Selasa, 20 Okt 2026 10:44 WIB

Warga Taman Pelangi Bertahan di Tengah Debu, Tunggu Rp57 Miliar Ganti Rugi Cair

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 03 Sep 2025 12:39 WIB
Kondisi kampung di Taman Pelangi
Kondisi kampung di Taman Pelangi

selalu.id – Deru alat berat dan debu pembongkaran jadi pemandangan sehari-hari bagi warga RT 01/RW 03 Jemur Gayungan atau kawasan Taman Pelangi, Surabaya.

 

Baca Juga: Masuk APBN 2026, Proyek Flyover Taman Pelangi Surabaya Masih Mandek

Di tengah lahan yang sebagian besar sudah rata dengan tanah, masih ada beberapa rumah yang berdiri. Penghuninya memilih bertahan sambil menunggu kepastian ganti rugi pembangunan Flyover Taman Pelangi.

 

Pantauan Selalu.id, Selasa (2/9/2025), kontras terlihat di lokasi. Sisi timur jalan sudah kosong setelah 13 persil selesai dibebaskan. Namun di sisi barat, beberapa rumah masih dihuni. Warganya tetap beraktivitas meski hidup di tengah kepungan debu.

 

Soliha, warga yang tinggal sejak 2000, mengaku tak punya pilihan selain bertahan bersama keluarga.

 

“Kita ingin cepat cair uang ganti ruginya. Sampai sekarang belum punya tempat untuk pindah,” ucap Soliha.

 

Baca Juga: Arus Nonstop Tanpa Lampu Merah, Ini Skema Flyover Taman Pelangi Surabaya

Hal serupa disampaikan Yudi, pemilik lahan berstatus petok D yang diperkirakan menerima ganti rugi lebih dari Rp1 miliar.

 

“Sampai kapan pun kita akan bertahan sebelum dapat uangnya. Hak kami harus dipenuhi dulu baru pindah,” tegasnya.

 

Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPRKPP) Surabaya memastikan dana ganti rugi sebesar Rp57 miliar untuk 16 persil sudah dititipkan ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya lewat mekanisme konsinyasi.

Baca Juga: Wali Kota Eri Sebut Proyek Flyover Taman Pelangi Jadi Kunci Atasi Banjir Surabaya Selatan

 

“Duitnya jelas ada, dititipkan ke PN. Pembayaran bisa dilakukan setelah masalah hukum di masing-masing persil selesai,” kata Kabid DPRKPP Surabaya, Farhan Sanjaya.

 

Ia menjelaskan, pencairan masih menunggu putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) serta penyelesaian sengketa internal warga, termasuk perkara waris. “Sekarang masih tahap konsultasi sebelum pengajuan eksekusi resmi ke PN,” tambahnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

150 Produk Pabrik Kosmetik Ilegal di Mojokerto Mengandung Bahan Berbahaya, BPOM RI: Bisa Kanker

"Bisa juga menyebabkan atrofi kulit dan gangguan sistem pelepasan hormon yang tahapan berikutnya bisa berdampak berupa penyakit kanker," ungkap Kepala BPOM RI.

Top 5 Berita: Prabowo Ratas hingga Perda Air Limbah

selalu.id - Lima artikel berita selalu.id masuk dalam top 5 berita sejak Senin (19/10/2026) hingga Selasa (20/10/2026) pagi. Pembaca tertarik pada pemberitaan

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.