Senin, 28 Sep 2026 08:26 WIB

Berangkat dari Hobi, David Raup Omset dari Ternak Burung Murai

  • Penulis : Redaksi
  • | Senin, 28 Sep 2026 07:36 WIB
Murai batu milik David. (Supri/selalu.id)
Murai batu milik David. (Supri/selalu.id)

selalu.id - Di balik rumah sederhana di Desa Watukenongo, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto suara kicau murai batu bersahutan sejak pagi. Dari sinilah D'Javid Bird Farm milik David Willi (34) merintis reputasinya.

Sudah 12 tahun David menekuni dunia ternak murai batu. Bermula dari hobi, kini ia dikenal sebagai salah satu peternak yang disegani kicau mania di Indonesia.

Baca Juga: Kebakaran TPA Belahantengah Mojokerto, 60 Persen Timbunan Sampah Ludes

Di kandang yang ia bangun di lahan kosong belakang rumah itu, kini ada sekitar 30 ekor murai batu dengan 7 indukan produktif yang jadi “mesin” utama.

“Untuk omset alhamdulillah bisa untuk mencukupi keluarga dan biaya anak sekolah sampai besar, InsyaAllah,” ujar David, Minggu (26/9/2026).

Perjalanan David tidak dimulai dari kandang. Sebelumnya ia adalah pedagang buah. Di sela waktu jualan, ia aktif sebagai kicau mania. Murai miliknya beberapa kali naik podium di lomba, dan nama David pun mulai diperhitungkan.

Tahun 2014 jadi titik balik. Burung yang tidak sedang dalam kondisi lomba ia masukkan ke kandang ternak. Dari situlah D'Javid Bird Farm lahir.

“Awal-awal beternak murai itu saya berawal dari hobi, terus ada beberapa burung yang saya lombakan itu menang, kemudian (burung) yang tidak kondisi saya masukkan kandang ternak,” tutur suami Sinta Amelia ini.

Peternak murai batu, David. (Supri/selalu.id)Peternak murai batu, David. (Supri/selalu.id)

Baca Juga: Pemkot Mojokerto dan IDI Perkuat Kolaborasi dalam Maksimalkan Layanan Kesehatan

Rutinitasnya sederhana tapi konsisten. Setiap pagi David mengganti pakan, air minum, dan memberi pakan tambahan.

“Setiap pagi kita ganti minum, makan, terutama EF atau ekstra fooding seperti jangkrik dan kroto,” jelasnya.

Untuk pemasaran, David mengandalkan penjualan online. Anakan murai hasil ternaknya dibanderol mulai Rp3,5 juta hingga Rp10 juta per ekor. Burung-burung itu sudah terbang ke berbagai daerah.

“Beberapa ekor ada juga yang laku terjual ke luar pulau, seperti lampung, medan dan banjarmasin, (burung) Kita itu yang kategori buat lomba,” terangnya.

Baca Juga: Motor Adu Depan Mobil di Mojokerto, Satpam Berangkat Kerja Tewas

Namun jalan menuju sukses tidak mulus. David pernah mengalami masa sulit ketika indukan di kandangnya mogok bertelur.

“Dulu pernah 2 tahun cuma ngasih makan saja karena burung tidak ada yang produk, kemarin itu juga ada sekitar 1,5 tahun tidak ada anakan sama sekali,” pungkasnya.

Dari kegagalan itu David belajar membaca karakter burung. Ia memahami pola makan, suasana kandang, hingga waktu produktif tiap indukan. Kesabaran itulah yang kini berbuah.

Kini D'Javid Bird Farm bukan sekadar tempat ternak. Ia menjadi bukti bahwa hobi, jika ditekuni serius, bisa jadi sumber penghidupan dan mengharumkan nama daerah.

Editor : Achmad Supriyadi
Berita Terbaru

Gunung Merapi Kembali Erupsi, Warga Diimbau Waspada

Atas kondisi ini, BPPTKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas apa pun di daerah potensi bahaya.

Persela Lamongan Bantai PSBS Biak 6-0, Ini Kata Coach Bima Sakti

Tambahan tiga angka ini membuat Persela Lamongan kokoh di papan atas Grup B dengan mengemas 9 poin sempurna dari tiga laga.

Pesawat Militer Kongo Jatuh di Pemukiman: 17 Orang Tewas, Termasuk Dua Jenderal

Militer Republik Demokratik Kongo membenarkan dua petinggi hukum militer berada di dalam penerbangan naas tersebut saat menjalankan tugas resmi.

Jejak Kejam Ferdy Sambo dalam Film Skenario Sang Jenderal

Film ini merangkai kronologi tragedi pada 8 Juli 2022 ketika Brigadir J ditemukan tewas di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta.

Foto: Perjuangan Tim SAR Gabungan Evakuasi Korban KM Virgo Transport 8

Setibanya di Banjarmasin, para korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk menjalani proses identifikasi serta penanganan medis oleh tim ahli.

Kisah Pilu ART Diperas hingga Disekap Penyalur Kerja Ilegal di Surabaya

Kisah ini bermula lewat linimasa TikTok, yang mengunggah penyaluran jasa ART di kawasan Gunung Anyar, Surabaya. Para korban tergiur karena gaji Rp3 juta.