Rabu, 22 Jul 2026 18:51 WIB

ASN Sidoarjo Terlibat Pesta Gay, DPRD Jatim Minta Tindak Tegas

Ketua Komisi A DPRD Jawa Timur, Dedi Irwansa
Ketua Komisi A DPRD Jawa Timur, Dedi Irwansa

selalu.id – Ketua Komisi A DPRD Jawa Timur, Dedi Irwansa, mengecam keterlibatan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) asal Sidoarjo dalam pesta sesama jenis yang digerebek aparat di Hotel Midtown Resident, Surabaya, pada Minggu (19/10/2025) dini hari. Dalam penggerebekan itu, polisi mengamankan 34 pria.

 

Baca Juga: Jatim Masih jadi Target Jaringan Internasional, DPRD Soroti Lemahnya Pencegahan Narkoba

Dedi menilai tindakan oknum ASN tersebut telah mencoreng nama baik profesi aparatur sipil negara. Menurutnya, ASN seharusnya menjadi teladan bagi masyarakat dalam menjaga etika, tanggung jawab, dan kehormatan diri.

 

“Kita semua patut menyayangkan tindakan yang mencoreng nama baik aparatur sipil negara. ASN adalah wajah negara di tengah masyarakat, dan setiap langkah serta perilaku mereka mencerminkan nilai integritas yang menjadi ruh pelayanan publik,” ujar Dedi, Rabu (22/10/2025).

 

Politisi Partai Demokrat itu mendukung proses hukum dan pemeriksaan disiplin terhadap ASN tersebut. Ia menilai kasus ini harus menjadi peringatan bagi seluruh aparatur agar menjaga moralitas dan kehormatan profesi.

 

“Kehormatan seorang ASN tidak hanya diukur dari kinerja, tapi juga dari kemampuan menjaga marwah, moral, dan keadaban dalam setiap aspek kehidupan,” tegasnya.

 

Baca Juga: Penebangan Hutan Ilegal Picu Risiko Karhutla, Anggota DPRD Jatim Minta Pengawasan Diperketat

Kasus ini bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai aktivitas mencurigakan di sebuah hotel kawasan Ngagel. Polrestabes Surabaya melalui Satuan Samapta menindaklanjuti laporan tersebut dengan penggerebekan.

 

Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya, Iptu Eddie Octavianus Mamoto, membenarkan ada ASN dalam daftar terperiksa. “Benar, ada PNS yang ditangkap saat pesta sesama jenis itu. ASN itu asal Sidoarjo, namun identitasnya belum bisa kami sampaikan karena masih dalam proses pemeriksaan,” ujarnya.

 

Kasat Samapta Polrestabes Surabaya, AKBP Erika Purwana Putra, menambahkan penggerebekan dilakukan setelah ditemukan bukti kuat dari laporan masyarakat. Polisi masih menyelidiki apakah kegiatan itu mengandung unsur pidana atau hanya pelanggaran norma sosial.

Baca Juga: DPRD Jatim Desak Pemprov Susun Kajian Ilmiah Peta Potensi Pendapatan Daerah

 

“Langkah ini bagian dari upaya kami menjaga ketertiban umum dan moralitas masyarakat. Kami mengimbau warga agar segera melapor bila menemukan aktivitas serupa di lingkungannya,” kata Erika.

 

Kasus ini kini ditangani Polrestabes Surabaya dan mendapat perhatian serius dari DPRD Jawa Timur.

Editor : Ading
Berita Terbaru

DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Desakan itu muncul setelah delapan halte yang telah dipasangi iklan mampu menyumbang PAD sebesar Rp583 juta.

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.

Ketika Wabup Sidoarjo Mimik Pakai Dana Pribadi Bangun Jembatan Kedungbanteng–Balongdowo

Setelah bertahun-tahun menunggu realisasi pembangunan, akses yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat tersebut kini memasuki tahap pemasangan box culvert.

Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

Peristiwa itu terjadi di area Perumahan Flower Garden, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal. Korban saat itu tengah mencari rumput.

Resmikan Closed Barn di Pasuruan, Wamenko Pangan Dorong Pengembangan Sapi Perah Dataran Rendah

Inovasi tersebut diyakini dapat menjadi terobosan untuk meningkatkan produksi susu nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Dr WP Djatmiko soal OTT Bupati Lombok Barat: Biaya Politik Tinggi hingga Lemahnya Pengawas Internal

Sebaliknya, publik harus mendorong reformasi sistemik pada legal substance dan legal culture agar kasus-kasus korupsi serupa tidak terus berulang.