Kamis, 22 Okt 2026 13:02 WIB

DPRD Surabaya Sindir Pemkot: Dulu Risma Tutup Dolly, Kini Moroseneng Hidup Lagi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 09 Okt 2025 10:25 WIB
Ketua Komisi A, Yona Bagus Widyatmok
Ketua Komisi A, Yona Bagus Widyatmok

selalu.id – Komisi A DPRD Kota Surabaya menyoroti munculnya kembali aktivitas prostitusi di kawasan eks lokalisasi Moroseneng, Kelurahan Sememi, Kecamatan Benowo. Ketua Komisi A, Yona Bagus Widyatmoko atau Cak Yebe, menyebut kondisi itu menunjukkan lemahnya pengawasan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

 

Baca Juga: Banyak Kabel Semrawut di Surabaya, DPRD Minta Pemkot Tertibkan dan Tegas Pada Provider

Kawasan yang dulu dikenal sebagai Lokalisasi Sememi Jaya 1 dan 2 sebenarnya telah ditertibkan sejak lama. Sebagian besar lahan bahkan telah diambil alih oleh Pemkot. Namun, laporan terbaru menyebut sejumlah bangunan di kawasan tersebut kembali digunakan untuk praktik prostitusi terselubung.

 

“Kita sangat menyayangkan. Dulu Pemkot berkomitmen menjadikan Surabaya bersih dari prostitusi. Moroseneng seharusnya sudah tuntas. Tapi ternyata sekarang masih digunakan untuk prostitusi,” ujar Cak Yebe, Kamis (9/10/2025).

 

Politisi Partai Gerindra itu menegaskan aktivitas tersebut melanggar Perda Kota Surabaya Nomor 7 Tahun 1999 tentang larangan penggunaan bangunan untuk perbuatan asusila serta Perda Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum.

 

Ia meminta Pemkot dan perangkat wilayah tidak saling melempar tanggung jawab. Menurutnya, pengawasan harus dimulai dari tingkat RT/RW, lurah, hingga camat tanpa menunggu tindakan Satpol PP.

 

“Kalau ini dibiarkan, berarti aparat wilayah tutup mata. Pengawasan itu tugas harian mereka,” tegasnya.

 

Cak Yebe juga menyinggung ketegasan mantan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, yang berhasil menutup total kawasan prostitusi Dolly. Ia menilai semangat Risma perlu diteladani Pemkot saat ini.

 

Baca Juga: Hilangkan Stigma Kampung Narkoba, Pemkot Surabaya Siapkan Langkah Bagi Warga Jalan Kunti 

“Dulu Bu Risma dengan keberanian dan ketegasannya bisa menutup Dolly dan menjadikannya kawasan produktif. Tapi semangat itu seperti hilang di Moroseneng. Saya harap Wali Kota sekarang punya nyali dan kemauan politik yang sama,” ujarnya.

 

Ia juga mendorong Satpol PP bertindak tegas, termasuk menyegel bangunan yang dicurigai digunakan sebagai tempat prostitusi, meski dalam kondisi tertutup.

 

“Kalau ada rumah terkunci tapi dicurigai jadi tempat prostitusi, segel saja. Pol PP punya kewenangan dan dasar hukum yang jelas untuk itu,” tegasnya.

 

Selain itu, Cak Yebe menekankan pentingnya patroli rutin dan razia berkala oleh Satpol PP serta aparat wilayah, bukan hanya bergerak setelah muncul laporan atau viral di media sosial.

Baca Juga: Bunda Jelita Surabaya Integrasikan Layanan Ibu dan Bayi Sejak Catin hingga Pascapersalinan

 

“Satpol PP jangan hanya bergerak kalau viral atau ada laporan warga. Wilayah itu bisa terlihat dari jalan, jadi harusnya sudah terpantau,” katanya.

 

Ia menegaskan, pembiaran terhadap aktivitas prostitusi akan menimbulkan dampak sosial serius, terutama bagi anak-anak dan warga sekitar.

 

“Kalau dibiarkan, ini bisa jadi ‘embryo’ lokalisasi baru. Dulu Surabaya sudah berhasil keluar dari stigma kota prostitusi berkat Bu Risma. Jangan sampai sekarang justru mundur lagi,” pungkasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Peringatan Hari Santri, DPW PKB Jatim: Jihad Masa Kini adalah Melawan Karhutla

DPW PKB Jatim secara simbolis menyerahkan 5.000 bibit pohon kepada peserta apel sebagai wujud nyata komitmen menjaga kelestarian lingkungan.

Ruang Data Centre Lama Untag Terbakar, Satu PMK Diterjunkan

Alarm langsung berbunyi setelah muncul kepulan asap.

Carok di Sidoarjo, Pria Misterius Tewas dan Pedagang Es Degan Terluka

Polisi masih mendalami aksi pertengkaran berdarah yang mengakibatkan korban jiwa ini.

Perampokan Toko Emas di Jember, Pelaku Bawa Tas Isi Mata Uang Asing dan Valas Raib

Pelaku juga membacok pemilik toko emas murni Aliong dan ibunya.

67 Bangunan Liar di Frontage Road Sidoarjo Diratakan

selalu.id - Pemkab Sidoarjo menurunkan sekitar 600 personel gabungan untuk membongkar 67 bangunan liar di sepanjang frontage road di Kecamatan Waru, Gedangan,

Top 5 Berita: Klaim Utang Mendiang Suami hingga Hasil Liga Champions

Pembaca tertarik berita utang piutang hingga ekonomi.