Rabu, 21 Okt 2026 11:38 WIB

Apecsi Kritik Seleksi Calon Direktur KBS, Sebut 9 Nama Tak Dikenal di Dunia Konservasi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 24 Okt 2025 12:13 WIB

selalu.id — Proses seleksi calon Direktur Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (KBS) kembali menuai kritik. Dari sembilan nama yang lolos seleksi administrasi, tak satu pun dikenal di kalangan konservasi satwa.

 

Baca Juga: Menanti Tersangka Baru dalam Kasus Korupsi Rp10 Miliar di Kebun Binatang Surabaya

Dokumen yang ditandatangani Ketua Panitia Seleksi Agung Bayu Murti pada 22 Oktober 2025 itu mencantumkan sembilan nama peserta yang memenuhi syarat administrasi seleksi anggota direksi KBS, yaitu:

 

1. Bony Fasius, S.Sos., M.AP.

2. Dedy Darsono Gunawan

3. Hariyono, ST.CRP

4. Ivy Juana, S.Sos., SH., MH.

5. Jajeli Rois, S.E.

6. H. Moch. Unsi, SH.

7. Muhammad Syarifullah, SH.

8. Rachmad Wahyudi Wibowo, ST.

9. Yanuar Budianto, SE., MM.

 

 

 

Koordinator Aliansi Pecinta Satwa Liar Indonesia (Apecsi), Singky Soewadji, menilai hasil seleksi kali ini menunjukkan ketidakseriusan Pemerintah Kota Surabaya dalam menjaga marwah lembaga konservasi tertua di Indonesia tersebut.

 

Baca Juga: Buntut Kasus Korupsi, Pemkot Surabaya Buka Seleksi Terbuka Dirut KBS Secara Nasional

“Dari sembilan nama calon direktur, tidak ada satu pun yang dikenal di dunia konservasi. Bahkan tiga di antaranya justru berlatar belakang sarjana hukum. Ini seleksi direktur lembaga konservasi atau lembaga bantuan hukum?” ungkap Singky, Jumat (23/10/2025).

 

Ia menyebut proses rekrutmen yang dilakukan Panitia Seleksi (Pansel) tidak transparan dan tanpa kriteria yang jelas. Menurutnya, pada seleksi sebelumnya masih ada dua nama dengan rekam jejak kuat di bidang konservasi, yakni mantan pegawai KBS dan mantan Direktur Kebun Binatang Semarang, namun keduanya justru dinyatakan tidak memenuhi syarat.

 

“Sekarang orang-orang yang paham dunia konservasi malah disingkirkan. Ini memperlihatkan bahwa Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi tidak menghargai arti penting sebuah lembaga konservasi,” tegasnya.

 

Singky juga mengungkapkan, Apecsi menerima banyak keluhan dari masyarakat terkait proses rekrutmen direktur yang berkali-kali ditunda dan diulang tanpa alasan yang jelas.

 

Selain itu, ia menyoroti insiden anak gajah berusia satu tahun yang ditunggangi mahout (pawang) di area KBS. Menurutnya, tindakan tersebut melanggar prinsip kesejahteraan satwa karena anak gajah baru boleh disapih dari induknya pada usia lima tahun.

Baca Juga: Tak Cukup Jago Manajemen, Apecsi Minta Bos Baru KBS Punya Jiwa Konservasi

 

“Itu anak gajah baru bayi, belum waktunya ditunggangi. Kejadian seperti ini menunjukkan lemahnya pengawasan terhadap pengelolaan satwa di KBS,” ujar Singky.

 

Ia menambahkan, Apecsi akan membahas langkah hukum dan advokasi yang akan ditempuh terhadap Wali Kota Surabaya dan pihak pengelola KBS.

 

“Kami sedang mempertimbangkan apakah akan mengajukan gugatan atau melapor ke instansi terkait yang berwenang mengawasi lembaga konservasi,” pungkasnya.

 

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

PSG Hajar Barcelona 4-2, Anak Asuh Luis Enrique Kunci Puncak Klasemen Liga Champions

Hasil ini membuat juara bertahan menyapu bersih 3 laga awal dengan poin sempurna.

Dua Tahun Kepemimpinan Prabowo-Gibran, Doa Lintas Agama Digelar di Sidoarjo

Istigasah dipimpin KH Rofiq Siradj.

Top 5 Berita: Pabrik Kosmetik Ilegal Digerebek hingga Rapat Kerja Pusat

Pembaca tertarik pemberitaan penggerebekan pabrik kosmetik ilegal hingga pendidikan.

Kisah Dua Saudara di Nganjuk Merawat Takdir Gamelan Legendaris di Panggung Dunia

Satu paket gamelan lengkap dibanderol mulai Rp90 juta untuk material besi puncu kuningan, sedangkan untuk material full kuningan mencapai Rp300 juta per paket.

Gegara Sampah, Garasi Rumah dan Mobil di Nganjuk Ludes Terbakar

Atas kejadian ini, pihak Damkar mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan, terutama saat kondisi cuaca berangin, apalagi musim kemarau.

Polda Jatim Minta Mahasiswa Kritis dan Objektif Sikapi Isu Daerah

Polda Jatim komitmen untuk terus memelihara komunikasi yang berkesinambungan dengan elemen mahasiswa demi terciptanya stabilitas kamtibmas yang aman dan damai.