Surabaya (selalu.id) - Menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Akmarawita Kadir, meminta langkah protokol kesehatan ketat tak hanya dilakukan di tempat-tempat keramaian umum, seperti mal maupun lokasi wisata, namun juga diterapkan di wilayah perkampungan saat momen Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Akma menilai bahwa saat ini pengawasan di wilayah pemukiman mulai ada pelonggaran. Menurutnya optimalisasi petugas kampung tangguh dan satgas Covid-19 perlu dilakukan oleh Pemkot Surabaya, guna menskrining tiba warga yang datang.
Baca juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya
"Jadi diaktifkan lagi kampung tangguhnya dan satgas covidnya yg sekarang ini melonggar," kata Akma sapaan akarabnya, Rabu (15/12/2021).
Akma menyebut, baik kampung tangguh dan satgas Covid-19 punya peran besar dalam mengantisipasi munculnya klaster di lingkungan penduduk.
"Jangan sampai nanti setelah Nataru timbul klaster," jelasnya.
Baca juga: Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang
Tak hanya itu, ia juga melihat dari aspek-aspek lain, bahwa dimana kemunculan klaster Covid-19 bisa berimbas pada Pembelajaran Tatap Muka (PTM).
"Jangan sampai ada peningkatan kluster dan akhirnya PTM juga terganggu," ujarnya.
Sementara itu, Akma juga menyebut pola penangangan di masa Nataru harus benar-benar dilakukan secara serius oleh Pemkot Surabaya, terlebih saat momen akhir tahun nanti pembatasan di tempat keramaian umum bakal diterapkan 75 persen.
Baca juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih
"Tentunya (kesiapan) fasilitas betul-betul harus dilihat, kalau gak punya ventilasi bagus, gak punya protokol barcode peduli lindungi dan sebagainya harus ditegur bahkan ditutup apalagi mau Nataru," tegasnya. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi