Surabaya (selalu.id) - Kematian Dumbo, gajah berusia 2,5 tahun koleksi Kebun Binatang Surabaya belum diketahui penyebabnya, masih harus menunggu 14 hari lagi untuk hasil autopsi dan laboratorium.
Beredar spekulasi yang menyebutkan bahwa Dumbo terserang Elephant Herpesvirus, sejenis virus yang berakibat fatal jika ditularkan kepada gajah muda Asia.
Baca juga: Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!
Tim Kemeterian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) meminta pengelola Kebun Binatang surabaya untuk meningkatkan keamanan bagi satwa koleksinya.
Kepala Seksi Pengawetan Eksitu Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutan (KLHK), Desy Satya Chandradewi mengatakan bahwa perbaikan keamanan itu juga harus melihat pada aspek pola interaksi hewan dengan pengunjung KBS.
"Terpenting adalah biosafety dan biosecuritynya untuk bagaimana kita berinteraksi dengan satwa-satwa ini," kata Desy, Senin (20/12/2021).
Desy meminta kepada manajemen KBS agar memastikan keamanan gajah yang masih tergolong dalam usia muda untuk tidak dilakukan interaksi dengan pengunjung.
Baca juga: Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin
"Kedepannya kita akan memberikan mitigasi penyebaran virus ini pada gajah yang ada di LK (lembaga konservasi) umum yang lain," terangnya.
Sementara itu, Tenaga Ahli dari Asosiasi Satwa Liar Eksotik dan Aquatik, Wisnu Wardana menyampaikan, pentingnya peningkatan keamananan. Kejadian yang menimpa Dumbo harus bisa menjadi pelajaran kepada seluruh Lembaga Konservasi untuk benar-benar serius dalam menjalankan pola perawatan satwa koleksinnya.
"Sistem biosecuritnya harus benar-benar bagus dan gajah muda hendaknya jangan diekspose dulu," ujarnya.
Baca juga: Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya
Wisnu mengaku juga masih menunggu hasil outopsi Dumbo untuk mengetahui penyebab matinya gajah muda tersebut. Namun, Wisnu menduga penyebab kematiannya dikarenakan Elephant Herpesvirus.
"Kita masih menunggu hasil laboratorium. Gejala patologis anatomisnya mengarah pada sana (Elephant Herpesvirus)," terangnya. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi