Rabu, 21 Okt 2026 01:18 WIB

Rincian 34 Korban Ponpes Ambruk di Sidoarjo Teridentifikasi oleh DVI

selalu.id – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur berhasil mengidentifikasi 17 jenazah dan satu bagian tubuh dari total 18 kantong jenazah korban tragedi Pondok Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo.

 

Baca Juga: Angin Kencang di Surabaya, Pohon Tumbang Timpa Ojol dan Penumpang

Kabiddokkes Polda Jatim Kombes Pol M. Khusnan Marzuki mengatakan, seluruh kantong jenazah yang diidentifikasi telah cocok dengan 17 nomor ante mortem (AM) yang dikumpulkan sebelumnya.

 

Proses identifikasi dilakukan melalui uji DNA, pemeriksaan medis, analisis properti pribadi, sidik jari, dan catatan gigi.

 

“Hari ini, Selasa tanggal 7 Oktober 2025, Tim DVI Polda Jatim telah berhasil melaksanakan identifikasi terhadap 18 kantong jenazah yang terdiri dari 17 jenazah dan 1 body part. Seluruhnya cocok atau match dengan 17 nomor AM,” kata Khusnan, Selasa (7/10/2025) malam.

 

Berikut daftar korban yang berhasil diidentifikasi hari ini:

 

1. Mohammad Anas Fahmi (15), asal Bangkalan – DNA dan medis.

 

 

2. Muhammad Reza Syfai Akbar (14), asal Surabaya – DNA dan medis.

 

 

3. Afifuddin Zarkasi (13), asal Surabaya – DNA, medis, dan properti.

 

 

4. Moh. Rizki Maulana Saputra (16), asal Sidoarjo – DNA, medis, dan properti.

 

 

5. Moh. Ubaidillah (17), asal Bangkalan – DNA dan medis.

 

 

6. Virgiawan Narendra Sugiarto (16), asal Lamongan – DNA dan medis.

 

 

7. Moch Ali Sirojuddin (13), asal Surabaya – DNA dan medis (dari dua kantong jenazah).

 

 

8. Muhammad Azam Habibi (14), asal Surabaya – DNA, medis, dan properti.

 

 

Baca Juga: Atap Asrama Ponpes di Situbondo Ambruk, Satu Santri Tewas dan Belasan Luka

9. M. Maulidy Hasany Kamil (16), asal Bangkalan – DNA dan medis.

 

 

10. Ach. Fathoni Abil Falaf (17), asal Bangkalan – DNA dan medis.

 

 

11. M. Azam Alby Alfa Himam (17), asal Bangkalan – DNA dan medis.

 

 

12. Khoirul Mutaqin (18), asal Kediri – DNA dan medis.

 

 

13. Farhan (17), asal Surabaya – DNA dan medis.

 

 

14. Syafiuddin (15), asal Sampang – medis dan properti.

 

Baca Juga: Hari Santri 2025, Said Abdullah: Santri Penjaga Islam Moderat dan Perdamaian Dunia

 

15. Achmad Ghiffary Haekal Nur (17), asal Gresik – sidik jari dan medis.

 

 

16. Muhammad Ubay Dillah (15), asal Kubu Raya, Kalimantan Barat – medis dan properti.

 

 

17. Achmad Alby Fahri (13), asal Surabaya – gigi dan medis.

 

 

 

Dengan tambahan ini, total 34 jenazah korban dari 67 kantong jenazah telah berhasil diidentifikasi.

 

Operasi DVI masih terus berlanjut dengan pendalaman data ante mortem dan post mortem untuk mempercepat proses identifikasi korban lainnya.

 

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kisah Dua Saudara di Nganjuk Merawat Takdir Gamelan Legendaris di Panggung Dunia

Satu paket gamelan lengkap dibanderol mulai Rp90 juta untuk material besi puncu kuningan, sedangkan untuk material full kuningan mencapai Rp300 juta per paket.

Gegara Sampah, Garasi Rumah dan Mobil di Nganjuk Ludes Terbakar

Atas kejadian ini, pihak Damkar mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan, terutama saat kondisi cuaca berangin, apalagi musim kemarau.

Polda Jatim Minta Mahasiswa Kritis dan Objektif Sikapi Isu Daerah

Polda Jatim komitmen untuk terus memelihara komunikasi yang berkesinambungan dengan elemen mahasiswa demi terciptanya stabilitas kamtibmas yang aman dan damai.

Bunda Jelita Surabaya Integrasikan Layanan Ibu dan Bayi Sejak Catin hingga Pascapersalinan

Integrasi ini memudahkan masyarakat mengakses layanan administrasi kependudukan tanpa harus mendatangi sejumlah kantor pelayanan secara terpisah.

Guru SMK Hamil 8 Bulan Tewas Usai Tabrak Minibus di Mojokerto, Ini Namanya

Peristiwa tragis itu terjadi ketika korban sedang perjalanan hendak menuju tempatnya mengabdi sebagai pendidik di Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.

Gelar Razia Simpatik, Petugas Bagi-bagi Helm SNI Buat Pengendara Taat Pajak di Sidoarjo

Ke depan, operasi simpatik dan penagihan dari rumah ke rumah akan terus digencarkan secara bergiliran di sejumlah lokasi strategis di Kabupaten Sidoarjo.