selalu.id - Pasar Semolowaru Surabaya yang dikelola swadaya oleh koperasi warga setempat memperoleh labah sebesar 4 persen. Hal ini disampaikan pada Rapat Anggota Tahunan (RAT) ketiga.
Ketua Koperasi Semolowaru Dadi Rukun (KSDR), Priya Aji Pambudi menyebutkan bahwa perolehan ini sekaligus menepis tudingan kondisi finansial pasar yang menjadi aset Pemkot Surabaya tersebut kurang bagus.
Baca juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih
Priya Aji Pambudi menjelaskan, dalam RAT ketiga KSDR tahun 2021 ini membahas masalah pembukuan keuangan yang disaksikan Dinas Koperasi Kota Surabaya. Dan alhasil pihak pengelola pasar Semolowaru memperoleh keuntungan 4 persen untuk tahun 2021 dari saldo Rp. 79.000.000.
"Dibanding tahun lalu kita naik 4 persen," kata pria yang akrab disapa Yayok tersebut.
Yayok menerangkan, RAT ketiga ini diikuti oleh sekitar 108 pedagang yang merupakan anggota KSDR dan laporannya akan disampaikan ke Dinas Koperasi Surabaya. Sedangkan terkait gugatan Noer Qodim yang menggugat KSDR mempunyai tanggungan hutang dinilai Yayok bahwa sejauh ini pihaknya telah menyiapkan saksi untuk persidangan berikutnya.
Baca juga: Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?
"Yang kedua membahas masalah pak Qodim yang intinya kita digugat dari pak Qodim sendiri, itu sudah dilimpahkan ke pengadilan tinggal menunggu keputusan dari pengadilan," ucapnya.
Sementara itu, Ketua Bidang Pengaduan Masyarakat DPP Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK) Jatim, Miko Saleh yang selama ini mendampingi KSDR mengatakan bahwa pengelolaan pasar Semolowaru sekarang sudah 'on the track' Hal tersebut terlihat dari surplus keuangan yang tercatat dan disampaikan dalam RAT sekarang.
"Kalau selama ini kita lihat kondisi keuangan ini cukup signifikan, bisa ada wujud ke para anggota bahwa mereka memiliki surplus 4 persen. Saya rasa cukup bagus lah," ucap Miko.
Baca juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan
Dengan catatan keuntungan tersebut, Miko menjelaskan bahwa aset Pemkot Surabaya itu mengalami kemajuan dan isu kondisi keuangan yang kurang bagus ketika dikelola KSDR hanya isapan jempol.
"Memang ada suatu kepentingan-kepentingan yang tidak sehat, yang mana adanya KSDR yang muncul itu mereka punya niatan yang tidak baik," pungkasnya. (SL1)
Editor : Redaksi