Hadapi Musim Hujan, Pemkot Surabaya Fokus Bersihkan Saluran dan Pompa Air
- Penulis : Ade Resty
- | Selasa, 21 Okt 2025 14:09 WIB
selalu.id – Menjelang musim hujan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan seluruh infrastruktur pengendalian banjir dalam kondisi siap. Melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM), berbagai langkah antisipasi dilakukan, mulai dari normalisasi saluran, pembersihan sedimen, hingga pengecekan pompa dan genset di rumah pompa.
Baca Juga: Hadapi Puncak Hujan Februari, Pemkot Surabaya Tambah Lagi 5 Rumah Pompa
Kepala Bidang Drainase DSDABM Surabaya, Windo Gusman Prasetyo, mengatakan kegiatan pemeliharaan dilakukan sejak musim kemarau untuk mencegah genangan saat curah hujan tinggi.
“Kami sudah memaksimalkan pemeliharaan drainase. Fokus utamanya adalah normalisasi sedimen skala besar, termasuk penanganan eceng gondok dan endapan lumpur. Ini dilakukan secara kolaboratif bersama DLH, BBWS, dan Dinas PU Provinsi karena saluran utama di Surabaya saling terhubung,” ujar Windo, Selasa (21/10/2025).
Program normalisasi ini bertujuan mengembalikan kapasitas tampung air di saluran utama agar aliran air hujan cepat terserap. “Setelah sedimen lumpur dan sampah dibersihkan, kapasitas saluran kembali optimal. Ini sangat berpengaruh terhadap kemampuan saluran menerima debit air hujan,” jelasnya.
Beberapa titik strategis yang menjadi prioritas antara lain saluran Avour Wonorejo, Kebon Agung, Pegirian, Kali Tebu, dan kawasan Semolowaru. Meski menghadapi keterbatasan alat berat, DSDABM tetap memprioritaskan lokasi dengan dampak langsung terhadap pencegahan banjir.
Selain normalisasi saluran, DSDABM memastikan seluruh rumah pompa dan bozem dalam kondisi prima. Pemeriksaan rutin dilakukan, termasuk pada genset, agar pompa tetap berfungsi meski terjadi pemadaman listrik.
Baca Juga: Antisipasi Genangan, 28 Mobil Damkar Disiagakan Eri Cahyadi di Setiap Hujan
“Kami pastikan seluruh pompa banjir berjalan optimal. Pengecekan dan perbaikan dilakukan rutin sebagai bagian dari kesiapan menghadapi curah hujan tinggi,” tambahnya.
Windo menyebut, sejumlah kawasan masih menjadi perhatian karena rawan genangan, terutama di wilayah Simorejosari, Simohilir, Petemon, Krembangan, Kalianak, Medokan Ayu, Semolowaru, dan Tengger. Meski pembangunan box culvert di Petemon dan Tengger telah selesai, peningkatan kapasitas rumah pompa di Bukit Barisan masih menjadi kebutuhan mendesak.
“Khusus rumah pompa di Bukit Barisan yang melayani Petemon Sidomulyo hingga Petemon Kali masih jadi prioritas. Begitu juga rencana pembangunan rumah pompa baru di Pacuan Kuda dan Simo Kwagean yang sedang disiapkan,” paparnya.
Baca Juga: Waspada! Surabaya Berpotensi Cuaca Ekstrem hingga 10 Januari, Ini Kemungkinannya
Windo juga mengimbau warga untuk berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan. “Kami mengimbau masyarakat tidak membuang sampah ke saluran, aktif kerja bakti, dan segera melapor jika ada titik genangan agar bisa kami tangani cepat,” pesannya.
Sebagai langkah antisipatif, DSDABM menyiagakan Unit Reaksi Cepat (URC) di tiap wilayah. Tim ini siaga 24 jam untuk menangani perbaikan mendadak maupun laporan genangan dari warga.
“Upaya ini menunjukkan komitmen kuat Pemkot Surabaya untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi warganya dalam menghadapi musim hujan,” pungkasnya.
Editor : Ading