selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) sedang melakukan kajian modul pendidikan seksual terhadap pelajar tingkat SD-SMP. Rencananya, modul tersebut akan diterapkan pada Juli 2023 mendatang.
Kepala Dispendik Surabaya Yusuf Masruh menyampaikan akan menerapkan pendidikan seks maksimal semester depan tahun ini. Untuk materinya sendiri akan diterapkan berbeda di tiap tingkat sekolah, disesuaikan usia pelajar.
Baca juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin
Yusuf juga merespon kasus pelecehan oknum guru terhadap siswa yang pernah terjadi di sekolah Surabaya. Pihaknya berupaya membentuk karakter sekolah yang mempunyai aspek kuat dalam religi, akdemis, dan penggalian talentanya.
"Jadi ini yang nanti mungkin kita kuati, khusisnya untuk guru agama dan guru BK (Bimbingan Konseling). Harapannya nanti anak-anak itu tahu batasan dan temen-teman guru juga bisa mengedukasi anak-anak," ujarnya.
Baca juga: Hadapi Puncak Hujan Februari, Pemkot Surabaya Tambah Lagi 5 Rumah Pompa
Sebelumnya Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi telah menekankan klasifikasi pendidikan seks untuk pelajar di jenjang SD, SMP, dan SMA.
"Jangan sampai pelajaran sperma-sperma, sel telur diberikan ke SD. Bisa-bisa dipraktikan, bisa buyar semuanya," tutur Eri.
Baca juga: Pemkot Surabaya Putus 2 Kontraktor Proyek Pompa Air Karena Wanprestasi
Lebih lanjut Eri berharap pendidikan seks tak hanya diberikan di sekolah. Namun juga dari rumah, melalui peran orangtua. Apalagi pelecehan atau pencabulan terhadap anak kadang juga berasal dari lingkungan keluarga sendiri. (Ade/SL1)
Editor : Arif Ardianto