Selasa, 21 Jul 2026 03:12 WIB

Opini

PR vs AI: Menakar Ulang Peran Manusia dalam Komunikasi Publik

  • Penulis : Redaksi
  • | Kamis, 02 Okt 2025 09:42 WIB

opini oleh Silvi Aris Arlinda, S.I.Kom., M.I.Kom, Dosen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Slamet Riyadi

 

Baca Juga: Polda Jatim Gelar Rakernis Humas, Soroti Hoaks dan Narasi Negatif

selalu.id – Gelombang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kini merambah hampir semua lini kehidupan, termasuk dunia Public Relations (PR). Dari pembuatan press release otomatis, monitoring percakapan di media sosial, hingga analisis sentimen publik secara real-time, AI menghadirkan efisiensi luar biasa. Namun, di balik kecanggihannya, muncul pertanyaan mendasar: apakah peran manusia dalam komunikasi publik akan tergantikan oleh mesin?

 

Public Relations sejatinya bukan sekadar menyampaikan informasi, melainkan membangun relasi, menumbuhkan kepercayaan, dan menjaga reputasi. Di sinilah human touch menjadi aspek penting. Komunikasi publik melibatkan sensitivitas budaya, pemahaman konteks sosial, hingga empati yang tidak bisa sepenuhnya direplikasi oleh algoritma. AI dapat menulis dengan cepat, tetapi apakah ia mampu menangkap nuansa emosional dan nilai kemanusiaan dalam sebuah krisis komunikasi?

 

Tidak dapat dipungkiri, kehadiran AI memberi manfaat besar bagi praktisi PR. Monitoring isu yang dulunya memakan waktu kini bisa dilakukan dalam hitungan detik. Analisis big data membantu memprediksi tren opini publik, sementara chatbot mempermudah interaksi dengan audiens selama 24 jam. Dalam konteks ini, AI menjadi asisten cerdas yang mampu memperkuat strategi komunikasi.

Baca Juga: Ketika Candaan Menjadi Kekerasan: Literasi Komunikasi untuk Menghentikan Bullying

 

Namun, tantangan juga tak kalah besar. Pertama, risiko krisis kepercayaan publik akibat konten generatif yang bias, keliru, atau bahkan menyesatkan. Kedua, potensi hilangnya otentisitas jika pesan PR terlalu mengandalkan mesin. Ketiga, isu etika yang rumit siapa yang harus bertanggung jawab bila AI menghasilkan informasi yang merugikan? Selain itu, AI juga mengancam posisi pekerjaan entry-level di bidang PR yang selama ini menjadi gerbang awal bagi para profesional muda.

 

Dengan demikian, relasi antara PR dan AI bukan soal kompetisi, melainkan kolaborasi. AI dapat mengurus hal-hal teknis dan rutin, sementara praktisi PR tetap memegang kendali pada aspek strategis, kreatif, dan etis. Justru, di era ini, literasi digital dan pemahaman AI menjadi keterampilan wajib bagi praktisi PR agar tetap relevan.

Baca Juga: Mantap! Ada Layanan USG Berteknologi AI Pertama di Jatim, Disini Tempatnya

 

Menakar ulang peran manusia dalam komunikasi publik berarti menyadari bahwa teknologi hanyalah alat. AI mampu mempercepat, menyederhanakan, dan memprediksi, tetapi tidak dapat menggantikan empati, integritas, serta kepekaan sosial yang hanya dimiliki manusia. PR masa depan bukanlah tentang melawan AI, melainkan tentang bagaimana menjadikannya mitra dalam menjaga kepercayaan dan membangun komunikasi publik yang lebih manusiawi.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.