Kamis, 03 Sep 2026 17:00 WIB

Surabaya Jadi Percontohan Nasional, Pemutakhiran DTSEN Ditarget Tuntas Oktober

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 01 Okt 2025 11:07 WIB

selalu.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai melakukan pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) pada 1–31 Oktober 2025.

 

Baca Juga: BPJS Nonaktif hingga Banjir Masih jadi Masalah Serius di Surabaya

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan pemutakhiran ini harus selesai bulan ini karena Surabaya ditunjuk sebagai kota percontohan nasional.

 

“Semuanya turun bareng, ada pegawai kita, ada BPS, dan kader Surabaya Hebat (KSH) yang sudah lulus sertifikasi,” kata Eri, Rabu (1/10/2025).

 

Eri menargetkan seluruh data Surabaya padan penuh pada Oktober ini. “Oktober ini selesai. Karena kita dibuat percontohan nasional,” tegasnya.

 

Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Surabaya, M. Fikser, menambahkan DTSEN menjadi fondasi penting dalam merumuskan kebijakan berbasis data akurat. Pemkot telah menyiapkan tenaga pemutakhiran melalui pelatihan pada 25–28 September 2025.

Baca Juga: Bupati Mojokerto Tegaskan Bansos Harus Tepat Sasaran Sesuai DTSEN

 

“DTSEN ini menyatukan data kependudukan dan sosial ekonomi warga dengan mencocokkannya menggunakan NIK. Petugas akan melakukan pendataan langsung ke rumah warga mulai 1 Oktober,” ujar Fikser.

 

Fikser menjelaskan, DTSEN bertujuan menciptakan satu data tunggal yang dapat digunakan seluruh program pemerintah, mulai dari subsidi hingga perlindungan sosial. Data mutakhir akan menjamin program lebih tepat sasaran, sebab kondisi keluarga bisa berubah sewaktu-waktu.

 

Baca Juga: Dear Warga Surabaya: Segera Cek dan Perbarui DTSEN, Ini Risikonya Bila Diabaikan

Selain itu, data terbaru akan menjadi dasar perencanaan pembangunan jangka panjang, sehingga Surabaya dapat merancang intervensi yang lebih presisi di bidang kesehatan, pendidikan, hingga pengentasan kemiskinan berbasis bukti.

 

“Dengan DTSEN, kami ingin memastikan kebijakan lebih presisi dan tepat sasaran,” pungkas Fikser.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Ketika Peziarah Terusik dengan Markanya Anjal dan Pengemis di Kawasan Sunan Ampel Surabaya

Aduan tersebut mengalir deras ke hotline Lapor Cak Eri. Sejumlah peziarah mengaku kerap diresahkan oleh aksi anjal yang meminta uang dengan berbagai macam cara.

Resmi Dikelola Pemkab Pasuruan, Rest Area dan Tengger Cultural Center Tosari Siap Dihidupkan

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menegaskan komitmennya untuk segera mengaktifkan fasilitas penunjang wisata tersebut.

Gandeng PMI Surabaya, PT PAL Indonesia Kirim Donasi Kemanusiaan Rp83,1 Juta ke Korban Gempa NTT

Berdasarkan komunikasi dan assessment sementara tim lapangan di NTT, bantuan akan difokuskan untuk pemenuhan fasilitas dasar masyarakat terdampak.

Bahlil Mini Soccer Zona Madiun Raya Resmi Bergulir, Dibuka Laga Golkar Vs PKB

Ketua Pelaksana Bahlil Mini Soccer 2026 Arif Fathoni mengatakan, antusiasme sekolah dan pelajar untuk mengikuti kompetisi tersebut cukup tinggi.

Ketika Korban Penganiayaan di Surabaya Diintimidasi dan Ditawari Uang Damai Rp150 Juta

Majelis hakim dijadwalkan bakal memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV pada persidangan pekan depan guna mencocokkan fakta lapangan.

Dua Atlet Balap Sepeda SEA Games jadi Korban Pelecehan Seksual di Pacet Mojokerto

Keduanya menjadi korban aksi tidak senonoh atau pelecehan seksual di kawasan Jurang Gongso, Desa Kesimantengah, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.