Kamis, 23 Jul 2026 10:19 WIB

Minta PT Suka Jadi Logam Ditutup, BHS Bakal Laporkan ke Kementerian

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 15 Sep 2025 17:12 WIB
Bambang Haryo Soekartono (BHS) saat sidak PT Suka Jadi Logam
Bambang Haryo Soekartono (BHS) saat sidak PT Suka Jadi Logam

selalu.id – Anggota DPR RI Komisi VIII, Bambang Haryo Soekartono (BHS), menegaskan operasional PT Suka Jadi Logam di Benowo harus segera dihentikan. Ia menilai keberadaan pabrik peleburan emas di kawasan padat penduduk itu sangat berisiko dan menimbulkan keresahan warga.

 

Baca Juga: Makam Penuh, BHS Desak Pemkot Surabaya Perluas Lahan Pemakaman

“Tentu harus dilakukan penyetopan untuk operasional. Sangat disayangkan mereka sudah berdiri tujuh tahun, dan baru sekarang masalahnya meledak. Kalau memang masyarakat minta ditutup, ya harus ditutup,” ujar BHS usai sidak, Senin (15/9/2025).

 

Menurutnya, aktivitas pengolahan emas tidak hanya soal izin, tetapi juga menyangkut keselamatan lingkungan. Limbah berbahaya seperti merkuri dan natrium sianida bisa mencemari air maupun tanah, bahkan mengancam nyawa warga sekitar.

 

“Resikonya besar sekali. Limbah racun bisa membuat lingkungan tercemar dan masyarakat di sekitarnya meninggal. Ini tidak boleh dianggap sepele,” tegasnya.

 

BHS juga menitipkan kasus ini kepada Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, agar Pemkot lebih tegas menegakkan aturan. Jika tidak, ia berjanji akan melaporkannya ke Menteri Lingkungan Hidup agar kasus serupa tidak terulang di wilayah lain.

 

Baca Juga: BHS Sentil Pengelolaan Wisata di Surabaya, Banyak Aset Minim Terobosan

“Kalau proses penutupan tak berjalan, saya akan tembuskan ke Kementerian Lingkungan Hidup. Jangan sampai perusahaan yang sudah lama berdiri baru menimbulkan masalah besar,” ujarnya.

 

Sementara itu, warga Tengger Benowo menyambut baik langkah DPR dan Pemkot. Menurut Ibnu, salah satu perwakilan warga, hasil komunikasi dengan perusahaan menunjukkan adanya kesediaan untuk menutup pabrik. Namun, warga memberi batas waktu tegas.

 

“Warga tetap tegas, waktu tidak boleh lebih dari dua kali dua jam (2x24 jam). Kalau Rabu rapat final tidak ada keputusan tegas, warga siap bersuara langsung dalam forum itu,” ungkap Ibnu.

Baca Juga: Komisi C DPRD Minta Pemkot Tegas Tentukan Status PT Suka Jadi Logam di Benowo

 

Ia menambahkan, warga sudah terlalu lama menghirup bau menyengat yang muncul dari aktivitas peleburan emas tersebut. Mereka menunggu rapat final pada Rabu mendatang sebagai keputusan akhir.

 

“Kalau memang ditutup sesuai kesepakatan, aksi warga juga selesai. Tapi kalau tidak ada ketegasan, kami tidak akan diam,” tandasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Ada yang Tidak Konsisten, Tapi Keberuntungan juga Datang

Ramalan zodiak pada umumnya meliputi tentang kehidupan secara umum, kesehatan, pekerjaan, hingga cinta. Kali ini keberuntungan juga datang.

Langkah Nyata Pemkab Jember dalam Hadirkan Layanan Gratis dan Sejahterakan Guru Ngaji

Pemkab Jember berharap informasi mengenai layanan administrasi, kesehatan, pendidikan, hingga program kesejahteraan dapat menjangkau masyarakat lebih luas.

Diperiksa Bapenda Surabaya soal Kepatuhan Pajak PBJT, Manajemen RM Ayam Goreng Ny Suharti Bungkam

Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari penelusuran kepatuhan pelaporan PBJT sektor makanan dan minuman untuk masa pajak 1 tahun. 

75 Anak Surabaya Resmi Kantongi Penetapan Perwalian, Hak Pendidikan hingga Kesehatan Terjamin

Program ini bertujuan memberikan perlindungan hukum bagi anak yatim piatu, anak terlantar, hingga anak yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Kemenag Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit untuk Birokrasi Bebas KKN

Menag menegaskan digitalisasi menjadi instrumen penting dalam menyederhanakan birokrasi sekaligus memastikan pengelolaan talenta berjalan secara lebih adil.

Mantan Dirut KBS jadi Tersangka, Wali Kota Eri Janji Usut Tuntas Kasus Selisih Kas Rp10 M

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan Pemkot akan memperketat pengawasan dengan menerapkan audit independen secara rutin.