Kamis, 04 Jun 2026 22:42 WIB

Evakuasi Korban Ponpes Al-Khoziny, Ambulans Angkut Jenazah ke RS Siti Hajar

selalu.id – Sebuah ambulans membawa satu jenazah korban runtuhnya musholla Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, ke Rumah Sakit Siti Hajar Sidoarjo sekitar pukul 15.00 WIB.

 

Baca Juga: Angin Kencang di Surabaya, Pohon Tumbang Timpa Ojol dan Penumpang

Identitas jenazah tersebut masih belum diketahui. Pihak berwenang belum memberikan keterangan resmi terkait hasil identifikasi.

 

Baca Juga: Ambulans Sempat Terhalang, Surabaya Atur Ketat Izin Hajatan Jalan

Sebelumnya, tiga santri dilaporkan meninggal dunia akibat runtuhnya bangunan musholla. Namun jumlah total korban jiwa belum dapat dipastikan. Proses pencarian dan pendataan masih dilakukan oleh tim gabungan di lokasi kejadian.

 

Baca Juga: Usai Tragedi Tewaskan 63 Santri, Ponpes Al-Khoziny Kembali Aktifkan Kegiatan Belajar

Hingga berita ini diterbitkan, data jumlah korban baik yang masih terjebak maupun yang meninggal dunia belum dirilis secara resmi.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.

Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Mahasiswa diharapkan mampu menjembatani pemahaman teoritis yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.