selalu.id - Pengungsi kebakaran rumah di kawasan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Surabaya atau eks Lokalisasi Dolly-Jarak mengalami kesurupan, Minggu (24/9/2023). Tercatat dua orang mengalami kesurupan .
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya menceritakan, saat dirinya berada di lokasi penampungan, tepatnya di Balai RW 10, dirinya melihat seorang ibu yang tengah tidur di penampungan, tiba-tiba berteriak-teriak.
Baca juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal
"Awalnya dia tidur, waktu saya lihat (wanita itu) biasa saja. Terus dia teriak-teriak. Tapi saya disana hanya mengamankan dan menghibur anak-anak kecil saja, agar tidak ketakutan," ujarnya kepada selalu.id.
Saksi ini menjelaskan bahwa wanita itu sejak kemarin mengalami sesak nafas. Petugas kesehatan yang meriksa wanita menyebutkan kemungkinan mengalami stres. Kata dia, hal itu wajar, lantaran rumahnya ikut terbakar.
"Mulai kemarin katanya juga mulai (gelisah). Hari ini kemasukan (kesurupan), kemungkinan dia stres,"ujarnya.
Lebih lanjut warga ini menceritakan bahwa anak dari wanita itu juga mengalami kesurupan usai membantu ibunya yang memberontak.
Baca juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang
"Anaknya juga membantu menyembuhkan juga kena (kesurupan),"ungkapnya.
"Alhamulilah saat ini (mereka), sudah ditangani tim TGC (Tim Gerak Cepat) Puskesmas. Sudah diberi obat penenang agar dia tidur nyenyak,"imbuhnya.
Disebutkan, rumpun pohon bambu yang dibakar oleh warga sekitar diyakini sebagai tempat angker lantaran terdapat makam tua disekitarnya.
Baca juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin
Terpisah, Lurah Putat Jaya Bryan Ibnu Maskuwaih menyampaikan terkait untuk para korban pengungsi kebakaran, Pemkot Surabaya sudah menyediakan fasilitas baik tempat maupun kebutuhan utama.
"Kita siapkan 3 lokasi yakni, pasar burung, balai RW dan Sentra Wisata Kuliner (SWK) di Jalan Jarak. Warga sekitar dari RT lain juga saling bantu,"kata Bryan.
Editor : Arif Ardianto