Kamis, 03 Sep 2026 17:15 WIB

Ketika Peziarah Terusik dengan Markanya Anjal dan Pengemis di Kawasan Sunan Ampel Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 03 Sep 2026 16:53 WIB
Para anak jalanan (anjal) yang ada di kawasan wisata religi Sunan Ampel Surabaya. (Dok. Istimewa).
Para anak jalanan (anjal) yang ada di kawasan wisata religi Sunan Ampel Surabaya. (Dok. Istimewa).

selalu.id - Kenyamanan para peziarah di kawasan wisata religi Makam Sunan Ampel, Surabaya, kembali terusik. Keberadaan anak jalanan (anjal) dan pengemis yang makin marak dikeluhkan warga karena dinilai mengganggu ketertiban.

Aduan tersebut mengalir deras ke hotline Lapor Cak Eri. Sejumlah peziarah mengaku kerap diresahkan oleh aksi anjal yang meminta uang dengan berbagai macam cara.

Baca Juga: Makan di Sekolah, Bertahan di Jalan: Paradoks Anak Indonesia

Salah satu modus yang sering dijumpai adalah anjal berpura-pura membantu menyeberangkan jalan. Setelahnya, mereka mendesak peziarah untuk memberikan sejumlah uang. Tak jarang, mereka terus membuntutinya hingga keinginan tersebut dituruti.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan pihak Pemkot Surabaya tidak tinggal diam. Ia menyatakan petugas Satpol PP Surabaya sebenarnya sudah berulang kali melakukan penertiban di area tersebut. Namun, para anjal dan pengemis kerap kembali beroperasi begitu petugas meninggalkan lokasi.

"Ada laporan di hotline terkait anak jalanan di kawasan Ampel. Mereka mengganggu dan membuat peziarah tidak nyaman," kata Eri, Kamis (3/9/2026).

Eri menjelaskan bahwa pengawasan di sekitar area Makam Sunan Ampel rutin dilakukan setiap hari. Meski demikian, pergerakan anjal yang dinamis dan tidak menetap menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan.

"Teman-teman dari Satpol PP Surabaya sudah turun ke lokasi. Pengawasan dilakukan setiap hari. Hanya saja, keberadaan mereka kadang ada, kadang tidak ada," ujarnya.

Baca Juga: Anak Jalanan Bacok Pencari Rumput Lansia di Jombang, Pelaku Bonyok Dimassa

Ia merespons situasi "kucing-kucingan" ini dengan menyampaikan permohonan maaf kepada para peziarah yang merasa terganggu.

"Saya minta maaf kepada para peziarah. Ini sudah berulang kali ditertibkan dan dijaga teman-teman, tetapi tetap saja kembali lagi," tutur Eri.

Menanggapi keluhan yang terus berulang, Pemkot Surabaya mengambil langkah tegas dengan memperketat pengawasan. Eri menginstruksikan Satpol PP untuk meningkatkan intensitas patroli di kawasan Ampel agar kondusivitas wilayah tetap terjaga.

"Insya Allah saya berkoordinasi dengan Satpol PP. Nanti pengawasan akan diperketat lagi di kawasan Ampel," tegasnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Minta Pembinaan Pengemis Diperkuat, Bukan Hanya Razia

Tak hanya penertiban, langkah pembinaan juga disiapkan. Anjal maupun pengamen yang terjaring razia akan dikirim ke UPTD Liponsos Keputih selama tiga hari untuk menjalani sanksi sosial.

Di sana, mereka akan dilibatkan dalam berbagai kegiatan, mulai dari membersihkan lingkungan Liponsos hingga membantu memberi makan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Langkah ini diharapkan memberikan efek jera agar mereka tidak kembali turun ke jalan.

"Jadi, nanti para peziarah yang datang ke Ampel bisa merasa nyaman dan tidak terganggu. Semoga para peziarah tetap merasa aman dan nyaman di Ampel," pungkas Eri.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Mangkrak dan Tak Ada Kepastian, Tiga Pembeli Apartemen PT TPI Gugat Pengembang Rp6,49 Miliar di PN Surabaya

Langkah hukum ini ditempuh lantaran unit yang telah dilunasi sejak 2024 tak kunjung diserahterimakan.

Resmi Dikelola Pemkab Pasuruan, Rest Area dan Tengger Cultural Center Tosari Siap Dihidupkan

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menegaskan komitmennya untuk segera mengaktifkan fasilitas penunjang wisata tersebut.

Gandeng PMI Surabaya, PT PAL Indonesia Kirim Donasi Kemanusiaan Rp83,1 Juta ke Korban Gempa NTT

Berdasarkan komunikasi dan assessment sementara tim lapangan di NTT, bantuan akan difokuskan untuk pemenuhan fasilitas dasar masyarakat terdampak.

Bahlil Mini Soccer Zona Madiun Raya Resmi Bergulir, Dibuka Laga Golkar Vs PKB

Ketua Pelaksana Bahlil Mini Soccer 2026 Arif Fathoni mengatakan, antusiasme sekolah dan pelajar untuk mengikuti kompetisi tersebut cukup tinggi.

Ketika Korban Penganiayaan di Surabaya Diintimidasi dan Ditawari Uang Damai Rp150 Juta

Majelis hakim dijadwalkan bakal memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV pada persidangan pekan depan guna mencocokkan fakta lapangan.

Dua Atlet Balap Sepeda SEA Games jadi Korban Pelecehan Seksual di Pacet Mojokerto

Keduanya menjadi korban aksi tidak senonoh atau pelecehan seksual di kawasan Jurang Gongso, Desa Kesimantengah, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.