Sabtu, 06 Jun 2026 11:20 WIB

DPRD Surabaya Sindir Pemkot: Dulu Risma Tutup Dolly, Kini Moroseneng Hidup Lagi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 09 Okt 2025 10:25 WIB
Ketua Komisi A, Yona Bagus Widyatmok
Ketua Komisi A, Yona Bagus Widyatmok

selalu.id – Komisi A DPRD Kota Surabaya menyoroti munculnya kembali aktivitas prostitusi di kawasan eks lokalisasi Moroseneng, Kelurahan Sememi, Kecamatan Benowo. Ketua Komisi A, Yona Bagus Widyatmoko atau Cak Yebe, menyebut kondisi itu menunjukkan lemahnya pengawasan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

 

Baca Juga: Gandeng UNDP, Cara Pemerintah Cegah Pencemaran Plastik Sungai di Surabaya

Kawasan yang dulu dikenal sebagai Lokalisasi Sememi Jaya 1 dan 2 sebenarnya telah ditertibkan sejak lama. Sebagian besar lahan bahkan telah diambil alih oleh Pemkot. Namun, laporan terbaru menyebut sejumlah bangunan di kawasan tersebut kembali digunakan untuk praktik prostitusi terselubung.

 

“Kita sangat menyayangkan. Dulu Pemkot berkomitmen menjadikan Surabaya bersih dari prostitusi. Moroseneng seharusnya sudah tuntas. Tapi ternyata sekarang masih digunakan untuk prostitusi,” ujar Cak Yebe, Kamis (9/10/2025).

 

Politisi Partai Gerindra itu menegaskan aktivitas tersebut melanggar Perda Kota Surabaya Nomor 7 Tahun 1999 tentang larangan penggunaan bangunan untuk perbuatan asusila serta Perda Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum.

 

Ia meminta Pemkot dan perangkat wilayah tidak saling melempar tanggung jawab. Menurutnya, pengawasan harus dimulai dari tingkat RT/RW, lurah, hingga camat tanpa menunggu tindakan Satpol PP.

 

“Kalau ini dibiarkan, berarti aparat wilayah tutup mata. Pengawasan itu tugas harian mereka,” tegasnya.

 

Cak Yebe juga menyinggung ketegasan mantan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, yang berhasil menutup total kawasan prostitusi Dolly. Ia menilai semangat Risma perlu diteladani Pemkot saat ini.

 

Baca Juga: Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

“Dulu Bu Risma dengan keberanian dan ketegasannya bisa menutup Dolly dan menjadikannya kawasan produktif. Tapi semangat itu seperti hilang di Moroseneng. Saya harap Wali Kota sekarang punya nyali dan kemauan politik yang sama,” ujarnya.

 

Ia juga mendorong Satpol PP bertindak tegas, termasuk menyegel bangunan yang dicurigai digunakan sebagai tempat prostitusi, meski dalam kondisi tertutup.

 

“Kalau ada rumah terkunci tapi dicurigai jadi tempat prostitusi, segel saja. Pol PP punya kewenangan dan dasar hukum yang jelas untuk itu,” tegasnya.

 

Selain itu, Cak Yebe menekankan pentingnya patroli rutin dan razia berkala oleh Satpol PP serta aparat wilayah, bukan hanya bergerak setelah muncul laporan atau viral di media sosial.

Baca Juga: DPRD Surabaya Siap Perjuangkan Perda Disabilitas

 

“Satpol PP jangan hanya bergerak kalau viral atau ada laporan warga. Wilayah itu bisa terlihat dari jalan, jadi harusnya sudah terpantau,” katanya.

 

Ia menegaskan, pembiaran terhadap aktivitas prostitusi akan menimbulkan dampak sosial serius, terutama bagi anak-anak dan warga sekitar.

 

“Kalau dibiarkan, ini bisa jadi ‘embryo’ lokalisasi baru. Dulu Surabaya sudah berhasil keluar dari stigma kota prostitusi berkat Bu Risma. Jangan sampai sekarang justru mundur lagi,” pungkasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.