selalu.id - Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium resmi naik dari sebelumnya Rp 9.000 menjadi Rp 10.900 per kilo. Sementara ketersediaan beras Bulog masih langka di Surabaya.
Pantauan selalu.id, pedagang Pasar Pucang Surabaya, Fatima mengaku mendapatkan beras Bulog bukan dari pemerintah melainkan dari distributor.
Baca juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal
"Beras Bulog sudah ada, tapi saya ambil dari distributor bukan dapat dari pemerintah," kata Fatima saat ditemui, Senin (3/4/2023).
Fatimah menjelaskan ada perbedaan harga yang didapat ketika kulak dari distributor dan pemerintah.
"Saya ambil dari distributor Rp 49 ribu jualnya Rp 53 per lima kilo," katanya.
Baca juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang
Hal yang sama juga dialami pedagang pasar Genteng yang mengaku kesulitan mendapatkan beras Bulog.
Ida, pedagang Pasar Genteng mengungkapkan, beras Bulog banyak
dicari karena harganya murah dibanding beras lainnya. Maka dari itu dirinya meminta agar pemerintah segera mengirimkan beras Bulog kepada pedagang-pedagang.
Baca juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin
"Bulog kosong sudah lama sebulan lebih. Sekarang jualnya cuma beras premium. Kapan beras Bulog ada lagi, banyak yang cari," terangnya.
Tak hanya di pasar Pucang dan Genteng, pantuan selalu.id di pasar Tambak Rejo juga mengalami hal yang sama, kesulitan mendapatkan stok beras Bulog yang diminati masyarakat karena harganya yang relatif murah. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi