Ini Alasan Pemkot Soal Tingginya Kasus HIV/AIDS di Surabaya

Reporter : Ade Resty
Balai Kota Surabaya

selalu.id - Surabaya jadi kota dengan kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) tertinggi se-Jawa Timur. Hal itu disampaikan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jatim yang mencatat bahwa ada sebanyak 323 pasien HIV/AIDS baru di Kota Surabaya, disusul Kabupaten Banyuwangi 186, dan Jember sebanyak 174.

Tingginya kasus HIV di Surabaya, disebabkan banyaknya warga luar yang bukan penduduk Surabaya melakukan pengobatan di Surabaya.

Baca juga: Daftar Makanan yang Wajib Dihindari saat Musim Hujan, Berikut Risikonya

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya Nanik Sukristina angkat bicara persoalan tersebut.

"Jadi, banyak warga luar yang berobat ke sini (Surabaya)," kata Kepala Dinas Kesehatan, Nanik Sukritisna, Rabu (19/1/2022).

Nanik menjelaskan bahwa pihaknya selama ini telah melakukan sosialisasi dan skrining dengan mendeteksi sejak dini dengan pendekatan terhadap kelompok resiko tertular HIV seperti waria, pekerja sex, IMS (penyakit akibat infeksi yang dapat tertular melalui hubungan seksual), dan pengguna narkoba jarum suntik.

"Lalu pada kelompok rentan tertular HIV, seperti ibu hamil, calon pengantin, pekerja hiburan, ABK (Anak Buah Kapal) dan pekerja pabrik," ujarnya.

Nanik menjelaskan, pihaknya juga melakukan skrining pada pasien dengan penyakit tertentu yang kemungkinan dapat disertai oleh HIV, seperti pasien IMS, pneumonia, dermatitis kronis, dan diare.

"Dengan keaktifan kami, akhirnya kasus semakin tinggi terdeteksinya. Pemeriksaan HIV ini ada di 63 puskesmas di Kota Surabaya, 54 rumah sakit, satu klinik berbasis pemerintah, dan satu klinik milik kantor kesehatan pelabuhan (KKP)," jelasnya.

Baca juga: 626 Petugas Haji Surabaya Siap Layani 42 Ribu Jemaah di Jatim

Nanik menyampaikan bahwa sebanyak 323 kasus telah ditemukan sepanjang tahun 2021 kemarin dan saat ini sedang dalam proses pengobatan atau telah mendapat penanganan oleh Pemkot Surabaya.

"Sebab, penderita dan orang yang tertular HIV tidak menunjukkan gejala apapun," ujarnya.

Virus HIV ini lebih sering menjangkit kelompok heteroseksual dan orientasi seksual antara laki-laki dan perempuan.

Sedangkan untuk usia yang paling banyak terjangkit virus ini adalah usia 25 - 44 tahun.

Baca juga: Curi Uang di Pesawat, Dua WNA Asal China Diamankan di Bandara Juanda Surabaya

"Tapi usia paling tinggi adalah usia 25 - 29 tahun, kemudian disusul usia 30 - 32 tahun. Paling banyak terjangkit adalah kaum laki-laki dengan prosentase 73 persen," ungkapnya.

Lebih lanjut Nanik menjelaskan, untuk jenis pekerjaan yang rawan terjangkit virus HIV/AIDS adalah karyawan dengan persentase 46, 2 persen, disusul ibu rumah tangga 18,9 persen, dan wiraswasta 14,6 persen.

"Lalu pada kelompok seksual tertentu, yakni homoseksual sebanyak 46 persen, heteroseksual 49 persen, dan bisexual 2,3 persen," jelas Nanik. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru