selalu.id - Menyikapi kasus guru cubit siswa WNA hingga lebam, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi meminta kepada Dinas Pendidikan (Dispendik) maupun inspektorat untuk memeriksa peristiwa tersebut di salah satu sekolah Internasional di Surabaya.
"Ya sudah lakukan sesuai hukum yang ada. Saya sampaikan bahwa guru adalah orang tua gimana anaknya disayang. Jangankan keras berbicara lisan, ketika mengatakan kamu jadi jelek ya jelek. Karena beliau (guru) orang tua. Ridho orang tua ya ridho Gusti Allah,"kata Eri, saat ditemui selalu.id, Jumat (18/11/2022).
Baca juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih
Eri mengatakan, dirinya tidak membedakan meskipun sekolah tersebut swasta maupun negeri tetap merupakan kewenangan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.
Baca juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan
"Sekolah swasta tanggung jawabnya yayasan. Tapi kami memberikan adalah bagaimana kenyamanan dari arek-arek Surabaya. Bagaimana pun guru itu juga bagian dari Pemerintah Kota yang juga mencerdaskan kehidupan bangsa,"jelasnya.
Menurutnya, karakter seorang guru seharusnya menjadi Pahlawan yang mengayomi, mengasuh, mendidik yang baik. Pihaknya juga bakal menyampaikan ke yayasan sekolah-sekolah swasta untuk menciptakan ketenangan Kota Surabaya.
Baca juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya
"Bagaimanapun saya menciptakan ketenangan di kota Surabaya. Siapapun menganggu ketenangan kota Surabaya membuat orang tidak nyaman di Surabaya. Berarti saya juga ikut menyelesaikan masalah itu. Jadi tanggung jawab saya sebagai Wali Kota,"terangnya. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi