Perlahan Tapi Pasti, Kasus Stunting di Surabaya Mulai Menurun

Reporter : Ade Resty
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat bersama balita di Surabaya

selalu.id - Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menurunkan kasus stunting anak sedikit membuahkan hasil. Penurunan kasus gizi buruk tersebut terlihat berdasar data dari Dinas Kesehatan.

Tercatat, 128 kasus stunting anak berhasil ditangani oleh Pemkot Surabaya. Berdasar data Dinas Kesehatan Surabaya, terdapat 1.785 kasus pada Desember 2021 dan turun menjadi 1.657 pada Januari 2022.

Baca juga: Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

"Kemudian ada lagi penurunan sekitar 128. Ini akan kita ikuti perkembangannya sampai 31 Januari," kata Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Surabaya, Nanik Sukristina, Kamis, (27/12/2022)

Pemerintah Kota Surabaya, lanjut nanik, akan terus menekan angka stunting hingga mencapai titik nol kasus dalam tiga bulan ke depan.

"Karena untuk menurunkan ini (stunting) kan tidak bisa cepat, kita terus upayakan," ujarnya.

Baca juga: Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

Menurut Nanik, penanganan kasus stunting lebih kompleks karena terkait makanan, gizi dan kemampuan ekonomi keluarga si anak stunting. Sebab itu, penanganan melalui cara pendekatan dan penyuluhan ke masyarakat bersama kader kesehatan.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi meminta agar jajaran Dinkes Surabaya, camat, lurah, PKK dan kader kesehatan melakukan pengecekan secara rutin dan pendampingan ke rumah-rumah warga untuk mencegah stunting.

"Saya tugaskan kepada Kadinkes untuk mendata setiap anak yang lahir di Surabaya. Kapan pun itu harus tahu jumlahnya,"tegasnya.

Baca juga: Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Tak hanya jajaran Dinas Kesehatan, Eri juga meminta seluruh masyarakat termasuk perangkat daerah memantau warganya, tetangga atau saudaranya.

"Kalau ada kekurangan tolong disampaikan segera. InsyaAllah tidak ada lagi yang namanya stunting," terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru