Sabtu, 06 Jun 2026 14:55 WIB

DPRD Surabaya Soroti Rencana Utang Baru Pemkot Rp 2,9 Triliun

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 17 Sep 2025 13:46 WIB
Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Surabaya, Aning Rahmawati
Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Surabaya, Aning Rahmawati

selalu.id – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengajukan pinjaman baru sebesar Rp 2,9 triliun ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) mendapat sorotan dari Komisi C DPRD Surabaya.

 

Baca Juga: Gandeng UNDP, Cara Pemerintah Cegah Pencemaran Plastik Sungai di Surabaya

Padahal, kewajiban lama ke Bank Jatim senilai Rp 453 miliar yang membengkak menjadi Rp 513 miliar hingga Desember 2025 belum tuntas dilunasi.

 

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Surabaya, Aning Rahmawati, mengingatkan Pemkot agar berhati-hati. Menurutnya, tambahan beban utang yang sudah tercatat dalam KUA-PPAS 2026 berisiko menggerus ruang fiskal daerah dan menghambat program prioritas.

 

“Kalau anggaran tersedot untuk cicilan pokok dan bunga, dikhawatirkan program prioritas, terutama pengentasan kemiskinan dan penanggulangan pengangguran, justru terbengkalai,” kata Aning kepada selalu.id, Selasa (16/9/2025).

 

Aning menyoroti tren APBD yang kerap meleset dari target. Pada 2024, dari proyeksi Rp 11,3 triliun, realisasi hanya Rp 10 triliun. Tahun 2025 dengan target Rp 12,3 triliun, prediksi optimistis Rp 11,6 triliun, bahkan bisa turun ke Rp 10,5 triliun.

 

“Track record realisasi ini harus jadi warning. Apalagi belanja wajib seperti gaji pegawai, Kartu Surabaya Hebat, pendidikan, dan kesehatan saja sudah menelan Rp 10,5 triliun. Kalau cash flow tidak kuat, bagaimana mungkin membayar utang baru?” tegasnya.

Baca Juga: Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

 

Aning yang juga Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya itu menilai Pemkot belum memiliki peta jalan jelas dalam penanganan pengangguran.

 

“Keluhan pengangguran masih tinggi, tapi belum ada skema maupun pentahapan yang konkret. Kalau ditambah beban utang besar, ruang fiskal untuk jaring pengaman sosial makin sempit,” ujarnya.

 

Baca Juga: DPRD Surabaya Siap Perjuangkan Perda Disabilitas

Ia menambahkan DPRD akan memperketat pembahasan rencana pinjaman ini.

 

“Apalagi nanti kalau hutang senilai 2,9 ya, yang kita khawatirkan adalah program-program prioritas kerakyatan nanti menjadi terkendala karena harus bayar pokok cicilan,” terangnya.

 

“Jangan sampai ambisi pembangunan dengan utang justru mengorbankan pelayanan dasar untuk masyarakat,” tambahnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Krisis Kepala Sekolah di Sidoarjo Mulai Terurai, Namun Puluhan SD Masih Dipimpin Plt

Masih terdapat 61 SD negeri yang untuk sementara dipimpin oleh pelaksana tugas (Plt) sambil menunggu proses rekrutmen berikutnya.

Info Kepulangan Haji Terkini: 8 Wafat, 3 Masih Dirawat di Arab Saudi

Masih terdapat tiga jamaah yang belum bisa dikembalikan ke Tanah Air karena kondisi kesehatan yang memerlukan perawatan lanjutan di rumah sakit Arab Saudi.

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.