Kamis, 23 Jul 2026 06:42 WIB

Dugaan Malpraktik RS Siti Hajar Mandek, Keluarga Ancam Praperadilan

Konfrensi pers kasus dugaan malpraktek RS Siti Hajar
Konfrensi pers kasus dugaan malpraktek RS Siti Hajar

selalu.id – Kasus dugaan malpraktik yang menyebabkan kematian Bagas Priyo (28), warga Sepande, Sidoarjo, usai operasi amandel di RS Siti Hajar pada 21 September 2024, hingga kini belum menemui titik terang. Polresta Sidoarjo yang menangani laporan keluarga korban menyatakan kemungkinan akan menerbitkan Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3).

 

Baca Juga: Dugaan Malpraktik RS Siti Hajar Sidoarjo Mandek, Korban dan Kuasa Hukum Laporkan ke Bareskrim

Kuasa hukum keluarga korban, Muhammad Nainul Anami, menilai ada sejumlah kejanggalan dalam proses operasi. Menurutnya, Bagas sempat diberi makan beberapa jam sebelum tindakan, padahal pasien operasi seharusnya dalam kondisi puasa. Keluarga juga mengaku tidak menandatangani persetujuan tertulis untuk tindakan medis tersebut.

 

"Kami menduga adanya kelalaian dan tindakan yang tidak sesuai standar operasional prosedur. Operasi yang seharusnya kecil, justru berujung pada kematian Bagas," kata Nainul saat ditemui di kantor LBH Nurani Surabaya, Selasa (29/7/2025).

 

Sejak laporan diajukan ke Polresta Sidoarjo pada Oktober 2024, pihak keluarga belum mendapatkan perkembangan berarti. Penyidik Unit Pidana Umum Satreskrim Polresta Sidoarjo berdalih belum memiliki cukup bukti untuk melanjutkan penyidikan.

 

Baca Juga: Kasus Dugaan Malpraktik RS Siti Hajar Mandek, Begini Pendapat Ahli Hukum

"Kami telah menyampaikan kesiapan memberikan bukti. Namun sampai sekarang tidak ada koordinasi lebih lanjut," tegas Nainul.

 

Ia menyebut penyidik bahkan telah memberi sinyal akan mengeluarkan SP3. Hal ini membuat keluarga kecewa dan mempertimbangkan langkah hukum lanjutan melalui praperadilan jika SP3 benar-benar dikeluarkan.

 

"Ada batas waktu untuk mengajukan praperadilan. Jika SP3 dikeluarkan di luar batas itu, kami akan laporkan sebagai tindak kejahatan," ujar Nainul.

 

Kasus ini menjadi perhatian masyarakat Sidoarjo dan Surabaya, terutama soal pengawasan terhadap praktik medis di rumah sakit. Pihak keluarga berharap penanganan dilakukan secara adil dan transparan, serta memberi efek jera jika ditemukan pelanggaran prosedur.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Langkah Nyata Pemkab Jember dalam Hadirkan Layanan Gratis dan Sejahterakan Guru Ngaji

Pemkab Jember berharap informasi mengenai layanan administrasi, kesehatan, pendidikan, hingga program kesejahteraan dapat menjangkau masyarakat lebih luas.

Diperiksa Bapenda Surabaya soal Kepatuhan Pajak PBJT, Manajemen RM Ayam Goreng Ny Suharti Bungkam

Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari penelusuran kepatuhan pelaporan PBJT sektor makanan dan minuman untuk masa pajak 1 tahun. 

75 Anak Surabaya Resmi Kantongi Penetapan Perwalian, Hak Pendidikan hingga Kesehatan Terjamin

Program ini bertujuan memberikan perlindungan hukum bagi anak yatim piatu, anak terlantar, hingga anak yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Kemenag Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit untuk Birokrasi Bebas KKN

Menag menegaskan digitalisasi menjadi instrumen penting dalam menyederhanakan birokrasi sekaligus memastikan pengelolaan talenta berjalan secara lebih adil.

Mantan Dirut KBS jadi Tersangka, Wali Kota Eri Janji Usut Tuntas Kasus Selisih Kas Rp10 M

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan Pemkot akan memperketat pengawasan dengan menerapkan audit independen secara rutin.

Tiberman Raih 2 Penghargaan MURI dalam Tiberman Expo 2026

Andy Gunawan mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan solusi sekaligus nilai tambah bagi pelanggan.