Parah! Ditemukan Air Rumah Tangga Tercemar Tinja di Indonesia

Reporter : Ade Resty
Ilustrasi air

selalu.id - Ditemukan air minum rumah tangga yang diuji di Indonesia tercemar limbah tinja. Uji tersebut hampir 70 persen dari 20 ribu sumber air yang tercemar.

Pencemaran tersebut bisa menyebabkan penyakit diare, yang merupakan penyebab utama kematian balita. Sehingga, UNICEF melakukan kampanye sanitasi aman.

Baca juga: Pencemaran Kali Brantas dan Surabaya Memburuk, Aktivis Lingkungan Tuntut Aksi Nyata

Pengamat kesehatan lingkungan Universitas Airlangga (Unair), prof Ririh Yudhastuti menerangkan, setidaknya ada tiga jenis sumber air minum yakni, air olahan PDAM, sumur gali, dan tadah hujan. Yang selanjutnya dalam disesuaikan menjadi air kemasan, air isi ulang, serta air sumur.

Prof Ririh menerangkan sumber air dari sumur galian. Bahwa semakin dalam sumur maka akan semakin terbebas dari kontaminasi tinja.

"Tinja manusia, hewan, ataupun yang lainnya," katanya, melalui keterangan, Selasa (1/11/2022).

Kemudian untuk air kemasan bermerk, Prof Ririh menerangkan bahwa usaha air kemasan bermerk berada di tingkat industri.

Sehingga ada standar yang harus dipenuhi yaitu Hazard analysis and critical control points (HACCP).

Baca juga: Cek Kesehatan Gratis Digelar di Sekolah, Sasar 242 Ribu Siswa Surabaya

HACCP adalah bentuk penjamin mutu yang sistematis untuk mengidentifikasi bahaya sekaligus bahan yang terkandung dalam suatu produk.

"Dan biasanya digunakan untuk controlling bahwa industri air minum ini sudah melewati HACCP ini. Oleh karena itu salah satu standar HACCP harus mencantumkan tanggal kadaluarsa," ucapnya.

Sedangkan untuk air isi ulang, Prof Ririh menerangkan bahwa umumnya depo dilakukan inspeksi oleh dinas kesehatan melalui Puskesmas dua kali dalam setahun. Hal itu dilakukan agar konsumen tidak terkena penyakit menular seperti tipes dan TBC. Selain itu juga memastikan tidak ada penularan melalui air atau makanan (food borne diseases).

Kemudian, Prof Ririh menyarankan untuk melihat sarana dan prasarana depo. Memeriksa kebersihan dan kehigienisan pencucian galon mereka.

Baca juga: Penuhi Kebutuhan Air Warga Kawasan Bromo, SIER Bangun Pipanisasi di Desa Tosari

"Walaupun pencucian mereka sudah menawarkan macam-macam seperti ozon atau yang lainnya. Tapi kalau pencucian mereka tidak bersih akan membawa air yang tidak bersih," katanya.

Terakhir, peran depo air isi ulang hendaknya melaporkan kepada pihak Puskesmas atau dinas kesehatan jika ada sesuatu yang diragukan.

Dan sebagai konsumen, jika masih ragu dengan air tersebut, sebaiknya merebus air itu selama satu menit dalam suhu 100 derajat celcius agar bersih terhadap mikroorganisme. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru