selalu.id - Meski Indonesia batal menjadi tuan rumah penggelaran Piala Dunia U-20, perbaikan Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya tetap berlanjut. Salah satunya Stitching yakni menyulam menjahit rumput sintetis, dimasukan di rumput asli.
"Kita akan tetap lakukan (Stiching). Nanti kita koordinasi dengan PSSI, karena itu kan cuma menjahit rumput, nanti kita koordinasikan tetap dilakukan. PSSI saya maturnuwun sanget," kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Minggu (2/4/2023).
Baca juga: Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!
Eri mengatakan renovasi stadion GBT tetap berlanjut meski Piala Dunia U20 batal. Namun, hasil perbaikan stadion bisa dimanfaatkan untuk pertandingan-pertandingan lainnya, terutama homebase untuk Persebaya.
"Pakai aja Persebaya jangan sampai tidak terpakai, sehingga kita gak ada lagi ini Persebaya bisa main di GBT. Dan talenta-talenta bisa kita lakukan pembinaan," ujarnya.
Baca juga: Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin
Batalnya Piala Dunia U20 sekaligus venue GBT tidak jadi dipakai perhelatan sepak bola intenasional, Eri mengaku legowo dan mengambil hikmah dari kegagalan itu.
"Alhamdulillah dengan semangat Piala Dunia U20 kemarin tidak ada yang sia-sia. GBT maupun stadion 10 November jadi baik semua bisa kita lakukan untuk talenta-talenta muda mencari bibit unggul di Surabaya,"ujarnya.
Baca juga: Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya
Lebih lanjut Eri menambahkan, terkait perizinan Persebaya yang telah diperbolehkan bermain di GBT. Ia menyebut masih menunggu izin Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan (Kemen PUPR).
"Izin PUPR kan kepentingan Piala Dunia U20, kalau sudah 100 persen jika tidak dipakai Pildun ya dipakai Persebaya. Saya tadi teman-teman (dinas terkait) menyampaikan ke kementerian," pungkasnya. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi