Selasa, 21 Jul 2026 16:47 WIB

Apecsi Kritik Seleksi Calon Direktur KBS, Sebut 9 Nama Tak Dikenal di Dunia Konservasi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 24 Okt 2025 12:13 WIB

selalu.id — Proses seleksi calon Direktur Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (KBS) kembali menuai kritik. Dari sembilan nama yang lolos seleksi administrasi, tak satu pun dikenal di kalangan konservasi satwa.

 

Baca Juga: KBS Bakal Masuk Penataan Besar, Wali Kota Eri Siapkan Satwa Rahasia dari Jepang

Dokumen yang ditandatangani Ketua Panitia Seleksi Agung Bayu Murti pada 22 Oktober 2025 itu mencantumkan sembilan nama peserta yang memenuhi syarat administrasi seleksi anggota direksi KBS, yaitu:

 

1. Bony Fasius, S.Sos., M.AP.

2. Dedy Darsono Gunawan

3. Hariyono, ST.CRP

4. Ivy Juana, S.Sos., SH., MH.

5. Jajeli Rois, S.E.

6. H. Moch. Unsi, SH.

7. Muhammad Syarifullah, SH.

8. Rachmad Wahyudi Wibowo, ST.

9. Yanuar Budianto, SE., MM.

 

 

 

Koordinator Aliansi Pecinta Satwa Liar Indonesia (Apecsi), Singky Soewadji, menilai hasil seleksi kali ini menunjukkan ketidakseriusan Pemerintah Kota Surabaya dalam menjaga marwah lembaga konservasi tertua di Indonesia tersebut.

 

Baca Juga: Info Rek! Parkir Kebun Binatang Surabaya Bakal Seperti Gerbang Tol Lho..

“Dari sembilan nama calon direktur, tidak ada satu pun yang dikenal di dunia konservasi. Bahkan tiga di antaranya justru berlatar belakang sarjana hukum. Ini seleksi direktur lembaga konservasi atau lembaga bantuan hukum?” ungkap Singky, Jumat (23/10/2025).

 

Ia menyebut proses rekrutmen yang dilakukan Panitia Seleksi (Pansel) tidak transparan dan tanpa kriteria yang jelas. Menurutnya, pada seleksi sebelumnya masih ada dua nama dengan rekam jejak kuat di bidang konservasi, yakni mantan pegawai KBS dan mantan Direktur Kebun Binatang Semarang, namun keduanya justru dinyatakan tidak memenuhi syarat.

 

“Sekarang orang-orang yang paham dunia konservasi malah disingkirkan. Ini memperlihatkan bahwa Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi tidak menghargai arti penting sebuah lembaga konservasi,” tegasnya.

 

Singky juga mengungkapkan, Apecsi menerima banyak keluhan dari masyarakat terkait proses rekrutmen direktur yang berkali-kali ditunda dan diulang tanpa alasan yang jelas.

 

Selain itu, ia menyoroti insiden anak gajah berusia satu tahun yang ditunggangi mahout (pawang) di area KBS. Menurutnya, tindakan tersebut melanggar prinsip kesejahteraan satwa karena anak gajah baru boleh disapih dari induknya pada usia lima tahun.

Baca Juga: Kebun Binatang Surabaya Membludak saat Libur Lebaran, Ini yang Jadi Favorit Anak-anak

 

“Itu anak gajah baru bayi, belum waktunya ditunggangi. Kejadian seperti ini menunjukkan lemahnya pengawasan terhadap pengelolaan satwa di KBS,” ujar Singky.

 

Ia menambahkan, Apecsi akan membahas langkah hukum dan advokasi yang akan ditempuh terhadap Wali Kota Surabaya dan pihak pengelola KBS.

 

“Kami sedang mempertimbangkan apakah akan mengajukan gugatan atau melapor ke instansi terkait yang berwenang mengawasi lembaga konservasi,” pungkasnya.

 

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

MTQ ke-32 Kabupaten Sidoarjo Resmi Ditutup, Berikut Daftar Juaranya

Fenny mengatakan lomba ini sejalan dengan upaya mencetak generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang baik.

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.