Selasa, 21 Jul 2026 20:44 WIB

Cerita Wali Kota Eri Terkena Gas Air Mata hingga Selamatkan Bocah Menangis saat Demo

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 04 Sep 2025 21:12 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi

selalu.id - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, membagikan pengalaman pribadinya saat terjun langsung di tengah kericuhan demo besar yang mengguncang Kota Pahlawan pada 28–30 Agustus 2025 lalu.

Eri mengaku tak luput dari gas air mata saat berada di sekitar Balai Kota hingga kawasan Grand City. Namun, momen paling membekas baginya adalah ketika melihat seorang anak kecil menangis ketakutan di dalam mobil.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

“Mataku perih kena gas air mata, tapi saya lihat ada anak nangis nggak berhenti di mobil. Saya tarik mobilnya, saya suruh menepi, lalu saya ajak masuk ke rumah dinas biar aman. Tidak saya biarkan pulang malam itu,” tutur Eri, Kamis (4/9/2025).

Anak itu baru bisa pulang setelah pukul 03.00 dini hari, ketika situasi relatif lebih aman. “Saya pastikan dulu kondisi terkendali, baru anak itu pulang,” imbuhnya.

Bagi Eri, pengalaman ini menjadi teguran sekaligus pengingat.
“Saya sadar, ini teguran dari Gusti Allah. Mungkin kita kurang saling mengingatkan, kurang bersyukur, kurang menjaga kebersamaan. Karena itu saya ingin masyarakat Surabaya tetap guyub rukun,” ucapnya.

Selain anak kecil, ada pula warga yang merasakan langsung uluran tangan sang wali kota. Intan (34), warga Gubeng Kertajaya, bercerita betapa ia hampir terjebak di tengah massa ketika pulang kerja pada Jumat (29/8/2025).

Baca Juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Saat mencoba melewati Jalan Genteng Kali menuju rumah, aksesnya tertutup karena ribuan demonstran memenuhi area sekitar Balai Kota. Di tengah kebingungan dan rasa takut, ia justru bertemu Eri Cahyadi yang tengah mengarahkan warga.

“Pak Wali lihat saya bawa mobil sendirian, beliau langsung bilang kalau jalur ke rumah saya sudah dipenuhi massa. Saya disarankan istirahat di rumah dinas dulu,” kenang Intan saat ditemui Selalu.id.

Momen itu makin emosional bagi Intan ketika wali kota menyebut soal orang tua. “Saya jawab, saya sudah nggak punya orang tua, Pak,” ucapnya sambil menahan tangis. Tak lama kemudian, dentuman gas air mata membuat suasana makin mencekam, hingga ia buru-buru masuk ke rumah dinas wali kota.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Di sana, ia ditenangkan oleh istri Eri, Rini Indriyani, bersama putri mereka. “Saya dikasih minum, ditemani sampai saya agak tenang,” katanya. Intan akhirnya bermalam sekitar tiga jam di rumah dinas, sebelum ajudan wali kota mengantarnya pulang pukul 01.30 dini hari dengan pengawalan motor.

Kini, Eri memastikan Surabaya sudah kembali aman usai TNI-Polri berjaga di berbagai titik. “Alhamdulillah warga bisa kembali beraktivitas normal. Surabaya ini aman karena dijaga masyarakat bersama aparat,” pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.

Komitmen Pemkab Jember untuk Pesantren: Dari Beasiswa Internasional, Insentif Guru Ngaji hingga Layanan Kesehatan Gratis

Gus Fawait juga umumkan pembentukan Forum Komunikasi Pondok Pesantren sebagai wadah resmi mempererat koordinasi antara Pemkab Jember dengan seluruh ponpes.

Gebrakan Menko AHY di Benoa: Relokasi Kapal Perikanan demi Terwujudnya Marina District

Nantinya, Marina District akan mampu menampung hingga 180 unit yacht dengan ukuran maksimal panjang 90 meter. 

Nenek di Mojokerto jadi Korban Perampasan, Kalung Emas 7 Gram Raib

Saat beraksi, pelaku berpura-pura memberi makanan kepada korban, kemudian langsung merampas kalung emas yang dipakai korban.