah berhalangan hadir alias mangkir pada jadwal sebelumnya.

Wisata Trawas dan Pacet Mojokerto Cocok Buat Liburan dengan Keluarga: Tempatnya Nyaman, Aksesnya Mudah

Wisata di Mojokerto ini cocok sekali bagi kamu yang ingin sejenak melepas penat dari hiruk-pikuk kota dan mencari suasana baru untuk menyegarkan pikiran.

Upacara Penghormatan Terakhir untuk Adi Sutarwijono Digelar Besok Siang

Jenazah Cak Awi diberangkatkan dari Jakarta pada hari ini, Rabu, 11 Februari 2026 siang menggunakan pesawat menuju Surabaya.

Bendera Setengah Tiang di DPRD Surabaya untuk Penghormatan Terakhir pada Adi Sutarwijono

Sekretaris DPRD Surabaya, Musdiq Ali Suhudi mengatakan bendera setengah tiang itu dipasang untuk penghormatan terakhir kepada Cak Awi.