selalu.id - Namira Ecoprint mempamerkan karya-karyanya melalui fashion show di Tunjungan Plaza Surabaya pada Minggu, (19/2/2023). Namira juga menggandeng model difabel untuk memperagakan batik ramah lingkungan tersebut.
"Kita diminta untuk fashion. Mereka tertarik karena punya kita itu ramah lingkungan. Kebetulan kita satu-satunya yang dapat sertifikat yang ramah lingkungan,"kata Owner Namira Ecoprint, Yayuk Eko Agustin Wahyuni, kepada selalu.id.
Baca juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal
Yayuk menyampaikan, dirinya mengajak dua model difabel yakni, Martha Rahayu (21) dan Maharatha Kumara Dewangga (21). Mereka tunarungu dan tunawicara yang bekerja di Arsyadina, usaha konveksi yang bermarkas di Simo Sidomulyo V Nomor 5, Surabaya.
"Dua difabel, kami kerjasama dengan teman -teman disabilitas kita angkat jadi model,"ujar Yayuk.
Meski dengan keterbatasan, penampilan kedua model difabel itu cukup memukau para pengunjung. Mereka bisa membuktikan diri tampil ekspresif di atas catwalk. Keduanya juga terlihat tidak canggung bersama model-model profesional.
Ketika nama mereka disebut MC sebagai model yang juga penyandang disabilitas, tepuk tangan riuh pun bergema. Banyak pengunjung yang surprise melihat penampilannya.
Tampilnya dua model difabel ini tak lepas dari peran Yayuk sebagai owner Namira Ecoprint yang menemukan mereka ketika bertandang ke workshop Arsyadina.
Baca juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang
Sejak 2019 Yayuk merintis usahanya, hingga menjalin kerja sama dengan Arsyadina yang sebagian pekerjanya adalah kaum difabel.
"Selain bisa menjahit, saya tahu anak-anak itu suka ikut fashion show. Saya lihat kok punya bakat, ya kemudian saya ajak tampil di fashion show Namira Ecoprint ini," tutur Yayuk Eko.
Penilaian Yayuk itu ternyata tidak meleset. Marta dan Angga mampu menunjukkan kemampuan dirinya bisa tampil bersama model-model profesional.
Dalam gelaran itu, Martha dan Angga tampil dua kali, yakni pada pukul 14.00 WIB dan jam 16.00 WIB. Mereka mengenakan produk Ecoprint, mulai dari baju, jaket, helaian kain, tas, dan pernak-pernik lainnya.
Baca juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin
"Mereka berjalan penuh percaya diri. Ini yang membuat saya terkesan dan bangga," ucapnya.
Baik Marta maupun Angga mengaku sempat berdebar-debar ketika kali pertama tampil di acara fashion show itu.
"Ya pastilah grogi. Apalagi ini acara besar. Dilihat banyak orang. Tapi alhamdulillah, semua bisa berjalan lancar," aku Marta dengan bahasa isyarat yang diterjemahkan oleh orang tuanya, Suparmi. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi