selalu.id - Surabaya menjadi urutan pertama kota dengan angka kekerasan anak tertinggi di Jawa Timur tahun 2021, hal ini berbanding terbalik dengan predikat Kota Layak Anak yang selama 5 tahun berturut-turut disematkan kepada Surabaya.
Dalam catatan LPA Jatim, kasus kekerasan terhadap anak di Jawa Timur meningkat 100 persen selama 2021. Tahun 2020 jumlah kasus sebanyak 186, sedangkan tahun 2021 naik menjadi 368 kasus.
Baca juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya
"Surabaya posisi pertama terbanyak total 47 Kasus kekerasan pada anak 2021," kata Kepala Bidang Data, Informasi dan Litbant LPA Jatim, M Isa Ansori, saat dikonfirmasi selalu.id, Senin (3/1/2022).
Isa menyebut bahwa tingginya kasus kekerasan terhadap anak di Surabaya lantaran kesadaran masyarakat untuk melaporkan kasus kekerasan juga tinggi.
"Sebetulnya Surabaya selalu menjadi penyumbang terbanyak sejak 5 tahun terakhir ini. Memang Surabaya adalah kota ramah anak, tetapi sebagai kota metropolis, tentu saja bahwa kemudahan akses melapor dan kesadaran warga untuk melapor lebih tinggi," jelasnya.
Baca juga: Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang
Ia menyampaikan, kekerasan terhadap anak di kota lain juga tak kalah tinggi sebenarnya. Karena kesadaran melapor membuat Surabaya menjadi urutan pertama. Menurut Isa, kasus kekerasan terhadap anak ini seperti fenomena gunung es yang mengakar besar di bawah namun tidak terekspose.
"Apalagi data kami bersumber dari laporan masyarakat dan media, sehingga kemudahan melapor ke kami juga menjadi faktor jumlah kasus," terangnya.
Baca juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih
"Kota Surabaya banyak yang terbuka melakukan laporan," imbuhnya.
Selain karena kesadaran melapor, Pemkot Surabaya juga telah membuka diri memberikan berbagai fasilitas untuk pelaporan kasus kekerasan terhadap anak. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi