Sabtu, 05 Sep 2026 18:35 WIB

PDIP Surabaya Terus Memanas, Pengamat Sebut Ketua Partai Harus dari Lingkaran Risma

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 20 Jul 2025 14:10 WIB

Selalu.id – Masa jabatan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Yordan M. Batara Goa, dinilai belum mampu meredam konflik internal partai. Kondisinyapun terus memanas.

Padahal, sejak ditunjuk melalui SK DPP Nomor 1742/KPTS/DPP/IV/2025 tertanggal 30 April 2025, Yordan diharapkan bisa menyatukan faksi-faksi yang sempat retak. Namun hingga jelang berakhirnya masa tugasnya di akhir Juli ini, riak ketegangan justru makin terasa.

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Salah satunya, konflik internal dari kader PDIP Surabaya Achmad Hidayat yang sempat menantang Wakil Wali Kota Surabaya hingga nyaris bakar diri di depan Kantor DPC, Jalan Setail, pada Jumat (18/7/2025) lalu.

Pengamat politik Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Ken Bimo Sultoni, menilai pergantian Plt harus menjadi bagian dari konsolidasi strategis menjelang agenda politik 2029. Menurutnya, dibutuhkan figur yang tak hanya loyal, tapi juga punya pengaruh kuat di tingkat lokal dan nasional.

“Kalau partai ingin menyelesaikan konflik dengan elegan, maka Plt pengganti harus datang dari lingkaran terdekat Bu Risma. Sosok yang punya legitimasi moral dan simbolik di akar rumput,” kata Bimo, saat dihubungi Selalu.id, Minggu (20/7/2025).

Meski begitu, ia menilai peluang Risma sendiri untuk turun langsung jadi Plt cukup kecil. Sebab, akan muncul resiko persepsi bahwa PDI Perjuangan kekurangan kader lokal yang mampu menyelesaikan konflik internal sendiri.

“Kalau Bu Risma yang turun, justru akan memunculkan kesan PDIP kehabisan kader lokal yang mumpuni. Padahal, kaderisasi seharusnya jadi kekuatan utama partai,” jelasnya.

“Jika partai menunjuk internal yang memiliki rekam jejak, dia harus bisa diterima lintas faksi dan mampu meredam ketegangan di tubuh partai,” tambahnya.

Dalam konteks regenerasi, Bimo menyebut beberapa tokoh potensial seperti Fuad Bernardi, putra Risma, hingga Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Keduanya punya kans untuk menggantikan Yordan sebagai ketua DPC PDI Perjuangan difinitif. Keduanya dinilai punya kekuatan berbeda yang bisa diandalkan.

Baca Juga: Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

“Kalau dilihat dari empat aspek utama dukungan DPP, akses ke pusat, pengaruh lokal, dan kemampuan meredam konflik, Mas Fuad dan Pak Eri adalah dua nama yang menonjol,” ujarnya.

Fuad disebut memiliki kedekatan dengan elite partai, termasuk Megawati Soekarnoputri, dan dinilai lebih diterima oleh faksi akar rumput. Sementara Eri, sebagai wali kota aktif, memiliki posisi struktural yang kuat meski dinilai enggan merangkap jabatan.

“Pak Eri ini punya pengaruh besar, tapi dari sisi kesediaan sepertinya tidak terlalu berminat. Itu bisa jadi pertimbangan DPP juga,” jelas Bimo.

Bimo menekankan, siapa pun sosok yang ditunjuk harus mampu menjembatani konflik internal yang masih berjalan. “Bukan soal dekat atau tidak dengan Bu Risma, tapi siapa yang bisa konsolidasikan partai secara utuh,” tegasnya.

Baca Juga: Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

Senada, pengamat politik Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam, menyebut posisi Ketua DPC PDIP Surabaya bukan sekadar jabatan struktural, melainkan kursi strategis yang sangat diperebutkan.

“Surabaya ini barometer politik nasional dan benteng kehormatan PDIP. Jadi siapa pun yang ditunjuk pasti melalui pertimbangan sangat ketat,” ucapnya.

Surokim juga menyoroti masih besarnya pengaruh Risma dalam dinamika PDIP Surabaya, meski ia tak lagi menjabat secara struktural.

“Kalau bukan Bu Risma langsung, pasti orang kepercayaannya. Tapi tetap akan dikunci oleh keputusan DPP dan DPD,” pungkasnya.

Editor : Yasin
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.

Libatkan 25.613 Peserta, Tajemtra 2026 Pecah Rekor 

Para peserta menempuh perjalanan kurang lebih 30 KM hingga finish di kawasan Alun-alun Jember.