Dampak Kenaikan Harga BBM, Sopir Angkot di Surabaya Minta Penyesuaian Tarif

Reporter : Ade Resty
Suasana di Terminal Joyo Boyo, Surabaya

selalu.id - Para sopir angkot di Surabaya mendesak pemerintah kota untuk segera menyesuaikan tarif terkait kenaikan harga BBM.

Semenjak kenaikan harga BBM, mereka terpaksa menaikkan tarif angkutannya sendiri untuk menutupi kerugian, meskipun belum ada kenaikan harga resmi dari pemerintah.

Baca juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

"Kami akhirnya menaikkan tarif angkot kami sebesar Rp 2.000 untuk setiap trayek,"ungkap Sukardi, salah satu sopir angkot di Surabaya, Rabu (21/9/2022).

Sukardi menyampaikan, penumpang angkot semakin hari semakin menurun. Terlebih sejak kenaikan harga BBM.

"Bahkan ada yang tidak mendapat untung sama sekali saking sepinya," ujarnya.

Baca juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Sebab itu, Sukardi mengungkapkan, sopir angkot yang ada di Surabaya meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya untuk segera mengambil kebijakan soal penyesuaian tarif angkot.

"Karena itu, kami meminta Dinas Perhubungan Surabaya untuk mengambil kebijkan dengan segera terkait kenaikan tarif," terangnya.

Baca juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin 

Endang, warga Surabaya yang mengaku masih membutuhkan jasa angkot meminta pemerintah segera mencari solusi atas permasalahan ini. Endang mengaku khawatir jika para sopir angkot mogok kerja lantaran merugi.

"Kita berharapnya pemerintah mampu mencarikan solusi yang tepat, sehingga masyarakat dapat menikmati kendaraan umum dengan harga yang terjangkau," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru