Jumat, 04 Sep 2026 18:18 WIB

Opini

PR vs AI: Menakar Ulang Peran Manusia dalam Komunikasi Publik

  • Penulis : Redaksi
  • | Kamis, 02 Okt 2025 09:42 WIB

opini oleh Silvi Aris Arlinda, S.I.Kom., M.I.Kom, Dosen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Slamet Riyadi

 

Baca Juga: Polda Jatim Gelar Rakernis Humas, Soroti Hoaks dan Narasi Negatif

selalu.id – Gelombang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kini merambah hampir semua lini kehidupan, termasuk dunia Public Relations (PR). Dari pembuatan press release otomatis, monitoring percakapan di media sosial, hingga analisis sentimen publik secara real-time, AI menghadirkan efisiensi luar biasa. Namun, di balik kecanggihannya, muncul pertanyaan mendasar: apakah peran manusia dalam komunikasi publik akan tergantikan oleh mesin?

 

Public Relations sejatinya bukan sekadar menyampaikan informasi, melainkan membangun relasi, menumbuhkan kepercayaan, dan menjaga reputasi. Di sinilah human touch menjadi aspek penting. Komunikasi publik melibatkan sensitivitas budaya, pemahaman konteks sosial, hingga empati yang tidak bisa sepenuhnya direplikasi oleh algoritma. AI dapat menulis dengan cepat, tetapi apakah ia mampu menangkap nuansa emosional dan nilai kemanusiaan dalam sebuah krisis komunikasi?

 

Tidak dapat dipungkiri, kehadiran AI memberi manfaat besar bagi praktisi PR. Monitoring isu yang dulunya memakan waktu kini bisa dilakukan dalam hitungan detik. Analisis big data membantu memprediksi tren opini publik, sementara chatbot mempermudah interaksi dengan audiens selama 24 jam. Dalam konteks ini, AI menjadi asisten cerdas yang mampu memperkuat strategi komunikasi.

Baca Juga: Ketika Candaan Menjadi Kekerasan: Literasi Komunikasi untuk Menghentikan Bullying

 

Namun, tantangan juga tak kalah besar. Pertama, risiko krisis kepercayaan publik akibat konten generatif yang bias, keliru, atau bahkan menyesatkan. Kedua, potensi hilangnya otentisitas jika pesan PR terlalu mengandalkan mesin. Ketiga, isu etika yang rumit siapa yang harus bertanggung jawab bila AI menghasilkan informasi yang merugikan? Selain itu, AI juga mengancam posisi pekerjaan entry-level di bidang PR yang selama ini menjadi gerbang awal bagi para profesional muda.

 

Dengan demikian, relasi antara PR dan AI bukan soal kompetisi, melainkan kolaborasi. AI dapat mengurus hal-hal teknis dan rutin, sementara praktisi PR tetap memegang kendali pada aspek strategis, kreatif, dan etis. Justru, di era ini, literasi digital dan pemahaman AI menjadi keterampilan wajib bagi praktisi PR agar tetap relevan.

Baca Juga: Mantap! Ada Layanan USG Berteknologi AI Pertama di Jatim, Disini Tempatnya

 

Menakar ulang peran manusia dalam komunikasi publik berarti menyadari bahwa teknologi hanyalah alat. AI mampu mempercepat, menyederhanakan, dan memprediksi, tetapi tidak dapat menggantikan empati, integritas, serta kepekaan sosial yang hanya dimiliki manusia. PR masa depan bukanlah tentang melawan AI, melainkan tentang bagaimana menjadikannya mitra dalam menjaga kepercayaan dan membangun komunikasi publik yang lebih manusiawi.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pemkot Surabaya Matangkan RDTR 2026, Bebaskan Lahan Warga yang 'Terjebak' Proyek Mangkrak

Saat ini, Pemkot mematangkan tahap penjaringan masukan akhir dari para pemangku kepentingan.

Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

Tak cuma soal izin, limbah darah hingga kotoran yang dibuang sembarangan ke saluran air dinilai membahayakan kesehatan warga.

Kemenag Jatim dan Baznas Kirim 27 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di NTT

Pengiriman ini merupakan hasil kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim dan Forum Zakat (FOZ) Jatim.

Ternyata Banyak Sarjana di Surabaya Belum Update KK, Disdukcapil Wanti-wanti Begini

Irvan menekankan, kesadaran memperbarui data kependudukan kian krusial menyongsong era integrasi data nasional dan pengembangan Digital Public Infrastructure.

Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman, mendesak audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia program MBG.

Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Cabang Mojokerto Beri Kejutan Haru untuk Nasabah

Momen tahunan ini dimanfaatkan sebagai wadah menyapa langsung sekaligus mendekatkan diri dengan nasabah setia.