selalu.id - Putra sulung Mensos Tri Rismaharini, Fuad Benardi memposting percakapan via WhatsApp dengan ibunya yang bikin merinding. Fuad membagikan tangkapan layar WhatsApp tersebut ke media sosial Instagram.
Dalam postingan tersebut, nampak Fuad memberitahukan kepada sang ibu terkait pelantikannya sebagai anggota DPRD Jawa Timur periode 2024-2029 yang akan digelar pada Sabtu (30/8/2024).
Baca juga: Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri
"Undangannya udahbuat pelantikan," tulis Fuad sembari dilampirkan foto undangan.
Pesan tersebut dijawab oleh Mensos Risma dengan jawaban yang cukup membuat merinding.
"Ya mas, doa mama ya. Jangan berubah, ingat rakyat, tanpa mereka kita bukan siapa-siapa," jawab Risma kepada putra Sulungnya.
Saat dikonfirmasi, Fuad membenarkan percakapan tersebut dan juga membuatnya merinding sekaligus bangga dengan ibundanya.
Baca juga: Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes
"Itu pas mengirim undangan pelantikan hari Sabtu, nanti. InsyaAllah menjadi pengingat buat saya. Bagaimana pun saya sampai kaya gini tanpa rakyat tak akan bisa. Bahkan diatas kepentingan keluarga maupun kelompok. Itu harus digenggam dan dijalankan,"ungkap Fuad, kepada selalu.id.
Ia menyebut, pesan tersebut sesuai juga amanat Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri.
"Hal yang dikatakan bu Risma itu juga linier dan sesuai dengan amanat perintah Ibu Ketum PDIP, untuk kita sebagai kader partai baik luar pemerintahan ataupun legislatif tetap mementingkan kepentingan rakyat,” ujarnya.
Baca juga: Gila! Ternyata Begini Alur Suap Dana Hibah Pokir DPRD Jatim
Lebih lanjut Fuad menceritakan perjuangan ibundanya untuk kepentingan rakyat hingga menjadi pemimpin dua periode dan 86 persen kemenangan telak saat Pilkada 2015 lalu. Bahkan, menjadi Menteri Sosial (Mensos).
"Ketika menjadi menteri sosial beliau menjalankan dengan sebaik-baiknya. Pergi ke daerah terpencil, ke daerah suku anak dalam. Beliau rela datang padahal jalannya berjam-jam. Bahkan ada pernah jalannya sehari pun beliau lalui untuk berikan bantuan," terangnya.
"Terbukti anggaran sosial merata untuk seluruh rakyat Indonesia, bukan untuk kepentingan beliau," pungkasnya.
Editor : Arif Ardianto