selalu.id - Menggandeng empat universitas di Surabaya, Karang Taruna (Kartar) memberikan beasiswa gratis bagi anggotanya yang ingin kuliah atau melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi setelah tamat SMA/SMK.
Empat Universitas itu yakni , Poletiknik NSC Surabaya, Universitas Wr Supratman, Universitas Widya Kartika (Uwika), dan Universitas dr Soetomo Surabaya.
Baca juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal
Kerjasama itu ditandai dengan memorandum of understanding (MoU) yang dihadiri empat perwakilan Universitas di Bober Cafe, Jemursari Surabaya, Jumat (21/10/2022).
Ketua Karang Taruna, Fuad Benardi mengatakan, program ini khusus untuk anggota Karang Taruna yang ada di Surabaya dengan kriteria Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR)
"Ini mulai semester genap, pendaftaran dimulai sekarang, dimulai tahun 2023. Dari total kuota empat kampus ini hanya 500 beasiswa. Ini untuk teman-teman Karang Taruna yang ingin melanjutkan pendidikannya ke sekolah tinggi,"kata Fuad, kepada selalu.id.
Fuad berharap, dengan kerjasama bersama universitas tersebut bisa membantu anak-anak Karang Taruna meraih pendidikan dan mencapai cita-citanya.
Baca juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang
"Karang Taruna bisa membantu dengan teman-teman Kota Surabaya untuk bisa meraih cita-cita dengan mengenyam pendidikan di perguruan tinggi. Program ini diharapkan bisa menjadi penyemangat teman-teman semua untuk menimba ilmu yang lebih lagi,"ungkapnya.
Sementara itu, salah satu perwakilan kampus yakni Direktur Poletiknik NSC Surabaya, Eko Tjiptojuwono mengatakan pihaknya beruntung dapat bekerjasama dengan Karang Taruna, karena telah memberikan manfaat kepada pemuda-pemudi di Surabaya.
"Kerjasama ini bertujuan untuk kebaikan. Bisa membantu adik-adik (Karang Taruna)yang belum kuliah,"kata dia.
Baca juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin
Di kampus Politeknik sendiri, kata Eko, merupakan perguruan tinggi yang sifatnya mengajarkan ilmu terapan dengan lebih banyak praktek agar mahasiswa mempunyai skill atau keterampilan untuk bekal masuk dunia kerja.
"Kita lebih banyak di laboratorium, itu bedanya kita dengan Universitas," pungkasnya. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi